Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Penyiapan Transaksi

Oleh   /   Rabu 1 Oktober 2014  /   Tidak ada komentar

Aktivitas penyiapan transaksi sangat penting karena penyiapan transaksi yang buruk akan menghasilkan input yang buruk, dan menyebabkan proses-proses selanjutnya menghasilkan informasi keuangan yang tidak andal dan tidak relavan.

keuanganLSM

Penyiapan Transaksi

Aktivitas pertama yang terkait dengan siklus akuntansi perioda berjalan adalah penyiapan transaksi, yang meliputi fungsi pengidentifikasian transaksi dan pengukuran transaksi. Berlandaskan pada PABU (Prinsip-prinsip Akuntansi Berterima Umum) unit moneter maka transaksi diukur dalam satuan moneter (uang), yaitu nilai rupiah (Indonesia). Peristiwa bisnis memenuhi kriteria sebagai transaksi jika peristiwa tersebut bersifat keuangan dan mempengaruhi dua atau lebih akun. Untuk kepentingan akuntansi, transaksi lazimnya direkam ke dalam dokumen yang disebut bukti transaksi. Selanjutnya transaksi harus diukur menggunakan satuan moneter. Terdapat 2 (dua) tipe pengukuran, yaitu 1) pengukuran untuk perhitungan nilai moneter dimana pengukuran dilakukan terhadap transaksi-transaksi yang terjadi selama perioda berjalan, dan 2) pengukuran untuk penetapan nilai moneter dimana pengukuran dilakukan terhadap transaksi-transaksi yang dimunculkan untuk kepentingan penyusunan laporan keuangan (pada akhir perioda). Pabu: Unit Moneter Dewasa ini uang merupakan alat pembayaran utama di banyak Negara. Berbagai jenis peristiwa bisnis yang terjadi melibatkan uang sebagai pertukaran. Oleh karena akuntansi menyajikan informasi keuangan maka akuntansi menggunakan satuan moneter untuk penyajian informasinya. Penggunaan satuan moneter menjadikan informasi akuntansi dapat digabungkan dan dibandingkan untuk memberi gambaran yang komprehensif tentang perusahaan. Oleh karena itu, akuntansi berdasarkan dari pada PABU yang disebut unit moneter (monetary unit). Di Indonesia, satuan moneter yang berlaku adalah nilai rupiah (RP). siklu akuntansi perioda berjalan

Siklus Akuntansi Perioda Berjalan

Selama perioda berjalan, siklus akuntansi terdiri dari urutan aktivitas sebagai berikut: Penyiapan transaksi; yang terdiri dari:

  • Fungsi pengidentifikasian transaksi
  • Fungsi pengukuran transaksi

Pencatatan transaksi, yang terdiri dari:

  • Fungsi penjualan, dan
  • Fungsi pemindahan-bukuan

Aktivitas penyiapan transaksi sangat penting karena penyiapan transaksi yang buruk akan menghasilkan input yang buruk, dan menyebabkan proses-proses selanjutnya menghasilkan informasi keuangan yang tidak andal dan tidak relavan.

Disarikan dari buku: Akuntansi itu Ternyata Logis dan Mudah, Penulis: Dr. Sony Warsosno, MAFIS, Akuntan, Arif Darmawan, SE, M. Arsyadi Ridha, SE, Hal: 71-73.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Definisi Dapat Diandalkan

Selengkapnya →