Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel Terbaru  >  Artikel saat ini

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 24 Imbalan Kerja

Oleh   /   Senin 27 Oktober 2014  /   Tidak ada komentar

SAK 24 harus dibaca dalam konteks tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan.

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 24 Imbalan Kerja

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 24 Imbalan Kerja

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan 24: Imbalan Kerja terdiri dari paragraf 01-173. Seluruh paragraf dalam PSAK ini memiliki kekuatan mengatur yang sama. Paragraf yang dicetak dengan huruf tebal dan miring mengatur prinsip-prinsip utama. PSAK 24 harus dibaca dalam konteks tujuan pengaturan dan Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan. PSAK 25: Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi dan Kesalahan memberikan dasar untuk memilih dan menerapkan kebijakan akuntansi ketika tidak ada panduan yang eksplisit. Pernyataan ini tidak wajib diterapkan untuk unsur-unsur yang tidak material.

Tujuan

01. Pernyataan ini bertujuan mengatur akuntansi dan pengungkapan imbalan kerja. Pernyataan ini mensyaratkan entitas untuk mengakui:

  • liabilitas jika pekerja telah memberikan jasanya dan berhak memperoleh imbalan kerja yang akan dibayarkan di masa depan; dan
  • beban jika entitas menikmati manfaat ekonomi yang dihasilkan dari jasa yang diberikan oleh pekerja yang berhak memperoleh imbalan kerja.

Ruang Lingkup

02. Pernyataan ini diterapkan oleh pemberi kerja untuk akuntansi seluruh imbalan kerja, kecuali hal-hal yang telah diatur dalam PSAK 53: Pembayaran Berbasis Saham.

03. Pernyataan ini tidak mengatur pelaporan oleh program imbalan kerja (lihat PSAK 18: Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya)

04. Pernyataan ini diterapkan untuk seluruh imbalan kerja, termasuk yang diberikan:

  • berdasarkan program formal atau perjanjian formal lain antara entitas dan pekerja individual, serikat pekerja, atau perwakilan pekerja;
  • berdasarkan peraturan perundang-undangan atau peraturan industri yang mana entitas diwajibkan untuk ikut serta pada program nasional, industri, atau program multipemberi kerja lain; atau
  • oleh praktik informal yang menimbulkan kewajiban konstruktif. Praktik informal akan menimbulkan kewajiban konstruktif jika entitas tidak memiliki alternatif realistis selain membayar imbalan kerja. Contoh kewajiban konstruktif adalah situasi di mana perubahan praktik informal entitas akan mengakibatkan kerusakan yang tidak dapat diterima dalam hubungan antara entitas dengan pekerjanya.

05. Imbalan kerja mencakup:
(a) imbalan kerja jangka pendek, seperti berikut ini, jika diharapkan akan diselesaikan seluruhnya sebelum dua belas bulan setelah akhir periode pelaporan tahunan di mana pekerja memberikan jasa terkait:

  • upah, gaji, dan iuran jaminan sosial;
  • cuti tahunan berbayar dan cuti sakit berbayar,
  • bagi laba dan bonus; dan
  • imbalan nonmoneter (seperti fasilitas pelayanan kesehatan, rumah, mobil, dan barang atau jasa yang diberikan secara cuma-cuma atau melalui subsidi) untuk pekerja yang ada saat ini;

(b) imbalan pascakerja, seperti berikut ini:

  • imbalan purnakarya (contohnya pensiun dan pembayaran sekaligus pada purnakarya); dan
  • imbalan pascakerja lain, seperti asuransi jiwa pascakerja, dan fasilitas pelayanan kesehatan pascakerja;

(c) imbalan kerja jangka panjang lain, seperti berikut ini:

  • cuti berbayar jangka panjang seperti cuti besar atau cuti sabatikal;
  • penghargaan masa kerja (jubilee) atau imbalan jasa jangka panjang lain; dan
  • imbalan cacat permanen;

(d) pesangon.

06. Imbalan kerja meliputi imbalan yang diberikan kepada pekerja atau tanggungannya atau penerima manfaat dan dapat diselesaikan dengan pembayaran (atau dengan penyediaan barang atau jasa), baik secara langsung kepada pekerja, suami/istri mereka, anak-anak atau tanggungan lain, atau kepada pihak lain, seperti perusahaan asuransi.

