Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Perbedaan Beban Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan

Oleh   /   Jumat 10 Januari 2014  /   2 Komentar

Sifat beban penyusutan tidak berbeda dengan beban yang mengakui pemanfaatan atas premi asuransi ataupun sewa yang dibayar dimuka selama periode berjalan. Beban penyusutan merupakan beban yang tidak memerlukan pengeluaran uang kas (non cash outlay expence).

keuanganLSM

Perbedaan Beban Penyusutan dan Akumulasi Penyusutan

Beban penyusutan adalah pengakuan atas penggunaan manfaat potensial dari suatu aktiva. Sifat beban penyusutan secara konsep tidak berbeda dengan beban yang mengakui pemanfaatan atas premi asuransi ataupun sewa yang dibayar dimuka selama periode berjalan. Beban penyusutan merupakan beban yang tidak memerlukan pengeluaran uang kas (non cash outlay expence). Alokasi harga perolehan aktiva tetap dilakukan dengan cara mendebet akun beban penyusutan dan mengkredit akun akumulasi penyusutan. Akun beban penyusutan akan tampak dalam laporan laba rugi, sedangkan akun akumulasi penyusutan akan terlihat dalam neraca.

Beban penyusutan adalah pengakuan atas penggunaan manfaat potensial dari suatu aktiva. Akumulasi penyusutan merupakan kumpulan dari beban penyusutan periodik. Akun beban penyusutan akan tampak dalam laporan laba rugi, sedangkan akun akumulasi penyusutan akan terlihat dalam neraca.

Akumulasi penyusutan merupakan kumpulan dari beban penyusutan periodik. Pada akhir tahun pertama aktiva dimanfaatkan, besarnya akumulasi penyusutan adalah sama dengan besarnya beban penyusutan selama tahun pertama pemakaian. Sedangkan pada akhir tahun ke dua, besarnya akumulasi penyusutan merupakan penjumlahan antara besarnya beban penyusutan untuk tahun pertama pemakaian dengan beban penyusutan untuk tahun ke dua pemakaian, dan seterusnya. Akun akumulasi penyusutan merupakan akun pengurang (contra account) dari akun aktiva yang  bersangkutan.

Disarikan dari buku: 225 Soal-Jawaban Akuntansi Dasar, penulis: Hery, S.E., M.Si., halaman: 121 – 122.

    Cetak       Email

2 Comments

  1. Tanya : Kita membeli alat kelompok II dengan cara pembiayaan 2 thn dengan uang muka kita yang membayarkan,Invoice asli masih dipegang oleh user yang melunasi sisanya dan FP Pjk atas nama kita (perusahaan) asli kita yang pegang berikut copy Invoice Atas FP Pjk asli dgn harga full unit kita laporkan sebagai pajak masukan Jurnalnya kita buat Pembelian Aset pada Dp dan Hutang Dalam hal masuk Inventaris kita pada akhir tahun Depreasinya kita masukan sebagai beban.
    Yang Ingin pertanyakan disini : Mengapa atas Depreasi itu kita dikoreksi oleh pajak yang katanya belum boleh disusutkan kalo blm lunas/belum diakui sebagai aset karena masih belum lunas hutangnya.
    Mohon pencerahannya terima kasih.

  2. bimbi amilia berkata:

    Selamat siang saya ingin menanyakan bila dalam suatu kantor membeli suatu peralatan dan itu kemudian disusutkan berdasarkan kelompok jenis peralatan tsb, Beban Penyusutan pd (Debet) dan Akumulasi pd (Kredit), saat akhir tahun kedua yaitu pertengahan bulan 12, peralatan tersebut terjual, dan hasil penjualannya masuk ke pendapatan. Bagaimana cara penjurnalan agar bulan berikutnya peralatan tsb sudah tidak disusutkan karena sudah terjual/brg tersebut sudah tidak ada. Pndapatan pd Beban Penyusutan atau Pendapatan pd Akumulasi penyusutan, atau ada cara lain? terima kasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Kampanye Dengan Uang Haram (2/2)

Selengkapnya →