Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Penyajian Instrumen Keuangan (lAS 32)

Oleh   /   Senin 21 Mei 2012  /   Tidak ada komentar

Versi standar atas instrumen keuangan yang disederhanakan merupakan suatu usaha untuk merasionalisasikan norma akuntansi atas dasar pengalaman terbaru mengenai resesi global. IAS 32 mencakup penyajian isu mengenai instrumen keuangan.

keuanganLSM

Penyajian Instrumen Keuangan

Suatu instrumen keuangan adalah suatu kontrak yang memberikan peningkatan terhadap suatu aset keuangan kepada suatu entitas, dan liabilitas keuangan atau instrumen ekuitas kepada entitas lainnya. Instrumen keuangan termasuk instrumen keuangan utama seperti piutang dagang, hutang dagang, pinjaman dan uang muka, surat hutang dan obligasi, dan instrumen derivatif seperti opsi, futures, forwards, swaps, caps, collar, floors, perjanjian kurs forward (forward rate agreements / FRA), dan lain-lain. Suatu derivatif dengan nilai positif adalah suatu aset keuangan dan satu dengan nilai negatif adalah liabilitas keuangan. Suatu kontrak untuk membeli atau menjual suatu pos non-keuangan menimbulkan aset keuangan atau liabilitas keuangan.

Contoh:

Hiace Manufacturing Corporation melakukan investasi pada ekuitas dan obligasi/surat hutang entitas lain sama halnya dengan investasi pada obligasi pemerintah dan Treasury Bills. Demikian pula, perusahaan memiliki piutang usaha atas penjualan kredit yang dilakukan dan memiliki deposito bank serta kas. Entitas mengajukan pinjaman dari bank dan menerbitkan surat hutang (debentures) untuk pendanaan berbagai proyeknya. Entitas juga menerbitkan saham preferen 8% yang dapat ditebus setelah lima tahun. Transaksi yang menimbulkan aset keuangan dan liabilitas keuangan adalah sebagai berikut :

Aset keuangan

  • Investasi pada saham ekuitas, obligasi/surat hutang (debentures), obligasi pemerintah dan Treasury Bills.
  • Piutang usaha.
  • Kas dan setara kas.

Liabilitas keuangan

  • Surat hutang (debentures).
  • Pinjaman.
  • Saham preferen yang dapat ditebus.

Akuntansi untuk instrumen keuangan dibahas oleh tiga standar

  • IAS 32 mengenai Instrumen Keuangan: Penyajian
  • IAS 39 mengenai Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran
  • IFRS 7 mengenai Instrumen Keuangan: Pengungkapan

Suatu standar baru, IFRS 9 mengenai Instrumen Keuangan, yang diterbitkan pada bulan Nopember 2009 untuk menyederhanakan klasifikasi dan pengukuran instrumen keuangan. Atas penyelesaian fase berbeda daripada proyek instrumen keuangan dan penyelesaian standar baru oleh IASB, maka IAS 39 rnengenai Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran akan ditarik. Walaupun IFRS 9 mengenai Instrumen Keuangan, akan diperlakukan pada periode akuntansi di awal atau setelah tanggal 1 Januari 2013, awal penerapan yang diizinkan.

Versi standar atas instrumen keuangan yang disederhanakan merupakan suatu usaha untuk merasionalisasikan norma akuntansi atas dasar pengalaman terbaru mengenai resesi global. IAS 32 mencakup penyajian isu mengenai instrumen keuangan.

RUANG LINGKUP

IAS 32 mengenai Instrumen Keuangan, ditetapkan prinsip-prinsip bagi

  • Perbedaan liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas;
  • Pengakuan instrumen keuangan majemuk;
  • Penyajian saham treasuri;
  • Pengakuan bunga, dividen, keuntungan atau kerugian; dan
  • Saling menghapuskan (offset) aset keuangan dan liabilitas keuangan.

Instrumen keuangan yang tidak termasuk menurut IAS 32 adalah:

  • Investasi dalam saham ekuitas pada entitas anak, entitas asosiasi, atau entitas patungan (joint venture). Ketiganya dicakup oleh IAS 27 mengenai Laporan Keuangan Konsolidasi dan Laporan Keuangan Tersendiri, IAS 28 mengenai Investasi pada Entitas Asosiasi, dan IAS 31 mengenai Kepentingan dalam Entitas Patungan Joint Venture). Namun, semua derivatif yang terkait kepada kepentingan di dalam entitas anak, entitas asosiasi, atau entitas patungan (joint venture) adalah di dalam ruang lingkup standar ini.
  • Hak dan liabilitas pihak pemberi kerja yang timbul dari program imbalan kerja. IAS 19 mengenai Imbalan Kerja, diterapkan terhadap aset dan liabilitas tersebut.
  • Instrumen keuangan, kontrak, dan liabilitas menurut transaksi pembayaran berbasis saham sesuai dengan IFRS 2 mengenai Pembayaran Berbasis Saham, diterapkan, kecuali bagi :
  1. Transaksi pembayaran berbasis saham tertentu dilakukan melalui kontrak beli atau kontrak jual item non-keuangan. Bilamana transaksi tersebut mengandung klausal penyelesaian neto, atau penyelesaian neto adalah umum walaupun tidak secara eksplisit di dalam kontrak, maka IAS 32 diterapkan terhadap kontrak tersebut.
  2. Contoh lain adalah suatu kategori transaksi pembayaran berbasis saham yang entitas pelapor mengirimkan tetapi menjual di dalam suatu periode pendek setelah pengiriman dengan tujuan untuk menghasilkan laba dari fluktuasi harga jangka pendek atau marjin dealer.
  3. Bilamana pos non-keuangan yang merupakan suatu subjek daripada kontrak dari suatu pembayaran berbasis saham siap untuk dikonversikan menjadi tunai.
  4. Saham treasuri yang dibeli, dijual, diterbitkan atau dibatalkan dalam hubungannya dengan program opsi saham karyawan, program pembelian saham karyawan, dan semua kontrak pembayaran berbasis saham lainnya.
  • Hak dan liabilitas menurut kontrak asuransi kecuali: (1) kontrak jaminan keuangan bahwa pihak yang mengasuransikan memilih untuk mencatatnya sebagai instrumen keuangan, dan (2) derivatif yang melekat pada kontrak asuransi yang harus dipisahkan sesuai dengan IAS 39 mengenai Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran.

Disarikan dari buku: Memahami IFRS, Penulis: Nandakumar Ankarath, Dr. T.P. Ghosh, dkk.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Tujuan dan Hakikat Konstitusi

Tujuan dan Hakikat Konstitusi

Selengkapnya →