Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Penjelasan Angka Dalam Laporan Keuangan

Oleh   /   Kamis 20 November 2014  /   Tidak ada komentar

Entitas harus memisahkan nilai wajar aset program ke dalam kelompok yang dibedakan berdasarkan sifat dan risiko dari aset tersebut, membagi setiap kelompok aset program menjadi kelompok aset yang memiliki harga pasar kuotasian dalam pasar aktif.

KeuanganLSM

Penjelasan Angka Dalam Laporan Keuangan

140. Entitas harus menyediakan rekonsiliasi dari saldo awal ke saldo akhir dari setiap pos berikut, jika terterapkan:

(a) liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang menunjukkan rekonsiliasi terpisah untuk:

  • aset program.
  • nilai kini kewajiban imbalan pasti.
  • dampak batas atas aset.

(b) setiap hak penggantian entitas juga menjelaskan hubungan antara hak penggantian dan kewajiban terkait

141. Setiap rekonsiliasi yang tercantum dalam paragraf 140 menunjukkan setiap hal berikut, jika dapat diterapkan:

(a) biaya jasa kini.
(b) penghasilan atau beban bunga.
(c) pengukuran kembali liabilitas (aset) imbalan pasti neto, yang menunjukkan secara terpisah:

  • imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga di huruf (b)
  • keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari perubahan asumsi demografik (lihat paragraf 76(a)).
  • keuntungan dan kerugian aktuarial yang timbul dari perubahan asumsi keuangan (lihat paragraf 76(b)).
  • perubahan dampak pembatasan aset imbalan pasti neto menjadi batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga di huruf (b). Entitas juga mengungkapkan bagaimana entitas menentukan manfaat ekonomi maksimum yang tersedia, yaitu apakah manfaat tersebut akan berupa pengembalian dana, pengurangan iuran masa depan, atau kombinasi keduanya.

(d) biaya jasa lalu dan keuntungan dan kerugian yang timbul dari penyelesaian. Sebagaimana diizinkan paragraf 100, biaya jasa lalu dan keuntungan dan kerugian yang timbul dari penyelesaian tidak perlu dipisahkan jika terjadi bersamaan.
(e) dampak perubahan kurs valuta asing.
(f) iuran kepada program, yang menunjukkan secara terpisah iuran oleh pemberi kerja dan oleh peserta program.
(g) pembayaran dari program, yang menunjukkan secara terpisah jumlah yang dibayarkan sehubungan dengan setiap penyelesaian
(h) dampak kombinasi bisnis dan pelepasan.

142. Entitas harus memisahkan nilai wajar aset program ke dalam kelompok yang dibedakan berdasarkan sifat dan risiko dari aset tersebut, membagi setiap kelompok aset program menjadi kelompok aset yang memiliki harga pasar kuotasian dalam pasar aktif (sebagaimana didefinisikan dalam PSAK 68: Pengukuran Nilai Wajar) dan kelompok aset yang tidak memiliki harga pasar kuotasian dalam pasar aktif. Misalnya, dan mempertimbangkan tingkat pengungkapan yang dibahas dalam paragraf 136, entitas dapat membedakan antara:

  • kas dan setara kas;
  • instrumen ekuitas (dipisahkan berdasarkan jenis industri, ukuran entitas, geografi, dan lain-lain);
  • instrumen utang (dipisahkan berdasarkan jenis penerbit, kualitas kredit, geografi, dan lain-lain);
  • real estat (dipisahkan berdasarkan geografi dll.);
  • derivatif (dipisahkan berdasarkan risiko yang mendasari kontrak, sebagai contoh, kontrak suku bunga, kontrak valuta asing, kontrak ekuitas, kontrak kredit, swap jangka panjang, dll.);
  • dana investasi (dipisahkan berdasarkan jenis dana);
  • efek beragun aset; dan
  • utang terstruktur.

143. Entitas mengungkapkan nilai wajar instrumen keuangan yang dimiliki entitas yang dapat dialihkan sebagai aset program, dan nilai wajar aset program berupa properti yang ditempati, atau aset lain yang digunakan oleh, entitas.

144. Entitas mengungkapkan asumsi aktuaria signifikan yang digunakan untuk menentukan nilai kini kewajiban imbalan pasti (lihat paragraf 76). Pengungkapan tersebut harus dalam satuan absolut (yaitu, persentase absolut, dan tidak hanya sebagai marjin antara, perbedaan persentase dan variabel lain). Ketika entitas memberikan pengungkapan total atas pengelompokan program, entitas memberikan pengungkapan tersebut dalam bentuk rata-rata tertimbang atau dalam rentang yang relatif sempit.

Disarikan dari: Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK 24) Tentang Imbalan Kerja, Diterbitkan oleh: Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Ikatan Akuntan Indonesia), Hal: 24.41 – 24.43.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Arti Hukum bagi Perkembangan Ekonomi

Selengkapnya →