Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak

Oleh   /   Selasa 3 Januari 2012  /   Tidak ada komentar

Pengertian SPT, yaitu surat yang oleh WP digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

keuanganLSM

Penyampaian Surat Pemberitahuan (SPT) Pajak

Mengingat pajak merupakan salah satu bentuk kewajiban warga negara kepada negara, untuk mengetahui apakah kewajiban tersebut telah dilaksanakan dengan baik sesuai ketentuan tentu harus didukung dengan bukti nyata berupa laporan pajak. Bentuk laporan pajak adalah SPT. Ini sesuai dengan pengertian SPT, yaitu surat yang oleh WP digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

Kewajiban menyampaikan SPT ini ditegaskan pula dalam Pasal 3 UU KUP yang di antaranya menyatakan bahwa setiap WP wajib menyampaikannya ke KPP tempat WP terdaftar atau dikukuhkan atau tempat lain yang’ ditetapkan oleh Direktur Jenderal Pajak.

 

Bagaimana Kondisi SPT yang Dianggap Tidak Disampaikan?

Sesuai dengan Pasal 3 ayat (7) UU KUP, SPT dianggap tidak disampaikan jika:

  1. SPT tidak ditandatangani sebagaimana mestinya;
  2. SPT tidak sepenuhnya dilampiri keterangan dan/atau dokumen sebagaimana mestinya;
  3. SPT yang menyatakan lebih bayar disampaikan setelah 3 (tiga) tahun sesudah berakhirnya Masa Pajak, bagian Tahun Pajak atau Tahun Pajak, dan WP telah ditegur secara tertulis; atau
  4. SPT disampaikan setelah Direktur Ienderal Pajak melakukan pemeriksaan atau menerbitkan surat ketetapan pajak.

Pengertian SPT, yaitu surat yang oleh WP digunakan untuk melaporkan penghitungan dan/atau pembayaran pajak, objek pajak dan/atau bukan objek pajak, dan/atau harta dan kewajiban sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan perpajakan.

 

Kapan Surat Pemberitahuan Disampaikan?

SPT yang harus disampaikan ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) mempunyai batas waktu sesuai dengan jenis SPT dan jenis pajaknya. Adapun batas waktu penyampaian SPT sesuai UU Nomor 28 Tahun 2007 yang berlaku sejak 1 Januari 2008 mulai SPT tahun pajak 2008 adalah:

  1. Untuk SPT Masa, paling lama 20 (dua puluh) hari setelah akhir Masa Pajak;
  2. Untuk SPT Tahunan Pajak Penghasilan WP orang pribadi, paling lama 3 (tiga) bulan setelah akhir Tahun Pajak; atau
  3. Untuk SPT Tahunan Pajak Penghasilan WP badan, paling lama 4 (empat) bulan setelah akhir Tahun Pajak.

 

Dapatkah Penyampaian SPT Diperpanjang?

Bisa saja karena sesuatu hal SPT tidak/belum dapat disampaikan sesuai jangka atau batas waktu yang ditetapkan. Dalam hal demikian, WP dapat memperpanjang jangka waktu penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan paling lama 2 (dua) bulan. Caranya dengan menyampaikan pemberitahuan secara tertulis atau dengan cara lain kepada Direktur Jenderal Pajak. Pemberitahuan tersebut harus disertai dengan penghitungan sementara pajak yang terutang dalam 1 (satu) Tahun Pajak dan Surat Setoran Pajak sebagai bukti pelunasan kekurangan pembayaran pajak yang terutang.

 

Cara Menyampaikan SPT

SPT dapat disampaikan dengan beberapa cara, yaitu:

  • Disampaikan langsung oleh WP ke KPP. Dalam hal ini, WP mendatangi KPP tempatnya terdaftar, dan menyampaikannya di Tempat Pelayanan Terpadu (TPT);
  • Dikirimkan melalui pos dengan tanda bukti pengiriman surat atau resi yang menyatakan jenis dokumen (jangan pakai perangko) atau dengan cara lain, yaitu melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir yang ditunjuk oleh Direktur Jenderal Pajak. Apabila dikirim melalui pos sebaiknya menggunakan cara “tercatat” agar memperoleh bukti pengiriman yang dipersamakan tanda terima penyampaian SPT dari KPP;
  • Cara lain, misalnya disampaikan secara elektronik (e-Filing) melalui sarana internet.

Disarikan dari buku: Cara Menghindari 37 Larangan Perpajakan, penulis: Liberti Pandiangan, halaman: 33-35.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Tahapan Penyusunan Anggaran Desa

Selengkapnya →