Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Penyebab Selisih Rekening Koran dan Saldo Kas

Oleh   /   Sabtu 18 Januari 2014  /   1 Komentar

Setiap akhir bulan selalu dibuat laporan keuangan yang mencatat semua transaksi yang terjadi selama bulan tersebut. Pada saat laporan dibuat kadang terjadi selisih antara catatan yang ada dengan catatan dari bank.

Setiap akhir bulan selalu dibuat laporan keuangan yang mencatat semua transaksi yang terjadi selama bulan tersebut. Pada saat laporan dibuat kadang terjadi selisih antara catatan yang ada dengan catatan dari bank. Selisih atau perbedaan saldo tersebut disebabkan karena beberapa faktor yang timbul dari kedua belah pihak.

Berikut adalah beberapa penyebab timbulnya perbedaan saldo antara catatan menurut perusahaan dengan rekening koran yang diterbitkan oleh bank:

  • Deposito in Transit (setoran dalam perjalanan).

Setoran yang telah diperhitungkan dalam catatan perusahaan sebagai penambah saldo cash in bank, tetapi belum masuk dalam catatan rekening koran bank (belum di kredit oleh bank bersangkutan). Untuk tujuan rekonsiliasi bank, setoran dalam perjalanan ini sifatnya akan mengoreksi (menambah) besarnya saldo cash in bank menurut rekening koran (catatan bank).

  • Outstanding Checks (cek yang masih beredar)

Pihak perusahaan di dalam pembukuannya sudah mengurangi besarnya saldo cash in bank sebagai pembayaran utang ke kreditur/supplier dengan menggunakan cek, namun sampai dengan akhir bulan kreditur/supplier tersebut belum juga mencairkannya ke bank sehingga saldo cash in bank menurut rekening koran bank belum mencerminkan pembayaran tersebut (belum didebet oleh bank bersangkutan). Untuk tujuan rekonsiliasi bank, cek yang masih beredar ini sifatnya akan mengoreksi (mengurangi) besarnya saldo cash in bank menurut rekening koran (catatan bank).

  • Not Sufficient Fund Check (cek tidak cukup dana).

Begitu perusahaan menerima cek pembayaran dari pelanggan, pihak perusahaan di dalam pembukuannya tentu saja akan segera menambahkan besarnya penerimaan ini ke dalam saldo cash in bank (dengan cara mendebit akun cash in bank dan mengkredit akun piutang usaha atas nama pelanggan bersangkutan), yang namun ternyata telah disetor ke bank cek tersebut tidak bisa dicairkan (ditolak oleh bank) karena tidak cukup dana/cek kosong. Untuk tujuan rekonsiliasi, cek yang dikembalikan oleh bank karena tidak cukup dana ini sifatnya akan mengoreksi (mengurangi) kembali besarnya saldo cash in bank menurut catatan perusahaan. Dalam pembukuan perusahaan (lewat jurnak koreksi), cek tidak cukup dana ini lalu akan dibebankan kembali ke pelanggan bersangkutan, yaitu dengan cara memunculkan kembali akun piutang usaha dan mengkredit akun cash in bank.

  • Notes plus Interest Collected by Bank (penagihan piutang wesel beserta bunganya lewat bank) yang belum dicatat dalam jurnal atau pembukuan perusahaan.

Apabila tagihan piutang wesel dilakukan oleh bank, maka perusahaan baru akan mengetahui hasil penerimaan tagihan ini (beserta bunganya) pada awal bulan berikutnya, yaitu pada saat perusahaan menerima rekening koran atas bulan yang telah lewat (bulan dimana piutang wesel ditagih). Hal ini berarti bahwa dalam bulan dimana piutang wesel tersebut ditagih, telah terjadi perbedaan saldo cash in bank antara menurut catatan bank dengan menurut catatan perusahaan. Perusahaan dalam pembukuannya belum mencatat hasil penerimaan tagihan tersebut (beserta bunganya), karena baru mengetahuinya di bulan berikutnya.

Setiap akhir bulan selalu dibuat laporan keuangan yang mencatat semua transaksi yang terjadi selama bulan tersebut. Pada saat laporan dibuat kadang terjadi selisih antara catatan yang ada dengan catatan dari bank.

Untuk tujuan rekonsiliasi atas saldo cash in bank dimana piutang wesel ditagih, maka perusahaan dalam pembukuannya (lewat jurnal koreksi) akan menambah saldo cash in bank menurut catatan perusahaan agar supaya sama dengan catatan bank. jadi dalam hal ini pihak banklah yang pertama kali mengetahui terlebih dahulu dan mengkredit penerimaan piutang wesel tersebut beserta bunganya ke dalam rekening perusahaan, sehingga untuk kecocokkan saldo maka pihak perusahaan-lah yang dalam pembukuannya harus mengoreksi saldo cash in bank catatannya. Caranya adalah dengan mendebit akun cash in bank sebesar nilai nominal wesel tagih ditambah bunganya, dan mengkredit akun piutang wesel pelanggan bersangkutan (sebesar nilai nominal tadi) serta juga mengkredit akun pendapatan bunga atas wesel tagih tersebut.

