Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Peran Koperasi Pedagang Pasar Perlu Diperkuat

Oleh   /   Rabu 14 Oktober 2015  /   Tidak ada komentar

Pemerintah perlu menata dan memperkuat peran koperasi di pasar untuk meningkatkan perekonomian para pedagang di pasar. Selama ini, banyak koperasi di pasar rakyat atau pasar tradisional yang mati suri.

Peran Koperasi Pedagang Pasar Perlu Diperkuat1

Peran Koperasi Pedagang Pasar Perlu Diperkuat1

Sumber: Kompas, 28 Juli 2015.

Pemerintah perlu menata dan memperkuat peran koperasi di pasar untuk meningkatkan perekonomian para pedagang di pasar. Selama ini, banyak koperasi di pasar rakyat atau pasar tradisional yang mati suri. Selain itu, koperasi itu dimanfaatkan segelintir orang untuk mencari keuntungan dari para pedagang.

“Tidak banyak pedagang pasar memanfaatkan koperasi pedagang pasar. Banyak pedagang yang justru lebih memilih (rentenir) dan pada akhirnya terjerat rentenir,” kata Ketua Umum Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Suroto, di Jakarta, Senin (27/7).

Pernyataan itu terkait dengan rencana pemerintah, yaitu Kementerian Perdagangan (Kemendag) membenahi koperasi di pasar rakyat. Rencana itu bersamaan dengan upaya pemerintah mengendalikan harga bahan pokok di pasar rakyat dengan menempatkan Bulog di pasar.

Menurut Suroto, koperasi pedagang pasar (koppas) dapat memainkan beberapa peran penting. Koperasi itu dapat berfungsi membuka simpanan dan memberikan pinjaman bagi para pedagang. Koperasi itu juga bisa berperan sebagai penyalur bahan pokok dan pinjaman modal lunak dari pemerintah.

Selain itu, koppas dapat pula menjadi jembatan pemasaran produk-produk industri rumah tangga olahan sektor pertanian dan perikanan. “Agar dapat berperan seperti itu, koperasi itu harus dikembalikan kepada pengelolaan sesuai dengan prinsip atau asas koperasi. Kelembagaan atau organisasi koppas juga harus dibenahi,” kata Suroto.

Perum Bulog pernah menggandeng koppas untuk menyalurkan gula kristal putih (GKP). Pada 25 November 2008, pemerintah menunjuk PT Rajawali Nusantara Indonesia (PT RNI), lima PT Perkebunan Nusantara (PTPN), dan Perum Bulog sebagai agen pemasaran GKP. GKP yang disalurkan melalui koppas waktu itu sebanyak 282.000 ton GKP. “Saat ini, hal itu sudah tidak pernah dilakukan lagi. Padahal, upaya itu bagus untuk dilanjutkan untuk menjaga stabilitas harga gula,” kata Suroto.

Berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM pada 2014 terdapat 209.488 koperasi di Indonesia. Dari jumlah itu, sebanyak 147.249 koperasi masih aktif dan 62.239 koperasi tidak aktif. Jumlah koppas yang tercatat pada 2009 sebanyak 13.657 koperasi.

Matangkan

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Srie Agustina mengaku, Kemendag bersama dengan kementerian terkait tengah mematangkan rencana penempatan Bulog di pasar rakyat. Bulog akan disediakan gerai di pasar-pasar yang telah direvitalisasi.

Tujuannya, mengembalikan Bulog sebagai stabilitator harga dan penjaga stok bahan pokok. Apabila harga bahan pokok di pasar tersebut tinggi, Bulog akan menjual bahan pokok itu melalui pedagang kecil. “Menurut rencana, ada tiga pasar yang akan dijadikan sebagai percontohan, yaitu Pasar Kramatjati, Pasar Klender, dan Pasar Senen,” kata Srie.

Kebijakan itu juga bertujuan mengembalikan fungsi pasar rakyat. Pasar harus bisa berperan sebagai penyedia kebutuhan pokok dengan harga terjangkau bagi masyarakat dan meningkatkan ekonomi pedagang.

Menurut rencana, akan ada 5.000 pasar yang akan direvitalisasi dan dibangun pada 2015-2019. Dengan demikian, nantinya akan ada 5.000 Bulog dan koperasi yang bakal ditempatkan dan diperkuat.

Saat memperingati Hari Koperasi Ke-68, Wakil Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan, keberadaan koperasi jangan hanya menjadi stempel dan papan nama. Koperasi harus benar-benar berwujud kegiatan dan usaha bersama. Dengan usaha bersama itu, koperasi akan jadi besar sehingga mampu menghadapi persaingan pasar (Kompas, 13/7).

Kontribusi koperasi di Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada 2014 hanya 2 persen dari total PDB. Meskipun banyak, peran koperasi sangat minim. Sebagian besar bergerak di bidang pelayanan simpan pinjam. (HEN)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →