Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Pengakuan dan Pengukuran Liabilitas Pajak

Oleh   /   Senin 23 April 2012  /   Tidak ada komentar

Apabila jumlah pajak yang telah dibayarkan sesuai dengan periode berjalan dan periode sebelumnya melebihi jumlah liabilitas untuk periode-periode tersebut, maka kelebihan tersebut harus diakui sebagai suatu aset.

keuanganLSM

Pengakuan dan Pengukuran Liabilitas Pajak

Liabilitas Pajak Berjalan dan Aset Pajak Berjalan

IAS 12 menyatakan bahwa suatu entitas harus mengakui suatu liabilitas di dalam laporan posisi keuangan sampai taraf pajak berjalan yang belum dibayar terkait dengan tahun berjalan dan tahun sebelumnya. Apabila jumlah pajak yang telah dibayarkan sesuai dengan periode berjalan dan periode sebelumnya melebihi jumlah liabilitas untuk periode-periode tersebut, maka kelebihan tersebut harus diakui sebagai suatu aset. Sebuah contoh adalah jumlah yang diklaim sebagai suatu restitusi aset yang diakui sebagai piutang pajak. Pajak berjalan harus diakui sebagai pendapatan atau sebagai beban dan termasuk di dalam laba atau rugi bersih untuk periode yang bersangkutan.

Liabilitas pajak berjalan dan aset pajak berjalan untuk periode berjalan dan periode sebelumnya harus diukur pada jumlah yang diharapkan untuk dibayar kepada, atau dipulihkan dari, otoritas pajak, dengan menggunakan tarif pajak dan undang-undang pajak yang terkait dengan periode pelaporan.

 

Liabilitas Pajak yang Ditangguhkan (Deferred Tax Liability)

Suatu liabilitas pajak yang ditangguhkan timbul dari perbedaan sementara yang dikenakan pajak. Oleh karena itu, suatu liabilitas pajak yang ditangguhkan diakui atas semua perbedaan sementara yang dikenakan pajak selain dari yang timbul akibat dari:

  • Pengakuan awal dari goodwill. Nilai goodwill, yang merupakan jumlah residu setelah pengakuan aset dan hutang pada nilai wajar, yang hanya akan meningkat apabila suatu liabilitas pajak yang ditangguhkan diakui.
  • Pengakuan awal dari aset dan liabilitas yang tidak mempengaruhi laba atau rugi akuntansi atau laba atau rugi yang dikenakan pajak. Beberapa aset dan liabilitas tidak dianggap untuk tujuan perpajakan. Walaupun hal ini akan menimbulkan suatu perbedaan sementara yang dikenakan pajak, maka tidak ada aset atau liabilitas pajak yang ditangguhkan diakui bilamana nilai tercatat dari pos atas pengakuan awal berbeda dengan dasar pengenaan pajak awalnya.
  • Pengakuan awal dari aset dan liabilitas yang bukan bagian dari kombinasi bisnis;

Kemungkinan bahwa perbedaan sementara berhubungan dengan investasi pada anak perusahaan, cabang, asosiasi, dan joint venture tidak di jurnal balik di dalam periode masa depan dan perusahaan induk, investor atau rekan joint venture dapat mengendalikan waktu jurnal pembalikan dari perbedaan sementara.

Disarikan dari buku: Memahami IFRS, Penulis: Nandakumar Ankarath, Dr. T.P. Ghosh, dkk.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →