Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Penyajian Informasi Catatan Atas Laporan Keuangan

Oleh   /   Senin 20 Agustus 2012  /   Tidak ada komentar

Pengungkapan kebijakan akuntansi tertentu bermanfaat bagi pengguna terutama ketika kebijakan akuntansi tersebut dipilih dari beberapa alternatif yang diperkenankan dalam SAK. Beberapa SAK secara khusus mensyaratkan pengungkapan kebijakan akuntansi tertentu.

keuanganLSM

Penyajian Informasi Catatan Atas Laporan Keuangan

Catatan atas laporan keuangan menyajikan informasi tentang dasar pengukuran yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan. Dasar pengukuran yang lazimnya digunakan organisasi dalam penyusunan laporan keuangan adalah biaya historis (historical cost). Biaya historis biasanya digabungkan dengan dasar pengukuran yang lain. Misalnya, persediaan biasanya dinyatakan sebesar nilai terendah dari biaya historis atau nilai realisasi bersih (lower of costv ornet realizable value). Akuntansi dana pensiun menilai aset tertentu berdasarkan nilai wajar (fair value). Obligasi (bonds) dinilai pada nilai sekarang (present value) dari arus kas pokok dan bunga masa depan.

Catatan atas laporan keuangan juga menyajikan informasi tentang kebijakan akuntansi tertentu yang diterapkan yang relevan untuk memahami laporan keuangan. Dalam memutuskan apakah kebijakan akuntansi tertentu diungkapkan, manajemen mempertimbangkan apakah pengungkapan tersebut akan membantu pengguna untuk memahami bagaimana transaksi, peristiwa, dan kondisi lainnya tercermin laporan kinerja keuangan dan posisi keuangan yang dilaporkan. Pengungkapan kebijakan akuntansi tertentu bermanfaat bagi pengguna terutama ketika kebijakan akuntansi tersebut dipilih dari beberapa alternatif yang diperkenankan dalam SAK.

Catatan atas laporan keuangan mengungkapkan informasi yang disyaratkan SAK yang tidak disajikan di bagian mana pun dalam laporan keuangan. Beberapa SAK secara khusus mensyaratkan pengungkapan kebijakan akuntansi tertentu, termasuk pilihan yang dibuat oleh manajemen di antara kebijakan akuntansi berbeda yang diperkenankan. Misalnya, PSAK 16 (revisi 2007) mensyaratkan pengungkapan dasar pengukuran yang digunakan untuk mengelompokkan aset tetap.

Pengungkapan kebijakan akuntansi tertentu bermanfaat bagi pengguna terutama ketika kebijakan akuntansi tersebut dipilih dari beberapa alternatif yang diperkenankan dalam SAK. Beberapa SAK secara khusus mensyaratkan pengungkapan kebijakan akuntansi tertentu.

Entitas juga dapat mengungkapkan setiap kebijakan akuntansi yang tidak secara khusus disyaratkan oleh SAK, tetapi entitas memilih dan menerapkannya sesuai dengan PSAK 25 (revisi 2009): Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan.

Entitas mengungkapkan informasi tentang asumsi yang dibuat mengenai masa depan dan sumber utama dari estimasi ketidakpastian lainnya pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya. Berkaitan dengan aset dan liabilitas tersebut, catatan atas laporan keuangan memasukkan rincian atas:

  1. sifat; dan
  2. jumlah tercatat pada akhir periode pelaporan.

Entitas mengungkapkan informasi yang memungkinkan pengguna laporan keuangan untuk mengevaluasi tujuan, kebijakan, dan proses entitas dalam mengelola permodalannya. Entitas mengungkapkan di dalam catatan atas laporan keuangan:

  1. jumlah dividen yang diusulkan atau diumumkan sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan, tetapi tidak diakui sebagai distribusi kepada pemilik selama periode serta jumlah dividen per lembar sahamnya; dan
  2. jumlah dividen preferen kumulatif yang tidak diakui.

Entitas mengungkapkan hal-hal berikut ini, jika tidak diungkapkan di bagian mana pun dalam informasi yang dipublikasikan bersama dengan laporan keuangan:

  1. domisili dan bentuk hukum, negara tempat pendirian, alamat kantor pusat entitas (atau lokasi utama kegiatan usaha, jika berbeda dari lokasi kantor):
  2. keterangan mengenai sifat operasi dan kegiatan utama; nama entitas induk dan nama entitas induk terakhir dalam kelompok usaha.

Disarikan dari buku: Akuntansi Keuangan Versi IFRS+, Penulis: Raja Adri Satriawan Surya, Halaman: 29-37.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Informasi Tambahan dalam Laporan Keuangan menurut IFRS

Selengkapnya →