Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Perkembangan SDM ke Depan

Oleh   /   Sabtu 21 Februari 2015  /   Tidak ada komentar

Perkembangan kerumitan bisnis di dunia beberapa tahun terakhir telah memunculkan berbagai pemikiran baru tentang solusi untuk masalah manusia. Dominasi departemen SDM sebagai satu-satunya departemen yang mengelola manusia telah mendapatkan tantangan.

keuanganLSM

Perkembangan SDM ke Depan

Perkembangan kerumitan bisnis di dunia beberapa tahun terakhir telah memunculkan berbagai pemikiran baru tentang solusi untuk masalah manusia. Dominasi departemen SDM sebagai satu-satunya departemen yang mengelola manusia telah mendapatkan tantangan. Di berbagai perusahaan, tugas SDM yang luas telah mulai dibagi-bagi, mulai dari administrasi, perekrutan, pengembangan sampai manajemen perubahan. Nama OD (Organization Development) yang telah banyak diadopsi oleh berbagai perusahaan juga merupakan tanda bahwa berbagai praktisi telah melihat keterbatasan nama SDM yang berfokus pada manusia.

Sebaliknya, di berbagai perusahaan yang sangat maju, sebuah trend yang unik sedang terjadi: belasan praktisi SDM yang cukup memahami bisnis organisasinya diangkat menjadi pemimpin tertinggi atau wakil pemimpin tertinggi posisi yang tadinya terbatas untuk departemen lain kini mulai diduduki oleh pakar manusia. jelaslah bahwa perusahaan-perusahaan ini menyadari betapa pentingnya peran manusia di masa depan.

Dalam buku ini, saya tidak akan membicarakan berbagai pendekatan, teori, maupun berbagai istilah yang kita singgung di atas secara mendetail. Kita membutuhkan buku lain yang akan membahas hal-hal di atas dengan lebih saksama. Saya menyinggung berbagai pendekatan di atas karena saya percaya bahwa respek pada departemen SDM sangat berhubungan dengan pendekatan SDM yang bersangkutan terhadap masalah manusia di perusahaannya.

Saya juga mengamati bahwa teori-teori di atas tidak berlaku secara statis. Karyawan yang tadinya sesuai dengan gambaran teori Y di sebuah organisasi bisa menjadi karyawan bertipe teori C di organisasi yang lain. Oleh karena itu, departemen SDM perlu terus-menerus melakukan refleksi diri apakah praktik yang ada di perusahaan mereka saat ini memang sudah sesuai bagi kebutuhan perusahaan. Berhubung hanya para pemimpin SDM yang mengetahui praktik manajemen SDM, mereka perlu memiliki keberanian untuk menjual pemikiran baru dan melaksanakannya bila situasi memang menuntut demikian.

Di sini mungkin saat yang tepat untuk menggarisbawahi kepercayaan saya akan pentingnya teori. Karena manusia adalah objek yang luar biasa luas, saya percaya bahwa SDM dan organisasi membutuhkan berbagai teori yang ampuh yang akhirnya akan membentuk sebuah pendekatan paling efektif untuk menciptakan manusia yang unggul dan utuh. Oleh karena itu, dalam buku ini saya akan menyinggung berbagai prinsip tentang manusia yang saya anggap penting untuk dikenal oleh para praktisi SDM.

“Berbagai Alasan Yang Membuat Orang Tidak Menyukai Departemen Sdm!”

BENARKAH banyak orang membenci departemen SDM? Saya rasa jawabannya TIDAK. Tapi kalau pertanyaannya adalah: “Benarkah banyak orang pernah punya pengalaman buruk dan merasa jengkel pada orang departemen SDM?” maka jawabannya YA. Pengalaman pribadi dan pengalaman berbagai orang serta komentar mereka di halaman-halaman mendatang akan meyakinkan kita bahwa banyak hal yang masih dapat dibenahi oleh departemen SDM, baik pemimpin maupun anak buahnya.

Apa saja yang menimbulkan kejengkelan orang non-SDM pada departemen ini? Ada banyak hal, dan salah satunya adalah persepsi bahwa kontribusi orang-orang SDM sangat minim dibandingkan dengan kekuasaan yang mereka miliki. Beberapa komentar lain mengatakan orang SDM pelayanannya kurang cepat, kurang ramah, kurang peduli dan segala kurang lainnya.

Apakah semua tuduhan itu benar? Untunglah jawabannya “belum tentu!” Bahkan, di beberapa perusahaan yang bagus, SDM benar-benar menjadi departemen yang merupakan pilar penting bagi kesuksesan perusahaan. Buku ini akan menjelajahi berbagai alasan yang membuat orang tidak menyukai departemen SDM, dilengkapi dengan contoh-contohnya. Pembaca boleh menilai sendiri apakah mereka menyetujui komentar-komentar dan pendapat para karyawan yang dicantumkan di sini. Komentar para pembaca juga sangat kami harapkan untuk semakin memperkaya ulasan-ulasan berikutnya seputar dunia manajemen SDM. Untuk pembaca yang ingin memberikan komentar, silakan berkunjung ke website kami: www.redpiramid.biz. Komentar yang mencerahkan akan mendapatkan special gift dan dimuat pada buku-buku manajemen SDM selanjutnya yang akan kami terbitkan.

Disarikan dari buku: Mengapa Departemen SDM Dibenci?, Penulis: Steve Sudjatmiko, Hal:7-9.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Definisi Dapat Diandalkan

Selengkapnya →