Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Persiapan Sebelum Mengisi SPT Tahunan PPh Orang Pribadi

Oleh   /   Selasa 3 April 2012  /   Tidak ada komentar

Cara pengisian SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi diisi dimulai dari halaman terakhir dan dilanjutkan ke halaman berikutnya (misalnya dari Formulir 1770 IV, dilanjutkan ke 1770 III dan seterusnya) dan terakhir halaman depan atau formulir induk.

keuanganLSM

Persiapan Sebelum Mengisi SPT Tahunan PPh Orang Pribadi

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum mengisi SPT Tahunan PPh ?

  • Bagi orang pribadi yang sumber penghasilannya hanya dari satu pemberi kerja termasuk pensiunan dengan jumlah penghasilan bruto dari pekerjaan tersebut tidak melebihi Rp 60.000.000 setahun dan tidak terdapat penghasilan lainnya kecuali penghasilan dari bunga bank dan bunga koperasi:
  1. Bukti pemotongan PPh atas penghasilan dari pekerjaan (formulir 1721 A-1/1721 A-2) dari pemberi kerja;
  2. Rekapitulasi jumlah harta dan kewajiban/ utang.
  • Bagi orang pribadi yang sumber penghasilannya diperoleh dari satu atau lebih pemberi kerja, mempunyai penghasilan dalam negeri lainnya atau mempunyai penghasilan yang dikenakan PPh final:
  1. Bukti pemotongan PPh atas penghasilan dari pekerjaan;
  2. Rincian perighasilan lainnya selain yang berasal dari pekerjaan (apabila ada);
  3. Bukti pembayaran, seperti pembayaran. Zakat yang dibayar ke Badan Amil Zakat atau lembaga Amil Zakat yang disahkan oleh Departemen Agama, atau pembayaran Fiskal Luar Negeri;
  4. Rincian harta dan kewajiban/hutang, misalnya untuk rumah dan tanah lihat SPPT PBB-nya, kendaraan Iihat BPKB-nya, dan dokumen lainya yang menunjukan kepemilikan harta.
  5. Data lainnya, seperti Daftar Susunan Keluarga.

Cara pengisian SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi diisi dimulai dari halaman terakhir dan dilanjutkan ke halaman berikutnya (misalnya dari Formulir 1770 IV, dilanjutkan ke 1770 III dan seterusnya) dan terakhir halaman depan atau formulir induk.

  • Bagi orang pribadi yang penghasilannya bersumber antara lain dari usaha dan/atau pekerjaan bebas, dan dari satu atau lebih pemberi bekerja serta penghasilan lainnya, yang menyelenggarakan pembukuan atau dengan norma penghitungan penghasilan neto:
  1. Neraca dan Laporan Laba Rugi (bagi orang pribadi yang menyelenggarakan pembukuan) atau Rekapitulasi Bulanan Peredaran Brute (bagi orang pribadi yang menyelenggarakan pencatatan);
  2. Bukti pemotongan PPh atas penghasilan yang berasal dari dalam negeri maupun luar negeri (apabila ada penghasilan yang dipotong oleh pemberi penghasilan);
  3. Rincian penghasilan selain yang berasal dari usaha dan/atau pekerjaan bebas;
  4. Bukti pembayaran, seperti pembayaran Zakat yang dibayar ke Badan Amil Zakat atau lembaga Amil Zakat yang disahkan oleh Departemen Agarna;
  5. Pembayaran Fiskal Luar Negeri;
  6. Pembayaran angsuran PPh Pasa l 25;
  7. Daftar Harta dan Kewajiban/hutang, misalnya urituk rumah dan tanah cukup melihat SPPT PBB-nya, untuk kendaraan Iihat BPKB-nya, dan dokumen lainya yang menunjukan kepemilikan harta;
  8. Data lainnya, seperti Daftar Susunan Keluarga dan Surat Pemberitahuan Penghitungan Penghasilan Neto bagi Wajib Pajak yang menggunakan norma penghitungan penghasilan neto.

Cara pengisian SPT Tahunan PPh Wajib Pajak Orang Pribadi diisi dimulai dari halaman terakhir dan dilanjutkan ke halaman berikutnya (misalnya dari Formulir 1770 IV, dilanjutkan ke 1770 III dan seterusnya) dan terakhir halaman depan atau formulir induk. Wajib Pajak atau kuasanya wajib menandatangani SPT Tahunan PPh tersebut.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Tujuan dan Hakikat Konstitusi

Tujuan dan Hakikat Konstitusi

Selengkapnya →