07. Pekerja dapat memberikan jasanya kepada entitas secara penuh waktu, paruh waktu, permanen, atau sistem kontrak. Untuk memenuhi tujuan Pernyataan ini, yang dimaksud dengan pekerja adalah seluruh pekerja, termasuk direktur dan personil manajemen lain.

Definisi

08. Berikut adalah istilah yang digunakan dalam Pernyataanini:

Definisi Imbalan Kerja

Imbalan kerja adalah seluruh bentuk imbalan yang diberikan suatu entitas dalam pertukaran atas jasa yang diberikan oleh pekerja atau untuk pemutusan kontrak kerja.

Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja (selain dari pesangon). yang diharapkan akan diselesaikan seluruhnya sebelum dua belas bulan setelah akhir periode pelaporan tahunan saat pekerja memberikan jasa terkait.

Imbalan pascakerja adalah imbalan kerja (selain pesangon dan imbalan kerja jangka pendek) yang terutang setelah pekerja menyelesaikan kontrak kerja.

Imbalan kerja jangka panjang lain adalah imbalan kerja selain imbalan kerja jangka pendek, imbalan pascakerja, dan pesangon.

Imbalan pemutusan (Pesangon) adalah imbalan yang diberikan dalam pertukaran atas pemutusan kontrak kerja dengan pekerja sebagai akibat dari:

  • keputusan entitas untuk memberhentikan pekerja sebelum usia purnakarya normal; atau
  • keputusan pekerja menerima sebuah tawaran imbalan sebagai pertukaran atas terminasi kontrak kerja

Definisi Terkait dengan Klasifikasi Program

Program imbalan pascakerja adalah pengaturan formal atau informal dimana entitas memberikan imbalan pascakerja bagi satu atau lebih pekerja.

Program iuran pasti adalah program imbalan pascakerja dimana entitas membayar iuran tetap kepada entitas terpisah (dana) dan tidak memiliki kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif untuk membayar iuran lebih lanjut jika dana tersebut tidak memiliki aset yang cukup untuk membayar seluruh imbalan kerja terkait dengan jasa yang diberikan oleh pekerja pada periode berjalan dan periode sebelumnya.

Program imbalan pasti adalah program imbalan pascakerja yang bukan merupakan program iuran pasti.

Program multipemberi kerja adalah program iuran pasti atau program imbalan pasti (selain program nasional jaminan sosial) yang:

  • menyatukan aset yang dikontribusi dari beberapa entitas yang tidak sepengendali; dan
  • menggunakan aset tersebut untuk memberikan imbalan kepada para pekerja dari lebih satu entitas, dengan dasar bahwa tingkat iuran dan imbalan ditentukan tanpa memperhatikan identitas entitas mempekerjakan pekerja tersebut.

Definisi Terkait dengan Liabilitas (aset) Imbalan Pasti Neto

Liabilitas (aset) imbalan pasti neto adalah defisit atau surplus, yang disesuaikan untuk setiap dampak atas pembatasan aset imbalan pasti neto ke batas atas aset.

Defisit atau surplus adalah:

  • Nilai kini dari kewajiban imbalan pasti dikurangi
  • Nilai wajar dari aset program (jika ada).

Batas atas aset adalah nilai kini dari manfaat ekonomis yang tersedia dalam bentuk pengembalian dana dari program atau pengurangan kontribusi masa depan untuk program tersebut.

Nilai kini kewajiban imbalan pasti adalah nilai kini dari pembayaran masa depan yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban atas jasa pekerja periode berjalan dan periode-periode lalu. Nilai kini dalam perhitungan tersebut tidak dikurangi dengan aset program.

Aset program terdiri atas:

  • aset yang dimiliki oleh dana imbalan kerja jangka panjang; dan
  • polis asuransi yang memenuhi syarat.