  • Interest Income (bunga bank atas saldo rekening perusahaan yang mengendap atau sering dikenal sebagai jasa giro) yang belum dicatat dalam jurnal atau pembukuan perusahaan.

Perusahaan biasanya baru akan mengetahui hasil pendapatan bunga atas saldo rekeningnya yang telah mengendap selama bulan berjalan pada awal bulan berikutnya, yaitu pada saat perusahaan menerima rekening koran atas bulan yang telah lewat (bulan dimana jasa giro dihasilkan). Hal ini berarti bahwa dalam bulan dimana jasa giro tersebut dihasilkan, telah terjadi perbedaan saldo cash in bank antara menurut catatan bank dengan menurut catatan perusahaan. Perusahaan dalam pembukuannya belum mencatat hasil jasa giro tersebut, karena baru mengetahui jumlahnya di bulan berikutnya.

Untuk tujuan rekonsiliasi atas saldo cash in bank dimana jasa giro dihasilkan, maka perusahaan dalam pembukuannya (lewat jurnal koreksi) akan menambah saldo cash in bank menurut catatan perusahaan agar supaya sama dengan catatan bank. Jadi dalam hal ini pihak bank-lah yang pertama kali mengetahui terlebih dahulu dan mengkredit jumlah jasa giro tersebut ke dalam rekening perusahaan, sehingga untuk kecocokan saldo maka pihak perusahaan-lah yang dalam pembukuannya harus mengoreksi saldo cash in bank catatannya. Caranya adalah dengan mendebit akun cash in bank dan mengkredit akun pendapatan bunga sebesar jasa giro yang diperoleh.

  • Bank Service Charges (biaya jasa bank) yang belum dicatat dalam jurnal atau pembukuan perusahaan.

Biaya-biaya ini meliputi biaya administrasi, biaya kliring, biaya penagihan piutang lewat bank, biaya cetak buku cek, dan biaya lainnya yang dibebankan ke rekening nasabah sehubungan dengan pemanfaatan fasilitas atau jasa yang diberikan bank.

Perusahaan biasanya baru akan mengetahui besarnya biaya administrasi bulan berjalan pada awal bulan berikutnya, yaitu pada saat perusahaan menerima rekening koran atas bulan yang telah lewat (bulan dimana biaya administrasi dibebankan). Hal ini berarti bahwa dalam bulan dimana biaya administrasi tersebut dibebankan, telah terjadi perbedaan saldo cash in bank antara menurut catatan bank dengan menurut catatan perusahaan. Perusahaan dalam pembukuannya belum mencatat besarnya biaya administrasi tersebut, karena baru mengetahui jumlahnya di bulan berikutnya.

Untuk tujuan rekonsiliasi atas saldo cash in bank dimana biaya administrasi dibebankan, maka perusahaan dalam pembukuannya (lewat jurnal koreksi) akan mengurangi saldo cash in bank menurut catatan perusahaan agar supaya sama dengan catatan bank. Jadi dalam hal ini pihak bank-lah yang pertama kali mengetahui terlebih dahulu dan mendebit jumlah biaya administrasi tersebut ke dalam rekening perusahaan, sehingga untuk kecocokkan saldo maka pihak perusahaan-lah yang dalam pembukuannya harus mengoreksi saldo cash in bank catatanya. Caranya adalah dengan mendebit akun beban administrasi lainnya dan mengkredit akun cash in bank sebesar biaya administrasi yang dibebankan.

  • Error in Recording (kesalahan dalam pencatatan).

Kesalahan dalam pencatatan bisa saja terjadi baik dilakukan oleh bank maupun perusahaan. Perusahaan hanya akan membuat jurnal koreksi dalam pembukuannya, apabila kesalahan pencatatan dilakukan oleh pihak perusahaan sendiri. Untuk tujuan rekonsiliasi bank, jika jumlah tertentu telah salah dicatat oleh perusahaan, maka selisih jumlah kesalahan tersebut seharusnya ditambahkan atau dikurangi dari saldo cash in bank menurut catatan perusahaan, disertai dengan pembuatan jurnal koreksi. Demikian juga jika jumlah tertentu telah salah (keliru) dicatat oleh bank, maka selisih jumlah kesalahan tersebut seharusnya ditambahkan atau dikurangkan dari saldo cash in bank menurut catatan bank, tanpa perlu membuat jurnal koreksi dalam pembukuan perusahaan.

Disarikan dari buku: 225 Soal-Jawab Akuntansi Dasar, Penulis: Hery, S.E., M.Si, Halaman: 76-81.

    Cetak       Email

1 Comment

  1. novhha berkata:

    hmm,,
    kalo yang di ke jurnal penyesuaian’in itu hanya yang hasil kas perusahaan setelah rekonsiliasi kan ?? yang bank engga //

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Kampanye Dengan Uang Haram (2/2)

Selengkapnya →