Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Penilaian Aset Keuangan menurut IAS 32

Oleh   /   Senin 28 Mei 2012  /   Tidak ada komentar

Peminjam akan menukarkan liabilitas keuangan dengan syarat yang menguntungkan. Untuk mempengaruhi perjanjian ini yang belum terpengaruhi, peminjam akan mengakui aset keuangan dan pemberi pinjaman akan mengakui liabilitas keuangan.

keuanganLSM

Penilaian Aset Keuangan menurut IAS 32

Aset keuangan adalah:

  • Kas (misalnya: mata uang, kas dan deposito bank; deposito bank mencerminkan suatu hak kontraktual untuk menerima kas; tetapi logam mulia merupakan suatu komoditas);
  • Suatu instrumen ekuitas dari entitas lainnya (misalnya: investasi dalam saham ekuitas entitas lain);
  • Suatu hak kontraktual:
  1. Untuk menerima kas atau aset keuangan lainnya dari entitas lainnya; atau
  2. Untuk memperdagangkan aset keuangan atau liabilitas keuangan dengan entitas lain dengan syarat yang secara potensial menguntungkan bagi entitas; dan
  • Suatu kontraktual yang akan atau mungkin diselesaikan di dalam instrumen ekuitas yang dimiliki entitas dan adalah:
  1. Bukan suatu derivatif atas mana entitas atau mungkin berliabilitas menerima suatu jumlah variabel instrumen keuangan ekuitas entitas yang dimilikinya; atau
  2. Suatu derivatif yang akan atau mungkin diselesaikan selain dari pertukaran sejumlah kas yang ditetapkan atau aset keuangan lain untuk sejumlah angka yang ditetapkan mengenai instrumen ekuitas yang dimiliki entitas.

Contoh berikut (1 hingga 3) menggambarkan situasi bilamana suatu aset keuangan timbul:

  • Pertukaran aset keuangan atau liabilitas keuangan dalam syarat yang secara potensial menguntungkan;
  • Kontrak berbasis non-derivatif sebagai aset keuangan bilamana suatu entitas berliabilitas menerima sejumlah variabel instrumen entitas yang dimiliki entitas;
  • Kontrak berbasis derivatif sebagai aset keuangan bilamana suatu entitas berliabilitas menerima sejumlah yang ditetapkan dari instrumen keuangan yang dimiliki entitas,

Contoh 1

X Ltd menandatangani suatu kontrak dengan bank peminjam untuk melunasi pinjaman sebesar 10 juta Euro dengan bunga 4.5% yang jatuh tempo dalam lima tahun terhadap tingkat bunga 3.5% atas pinjaman sebesar 10 juta Euro yang sama jatuh temponya. Imbalan pasar berjalan adalah 3.5%.

Dalam hal ini, entitas mempertukarkan liabilitas keuangannya yang ada dengan suatu syarat yang secara potensial menguntungkan bahwa menurun dalam nilai dari suatu liabilitas keuangan yang ada, yakni 4.5% dari pinjaman 10 juta Euro.

Jenis transaksi ini terjadi di dalam suatu skenario tingkat bunga yang menurun. Ada suatu situasi yang timbul pada akhir periode pelaporan bahwa pemberi pinjaman setuju untuk menurunkan tingkat bunga, secara efektif pinjaman baru dengan tingkat bunga rendah ditukar dengan pinjaman dengan tingkat bunga tinggi.

Peminjam akan menukarkan liabilitas keuangan dengan syarat yang menguntungkan. Untuk mempengaruhi perjanjian ini yang belum terpengaruhi, peminjam akan mengakui aset keuangan dan pemberi pinjaman akan mengakui liabilitas keuangan.

Penilaian

Nilai sekarang (PV) dari anuitas pada tingkat bunga 3.5% untuk lima tahun = 4.5151 dan nilai sekarang (PV) pada tingkat bunga 3.5% untuk lima tahun = 0.842.

(a)  Nilai wajar dari pinjaman €10 juta pada tingkat 3.5% = PV bunga + PV pelunasan

        = €0.35 juta x 4.5151 + €10 juta x 0.842 =€1O juta

(b)  Nilai wajar dari pinjaman €10 juta dengan tingkat 4.5% pada imbalan pasar 3.5%

        = €0.45 juta x 4 .5151 + €10 juta x 0.842

        = €10.4515 juta

Sebagaimana suatu kontrak untuk menukarkan liabilitas keuangan yang ada (€10 juta pada tingkat bunga 4.5%) dengan suatu syarat secara potensial menguntungkan dengan pinjaman €10 juta pada tingkat bunga 3.5%, maka entitas akan mengakui suatu laba sebesar €10.4515 juta dan menciptakan aset keuangan yang muncul dari kontrak untuk melunasi pinjaman lama yang belum efektif.

Contoh 2

Bilamana suatu entitas menebus sahamnya sendiri dengan harga yang ditetapkan, maka disebut sebagai transaksi ekuitas. Sebaliknya, jika sebuah entitas menandatangani suatu kontrak (per tanggal 1 Desember 2009) untuk melunaskan piutang usaha sebesar €10 juta (sejumlah yang ditetapkan) dari seorang pelanggan yang merupakan seorang pemegang saham entitas terhadap penerimaan sejumlah saham biasa yang akan ditentukan atas dasar harga pasar setelah tiga bulan (28 Februari 2010). Hal ini menjadi suatu instrumen keuangan sebagai entitas diwajibkan untuk menerima kuantitas variabel dari saham ekuitasnya. Apabila kuantitas saham biasa dibeli kembali telah ditetapkan, maka selanjutnya kontrak ini diperlakukan sebagai transaksi pembelian kembali saham dengan harga yang ditetapkan.

Keuntungan atau kerugian akan timbul dari kontrak ini atas dasar harga saham biasa entitas pertanggal pelaporan. Akan muncul suatu aset keuangan dalam keuntungan atau liabilitas keuangan jika terjadi kerugian. Dampaknya, ini merupakan suatu kontrak pembelian forward yang merupakan suatu derivatif.

Contoh 3

Perusahaan E menandatangani suatu kontrak di masa datang (futures contract) untuk membeli 100,000 lembar saham biasa milik sendiri (pada tanggal 1 Desember 2009) pada harga yang ditetapkan atas dasar harga saham biasa per lembar setelah tiga bulan (pada tanggal 28 Februari 2010). Kontrak ini berdampak tidak ada beda kontrak berbasis non-derivatif yang dibahas pada Contoh 2, kecuali bahwa kuantitas saham biasa yang dibeli kembali telah ditetapkan. Akibat keuntungan atau kerugian yang menimbulkan perubahan harga saham biasa perusahaan pertanggal pelaporan akan menciptakan aset keuangan atau liabilitas keuangan.

Disarikan dari buku: Memahami IFRS, Penulis: Nandakumar Ankarath, Dr. T.P. Ghosh, dkk.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pemkab Batang Dorong Pelaku UMKM agar Manfaatkan Teknologi

Selengkapnya →