Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita Media  >  Artikel saat ini

Peran Koperasi UKM agar Ditingkatkan

Oleh   /   Rabu 26 Desember 2012  /   Tidak ada komentar

Hasil studi yang dilakukan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) pada 2006 menunjukkan daya saing UMKM di sejumlah anggotanya, menempatkan posisi Indonesia pada level paling rendah disebabkan hambatan yang merintangi upaya UMKM dalam melakukan ekspor barang dan jasa.

keuangan LSM

Kementerian Koperasi dan UKM mendorong peningkatan peran 55 juta pelaku usaha skala kecil dan menengah serta 192.000 koperasi dalam pengembangan perekonomian.

Sumber: Depkop, Selasa, 06 November 2012.

Jakarta – Kementerian Koperasi dan UKM mendorong peningkatan peran 55 juta pelaku usaha skala kecil dan menengah serta 192.000 koperasi dalam pengembangan perekonomian.

Neddy Rafinaldy Halim, Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan UKM, mengatakan pelaku koperasi dan usaha kecil menengah (KUKM) harus mampu meningkatkan kontribusinya terhadap perekonomian.

“Kami selenggarakan roundtable discussion dengan harapan bisa menghasilkan solusi dan tips meningkatkan kembali ekspor dari sektor riil atau nonmigas,” katanya di Jakarta, Senin (5/11).

Dia menuturkan kelesuan pasar Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa semakin terasa bagi pengapalan produk dari Indonesia. Krisis di kawasan itu ikut menekan daya saing produk furnitur yang masih dibebani dengan kebijakan pengamanan perdagangan dari negara importir.

Tulus Tambunan, peneliti Center for Industry SME and Business Competition Studies Universitas Trisakti, mengatakan pangsa pasar usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) relatif kecil dibandingkan dengan jumlah pelaku usaha sektor riil saat ini.

“Total ekspor UMKM memang terusbertambah, kecuali pada 2009 yang mengalami penurunan seiring dengan melemahnya nilai ekspor nasional. Pada 2010 misalnya mencapai Rp175,89 triliun atau 15,81% dari total ekspor nonmigas,” ujarnya.

Hasil studi yang dilakukan Asia Pacific Economic Cooperation (APEC) pada 2006 menunjukkan daya saing UMKM di sejumlah anggotanya, menempatkan posisi Indonesia pada level paling rendah.

Survei tersebut menunjukkan daya saing yang rendah disebabkan hambatan yang merintangi upaya UMKM dalam melakukan ekspor barang dan jasa.

Hambatan tersebut al akses bahan baku, akses modal kerja, akses pendanaan perdagangan, akses informasi pasar, teknologi, dan kemampuan SDM.

Anggota Komite Ekonomi Nasional (KEN) Sandiaga Uno beberapa waktu lalu menyebutkan pengembangan UKM di Indonesia terhambat oleh kebijakan dan koordinasi yang rendah.

Dia menuturkan pada saat ini terdapat 26 kementerian dan lembaga pemerintah yang memiliki program pengembangan UMKM. Namun, sebagian besar program masih terpaku pada insentif dan bantuan yang dinilai tidak efektif mendorong pelaku UMKM naik kelas ke strata berikutnya. Mulia ginting Muthe).

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →