Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Investasi: Perbedaan Reksa Dana, Saham dan Obligasi

Oleh   /   Sabtu 14 Januari 2012  /   Tidak ada komentar

Untuk mengetahui bagaimana reksa dana bekerja, Anda juga perlu mengetahui perbedaan reksa dana dengan surat berharga lain seperti saham atau obligasi yang dimiliki oleh reksa dana.

keuangan LSM

Investasi: Perbedaan Reksa Dana, Saham dan Obligasi

Untuk mengetahui bagaimana reksa dana bekerja, Anda juga perlu mengetahui perbedaan reksa dana dengan surat berharga lain seperti saham atau obligasi yang dimiliki oleh reksa dana.

Saham adalah bagian kepemilikan dari sebuah perusahaan. Apabila Anda membeli saham perusahaan, Anda mendapatkan bagian kepemilikan perusahaan tersebut—walaupun dalam porsi yang kecil. Apabila penjualan perusahaan meningkat dan mendapatkan keuntungan, Anda sebagai pemilik juga ikut mendapatkan keuntungan. Keuntungan tersebut dapat berupa naiknya harga saham yang Anda miliki atau dividen yang dibayarkan sebagai bagian keuntungan yang diberikan untuk pemegang saham.

Mekanisme jual beli reksa dana, saham, obligasi, dan surat berharga lainnya diatur oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

Sementara obligasi adalah surat utang yang merupakan pinjaman sejumlah uang dari perusahaan atau pemerintah dengan janji pengembalian pada periode tertentu dan tingkat bunga tertentu pula. Obligasi juga serupa dengan saham yang dapat dijualbelikan pada pasar modal atau Bursa Efek Indonesia (BEl). Membeli obligasi berarti membeli janji pembayaran kembali beserta bunga atas pinjaman tersebut. Harga obligasi biasanya berubah menurut perubahan tingkat suku bunga,  Apabila suku bunga naik, obligasi turun harganya. Begitu pula sebaliknya. Makin lama jatuh tempo obligasi, harga obligasi makin sensitif terhadap perusahaan suku bunga. Mooy atau Standard & Poor 500 melakukan perankingan terhadap kualitas kredit (kemampuan perusahaan melunasi utangnya) perusahaan penerbit obligasi.

Reksa dana merupakan kumpulan (biasa disebut portofolio) dari beragam saham,obligasi, dan instrumen keuangan lainnya yang dipilih oleh manajer investasi berdasarkan tujuan investasi maupun kebijakan tertentu dan dana investasi yang tersedia. Tentu saja pilihan tersebut harus merupakan pilihan yang dipandang paling menguntungkan. Dalam hal ini, apabila pilihan pengelola (manajer investasi) cukup bagus dan bijaksana, investor juga akan diuntungkan. Namun sebaliknya, jika pilihan pengelola buruk, investor juga menanggung akibatnya.

Perbedaan mendasar lainnya antara reksa dana dan saham atau obligasi adalah investor reksa dana memberikan dana dan hak untuk membuat keputusan investasi pada profesional (manajer investasi). Dalam hal ini, investor reksa dana cenderung pasif dan tidak turut campur dalam pembuatan keputusan investasi. Manajer investasilah yang mengelola dana Anda dan memberikan kembali keuntungan dari investasi tersebut ke Anda. Sebaliknya, keputusan investasi dalam saham atau obligasi ada di tangan Anda sebagai investor-investor bersifat aktif dan untung atau buntung sepenuhnya Anda yang menentukan.

Mekanisme jual beli reksa dana, saham, obligasi, dan surat berharga lainnya diatur oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK). Bapepam-LK bertugas mengawasi dan melindungi kepentingan investor dari penipuan atau pencurian. Akan tetapi, naik turunnya nilai investasi Anda tidak dijamin oleh Bapepam-LK atau siapa pun. Anda bisa saja kehilangan sejumlah uang-atau dalam kasus yang sangat ekstrim: kehilangan seluruh uang Anda.

Disarikan dari buku: Panduan Singkat dan Praktis Memulai Investasi Reksadana, Penulis: Nofie Iman.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Tujuan dan Hakikat Konstitusi

Tujuan dan Hakikat Konstitusi

Selengkapnya →