Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Perbandingan Metode Penyusutan Aktiva Tetap

Oleh   /   Selasa 16 Juli 2013  /   Tidak ada komentar

Metode saldo menurun ganda menghasilkan perhitungan alokasi jumlah penyusutan yang lebih tinggi pada tahun pertama penggunaan aset tetap, diikuti dengan jumlah yang menurun secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.

keuanganLSM

Perbandingan Metode Penyusutan Aktiva Tetap

Tiga metode yang paling sering digunakan dalam penyusutan aktiva tetap adalah :

  1. Metode garis lurus,
  2. Metode unit produksi, dan
  3. Metode saldo menurun ganda.

Perbandingan di antara ketiga metode penyusutan tersebut disajikan dalam matrikulasi perbandingan sebagai berikut:

Metode Masa Manfaat Biaya yang dapat Disusutkan Tingkat Penyusutan Beban Penyusutan
Garis lurus Tahun Biaya perolehan dikurangi nilai residu tingkat garis lurus = 1/masa manfaat Konstan
Unit produksi Jumlah estimasi unit produksi Biaya perolehan dikurangi nilai residu (biaya perolehan – nilai residu) /jumlah estimasi unit produksi Variabel
Saldo menurun ganda Tahun Nilai buku menurun, tetapi tidak di bawah nilai residu tingkat garis lurus X 2 Menurun

Metode garis lurus menghasilkan perhitungan alokasi jumlah beban penyusutan periodik yang sama selama masa manfaat aset tetap yang bersangkutan.

Metode unit produksi menghasilkan perhitungan alokasi jumlah beban penyusutan periodik yang berbeda-beda tergantung jumlah penggunaan asset tetap dalam produksi.

Sedangkan metode saldo menurun ganda menghasilkan perhitungan alokasi jumlah penyusutan yang lebih tinggi pada tahun pertama penggunaan aset tetap, diikuti dengan jumlah yang menurun secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.

Saldo menurun ganda sering disebut metode penyusutan yang dipercepat (accelerated depreciation method). Metode ini sering kali digunakan dengan pertimbangan bahwa biaya pemeliharaan dan perbaikan asset tetap akan cenderung meningkat dengan bertambahnya usia aset tetap.

Oleh karena itu, berkurangnya jumlah penyusutan pada tahun-tahun berikutnya dalam metode ini akan diimbangi dengan peningkatan beban pemeliharaan dan perbaikan, seperti contoh grafik berikut:

Perbandingan biaya penyusutan metode garis lurus dan metode saldo menurun ganda disajikan sebagai berikut, dengan asumsi nilai perolehan aset sebesar Rp 10 juta dengan nilai sisa pada akhir tahun keempat sebesar Rp 1 juta. Maka depreciable cost atau biaya perolehan aset tetap yang dapat disusutkan adalah sebesar Rp 9 juta.

Th Penyusutan Metode Garis Lurus Penyusutan Metode Saldo Menurun Ganda Nilai Buku Akhir Tahun Metode Garis Lurus Nilai Buku Akhir Tahun Metode Saldo Menurun Ganda
1 2.250.000 5.000.000 7.750.000 5.000.000
2 2.250.000 2.500.000 5.500.000 2.500.000
3 2.250.000 1.250.000 3.250.000 1.250.000
4 2.250.000 250.000 1.000.000 1.000.000
    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →