Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Pertimbangan-pertimbangan dalam Penetapan Tujuan Pelaporan Keuangan oleh FASB (SFAC No. 1)

Oleh   /   Jumat 22 Mei 2015  /   Tidak ada komentar

Setiap pelaku ekonomi mempunyai tanggungjawab sosial untuk ikut serta mencapai apa yang menjadi tujuan sosial ekonomik nasional.

keuanganLSM

Pertimbangan-Pertimbangan dalam Penetapan Tujuan Pelaporan Keuangan oleh FASB (SFAC No.1)

Dalam bagian 3.1., telah dibahas mengenai tujuan pelaporan keuangan menurut SFAC No. 1. Tujuan-tujuan tersebut secara ringkas dapat dinyatakan intinya seperti berikut:

  • Pelaporan keuangan harus mampu memberikan informasi yang bermanfaat bagi investor dan kreditor (sekarang/potensial) dan pemakai lain dalam membuat keputusan investasi, kredit dan keputusan lainnya secara rasional. Informasi tersebut harus mempunyai sifat mudah untuk dipahami bagi pihak-pihak yang berkeinginan memahami aktivitas usaha dan ekonomi dan bagi pihak yang sedang mempelajari informasi keuangan dengan kemauan yang cukup.
  • Pelaporan keuangan harus mampu menyediakan informasi untuk membantu investor dan kreditor (sekarang/potensial) dan lainnya dalam mengevaluasi jumlah, saat, dan ketidakpastian penerimaan kas di masa mendatang yang berasal dari dividen atau bunga dan dari penjualan, penebusan atau pelunasan surat berharga atau pinjaman. Karena aliran kas bagi investor dan kreditor berkaitan dengan aliran kas perusahaan, pelaporan keuangan harus menyajikan informasi yang dapat membantu investor, kreditor dan lainnya dalam mengevaluasi jumlah, saat dan ketidakpastian aliran kas perusahaan di masa mendatang.
  • Pelaporan keuangan harus mampu menyediakan informasi mengenai sumber-sumber ekonomi suatu perusahaan (entity), klaim terhadap sumber ekonomi (kewajiban perusahaan untuk mentransfer sumber ekonomi kepada pihak lain yang berhak dan pemilik ekuitas), dan pengaruh transaksi-transaksi, kejadian-kejadian, dan kondisi-kondisi yang mempengaruhi komposisi dan jumlah sumber-sumber ekonomi tersebut.

Tujuan pelaporan keuangan menurut SFAC No. 1 di atas ditetapkan setelah mempertimbangkan kondisi sosial ekonomik di Amerika, sehingga tujuan sosial ekonomik bisa tercermin dalam tujuan pelaporan keuangan tersebut. Tujuan sosial ekonomik suatu negara mempunyai kaitan yang sangat erat dengan aktivitas setiap pelaku ekonomi. Setiap pelaku ekonomi mempunyai tanggungjawab sosial untuk ikut serta mencapai apa yang menjadi tujuan sosial ekonomik nasional. Di samping itu tujuan sosial ekonomik suatu negara juga identik dengan sistem perekonomian yang dianut oleh negara bersangkutan, karena mekanisme perekonomian menunjukkan prioritas distribusi kemakmuran dan kesejahteraan.

Pelaporan keuangan sendiri sebenarnya bukan merupakan suatu tujuan akhir, tetapi dimaksudkan untuk menyediakan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan ekonomi dan bisnis, yang selanjutnya untuk melaksanakan pemilihan alternatif dalam menggunakan sumber-sumber yang terbatas untuk menjalankan aktivitas bisnis dan ekonomi. Dengan demikian maka penetapan tujuan pelaporan keuangan didasarkan pada kebutuhan pihak-pihak yang dituju oleh informasi tersebut. Kebutuhan pihak yang dituju oleh informasi keuangan akan sangat tergantung pada sifat aktivitas ekonomi dan pengambilan keputusan pihak pemakai laporan, yang berkarakteristik sesuai dengan situasi sosial ekonomik setempat. Oleh karenanya tujuan pelaporan keuangan yang ditetapkan oleh FASB didasarkan pada kondisi/sistem ekonomi, hukum, politik dan lingkungan sosial di Amerika Serikat.