Aset yang dimiliki oleh dana imbalan kerja jangka panjang adalah aset (selain instrumen keuangan terbitan entitas pelapor yang tidak dapat dialihkan) yang:
a) dimiliki oleh entitas (dana) yang terpisah secara hukum dari entitas pelapor dan didirikan semata-mata untuk membayar atau mendanai imbalan kerja; dan
(b) tersedia hanya digunakan untuk membayar atau mendanai imbalan kerja, tidak dapat digunakan untuk membayar utang entitas pelapor (walaupun dalam keadaan bangkrut), dan tidak dapat dikembalikan kepada entitas, kecuali dalam keadaan:

  • aset dana berlebih untuk memenuhi seluruh kewajiban imbalan kerja terkait program atau entitas pelapor; atau
  • aset dikembalikan kepada entitas pelapor untuk mengganti imbalan kerja yang telah dibayarkan oleh entitas.

Polis asuransi yang memenuhi syarat adalah polis asuransi yang dikeluarkan oleh asuradur yang bukan merupakan pihak berelasi (seperti yang dijelaskan dalam PSAK 7: Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi) dengan entitas pelapor, jika hasil polis tersebut:
(a) digunakan hanya untuk membayar atau mendanai imbalan kerja dalam program imbalan pasti; dan
(b) tidak dapat digunakan untuk membayar utang entitas pelapor (walaupun dalam keadaan bangkrut), dan tidak dapat dikembalikan kepada entitas pelapor, kecuali dalam keadaan:

  • hasil polis mencerminkan surplus aset yang tidak digunakan untuk memenuhi seluruh kewajiban imbalan kerja; atau
  • hasil polis dikembalikan ke entitas untuk mengganti imbalan kerja yang telah dibayarkan oleh entitas.

Nilai wajar adalah harga yang akan diterima untuk menjual aset atau membayar pengalihan liabilitas dalam transaksi yang teratur antara pelaku pasar pada tanggal pengukuran.

Definisi Terkait dengan Biaya Imbalan Pasti

Biaya jasa terdiri atas:

  • Biaya jasa kini, yaitu kenaikan nilai kini kewajiban imbalan pasti yang berasal dari jasa pekerja dalam periode berjalan;
  • Biaya jasa lalu, adalah perubahan nilai kini kewajiban imbalan pasti atas jasa pekerja pada periode-periode lalu, sebagai akibat dari amandemen program (pemberlakuan awal atau pembatalan, atau perubahan, program imbalan pasti) atau kurtailmen (penurunan signifikan yang dilakukan oleh entitas dalam hal jumlah pekerja yang ditanggung oleh program); dan
  • keuntungan atau kerugian atas penyelesaian.

Bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto adalah perubahan selama periode pada liabilitas (aset) imbalan pasti neto yang timbul dari berlalunya waktu.

Pengukuran kembali dari liabilitas (aset) imbalan pasti neto terdiri atas:

  • keuntungan dan kerugian aktuarial;
  • imbal hasil atas aset program, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto; dan
  • setiap perubahan atas dampak batas atas aset, tidak termasuk jumlah yang dimasukkan dalam bunga neto atas liabilitas (aset) imbalan pasti neto.

Keuntungan dan kerugian aktuaria adalah perubahan atas nilai kini dari kewajiban imbalan pasti sebagai akibat dari:

  • penyesuaian pengalaman (dampak dari perbedaan antara asumsi aktuaria sebelumnya dengan apa yang sesungguhnya telah terjadi); dan
  • pengaruh perubahan asumsi aktuaria.

Imbal hasil aset program adalah bunga, dividen, dan pendapatan lain yang berasal dari aset program, termasuk keuntungan atau kerugian aset program yang telah atau belum direalisasi, dikurangi:

  • biaya pengelolaan aset program; dan
  • pajak terutang dari program tersebut, selain pajak yang termasuk dalam asumsi aktuaria yang digunakan untuk mengukur nilai kini dari kewajiban imbalan pasti.

Penyelesaian adalah transaksi yang menghilangkan seluruh kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif lebih lanjut untuk sebagian atau seluruh imbalan yang diberikan berdasarkan suatu program imbalan pasti, selain pembayaran imbalan kepada, atau atas nama, pekerja yang diatur dalam ketentuan program dan termasuk dalam asumsi aktuaria.

Disarikan dari: Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK 24) Tentang Imbalan Kerja, Diterbitkan oleh: Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Ikatan Akuntan Indonesia), Hal: 24.1-24.6.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →