Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Penyusutan Aset Tetap (Depresiasi) menurut Pajak

Oleh   /   Senin 4 Maret 2013  /   9 Komentar

Menurut Undang-undang Pajak Penghasilan, penyusutan atau deperesiasi merupakan konsep alokasi harga perolehan harta tetap berwujud. Untuk menghitung besarnya penyusutan harta tetap berwujud dibagi menjadi dua golongan.

keuanganLSM

Penyusutan Aset Tetap (Depresiasi) menurut Pajak

Menurut Undang-undang Pajak Penghasilan, penyusutan atau deperesiasi merupakan konsep alokasi harga perolehan harta tetap berwujud. Untuk menghitung besarnya penyusutan harta tetap berwujud dibagi menjadi dua golongan, yaitu:

  1. Harta berwujud yang bukan berupa bangunan.
  2. Harta berwujud yang berupa bangunan.

Harta berwujud yang bukan bangunan terdiri dari empat kelompok, yaitu:

  1. Kelompok 1: kelompok harta berwujud bukan bangunan yang mempunyai masa manfaat 4 tahun.
  2. Kelompok 2: kelompok harta terwujud bukan bangunan yang mempunyai masa manfaat 8 tahun.
  3. Kelompok 3: kelompok harta terwujud bukan bangunan yang mempunyai masa manfaat 16 tahun.
  4. Kelompok 4: kelompok harta terwujud bukan bangunan yang mempunyai masa manfaat 20 tahun.

Harta terwujud yang berupa bangunan dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Permanen: masa manfaatnya 20 tahun.
  2. Tidak permanen: bangunan yang bersifat sementara, terbuat dari bahan yang tidak tahan lama, atau bangunan yang dapat dipindah-pindahkan. Masa manfaatnya tidak lebih dari 10 tahun.

Metode penyusutan yang dipergunakan adalah metode garis lurus (straight line method) dan metode saldo menurun (declining balance method).

Wajib pajak diperkenankan untuk memilih salah satu metode untuk melakukan penyusutan. Metode garis lurus diperkenankan dipergunakan untuk semua kelompok harta tetap terwujud. Sedangkan metode saldo menurun hanya diperkenankan digunakan untuk kelompok harta berwujud bukan bangunan saja.

Tabel berikut menggambarkan kelompok harta berwujud, metode, serta tarif penyusutannya:

KELOMPOK HARTA BERWUJUD MASA MANFAAT TARIF DEPRESIASI
GARIS LURUS SALDO MENURUN
I.  Bukan Bangunan
Kelompok 1 4 tahun 25% 50%
Kelompok 2 8 tahun 12,5% 25%
Kelompok 3 16 tahun 6,25% 12,5%
Kelompok 4 20 tahun 5% 10%
II.  Bangunan
Permanen 20 tahun 5%
Tidak Permanen 10 tahun 10%

Saat penyusutan dapat dimulai pada:

  1. Bulan dilakukan pengeluaran.
  2. Untuk harta yang masih dalam pengerjaan, penyusutannya dimulai pada bulan pengerjaan harta tersebut selesai.
  3. Dengan ijin Direktur Jenderal pajak, penyusutan dapat dimulai pada bulan harta berwujud mulai digunakan untuk mendapatkan, menagih, dan memelihara penghasilan atau pada bulan harta tersebut mulai menghasilkan.

Contoh Penghitungan :

PT Agri Jaya pada bulan Juli 2009 membeli sebuah alat pertanian yang mempunyai masa manfaat 4 tahun seharga sebesar Rp 1.000.000. Penghitungan penyusutan atas harta tersebut adalah sebagai berikut:

Alternatif I: Metode Garis Lurus:

Penyusutan tahun 2009: 7/12 x 25%  Rp 1.000.000 = Rp 125.000
Penyusutan tahun 2010: 25% x Rp 1.000.000 = Rp 250.000
Penyusutan tahun 1011: 25% x Rp 1.000.000 = Rp 250.000
Penyusutan tahun 1012: 25% x Rp 1.000.000 = Rp 250.000
Penyusutan tahun 1013: Sisanya disusutkan sekaligus = Rp 125.000

Alternatif II: Metode Saldo Menurun:

Penyusutan tahun 2009: 7/12 x 50%  Rp 1.000.000 = Rp 250.000
Penyusutan tahun 2010: 50% x (Rp 1.000.000 – Rp 250.000) = 50% x Rp 750.000 = Rp 375.000
Penyusutan tahun 2011: 50% x (Rp 750.000 – Rp 375.000) = 50% x Rp 375.000 = Rp 187.500
Penyusutan tahun 2012: 50% x (Rp 375.000 – Rp 187.500) = 50% x Rp 187.500 = Rp 93.750
Penyusutan tahun 2013: Sisanya disusutkan sekaligus = Rp 93.750

Disarikan dari Perpajakan Edisi Revisi 2009, Prof. Dr. Mardiasmo, MBA., Ak.

    Cetak       Email

9 Comments

  1. Triyadi berkata:

    Bagaimana cara membetulkan jika ternyata Di tahun sebelumnya kita SALAH dalam menghitung penyusutan, karena salah kelompok harta Dan juga salah tarif penyusutan. metode yg dipakai saldo menurun. Terima kasih.

  2. ariani berkata:

    Maaf Pak saya ingin bertanya, Penyusutan pertama 6/12 x 25%.
    Untuk 6/12 itu didapatkan darimana pak? atau memang sudah rumus?
    Mohon dibantu pak?

  3. Webadmin berkata:

    Dear Ariani

    Saudara Ariani, bisa mengunjungi link dibawah ini:
    http://keuanganlsm.com/metode-penyusutan/
    http://keuanganlsm.com/penyusutan-kelompok-metode-dan-tarif-penyusutan/

    Atas pertanyaan yang diajukan saudara Ariani, semoga informasi ini bermanfaat.

    Salam,
    Admin keuanganLSM

  4. zaenu asrofi berkata:

    Jika bangunan berstatus sewa dengan masa sewa 5th, apakah di kelompokkan ke kelompok 1 atau 2? mengingat menurut SAK di susutkan selama 5th sedangkan opsi pada pajak hanya 4 th dan 8 th?

  5. Yogi Marsahala berkata:

    Penyusutan menurut perpajakan dibagi menjadi 4 kelompok tarif penyusutan

  6. syifa berkata:

    Kalau 5 tahun dgn metode garis lurus tarifnya berapa? Apakah 100% ÷ 5 = 20% ?

  7. sulaiman berkata:

    Itu seharusnya 7/12 kan kok malah ditulis 6/12 kan bulan pengeluarannya bulan juli. Sedangkan juli bulan ke 7

  8. amiroh berkata:

    Harusnya 6/12 kan yaa,,
    bukan 7/12, bulan pengeluarannya bulan Juli

  9. Putri berkata:

    Bagaimana cara menghitung penyusutan untuk aset campuran?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Tahapan Penyusunan Anggaran Desa

Selengkapnya →