Mekanisme perekonomian yang berlaku di Amerika Serikat adalah mekanisme pasar. Jumlah, harga dan jenis komoditi barang atau jasa yang diproduksi sangat ditentukan oleh situasi pasar. Perekonomian pasar dan pengakuan penuh terhadap milik pribadi mempunyai konsekuensi bahwa pemerintah tidak dapat secara langsung mengendalikan alokasi sumber daya ekonomik secara efisien. Masyarakat sendiri yang akan melakukan alokasi sumber daya ekonomik melalui mekanisme pasar, termasuk di dalamnya pasar modal. Dengan demikian maka investor dan kreditor menjadi fokus atau pihak yang dituju oleh pelaporan keuangan. Tentu saja pihak lain tidak diabaikan dan dianggap dapat menjadi penumpang manfaat informasi yang ditujukan kepada investor dan kreditor.

Dalam paragraph ke-10 sampai ke-16 SFAC No. 1 disebutkan beberapa pertimbangan dalam penetapan tujuan pelaporan keuangan. Pertimbangan tersebut merupakan gambaran ringkas mengenai situasi ekonomik di Amerika Serikat yang mempengaruhi penetapan tujuan pelaporan keuangan, yaitu seperti berikut:

  1. Perkembangan perekonomian yang sangat tinggi (paragraph ke-10);
  2. Produksi dan pemasaran benda dan jasa melibatkan proses panjang. terus menerus dan rumit, sehingga membutuhkan modal yang cukup besar (paragraph ke-11);
  3. Hampir seluruh aktivitas produktif di Amerika Serikat dilaksanakan melalui investor sebagai pemilik perusahaan, termasuk perusahaan yang membeli, menjual dan memperoleh pendanaan dalam pasar nasional atau multinasional (paragraph ke-12);
  4. Perusahaan memperoleh modal untuk aktivitas produksi dan pemasaran tidak hanya dari institusi keuangan (misalnya bank) dan kelompok kecil atau individu, tetapi juga dari masyarakat luas melalui penerbitan saham (equity) atau surat hutang (debt securities) yang diedarkan di pasar modal yang tumbuh dan berkembang pesat (paragraph ke-13);
  5. Sumber-sumber produktif pada umumnya dikuasai oleh pihak swasta (paragraph ke-14);
  6. Pihak pemerintah merupakan pihak utama dalam penyediaan data statistik perekonomian dan informasi ekonomi lainnya yang banyak digunakan oleh manajer, investor, dan pemakai lain dalam suatu perusahaan individual dan pada umumnya meliputi laporan-laporan atau statistik lain serta analisis yang sangat mempengaruhi persepsi mengenai masalah bisnis dan ekonomi (paragraph ke-15);
  7. Efektivitas individu, perusahaan, pasar dan pemerintah dalam pengalokasian sumber-sumber yang terbatas sangat tergantung kepada informasi yang merefleksikan posisi dan prestasi perusahaan untuk membantu dalam pengevaluasian alternatif tindakan dan memperkirakan tingkat kembalian (return), biaya, dan risiko. Dalam hal ini fungsi pelaporan keuangan adalah sebagai alat bantu pengambilan keputusan ekonomi mengenai suatu perusahaan dan investasi serta kredit terhadap perusahaan tersebut (paragraph ke-16).

Pertimbangan-pertimbangan sebagaimana tertulis dalam paragraph ke-10 sampai ke-16 dalam SFAC No. 1 dijadikan dasar oleh FASB untuk menetapkan mengenai siapa pihak yang dituju oleh pelaporan keuangan. Pihak-pihak tersebut adalah pihak yang berkepentingan terhadap unit usaha dan pelaporan keuangannya. Pihak yang dituju oleh pelaporan keuangan menunjukkan kepada siapa saja pengelola perusahaan harus mempertanggungjawabkan aktivitas perusahaan. Investor dan kreditor adalah fokus yang dituju oleh pelaporan keuangan, namun demikian dalam SFAC No. 1 juga disebutkan adanya potential users (pemakai potensial), yang meliputi berbagai pihak yang secara langsung maupun tidak langsung juga mempunyai kepentingan dengan pelaporan keuangan.

Dengan demikian maka tujuan pelaporan keuangan yang ditetapkan oleh FASB tidak bersifat sempit, karena bukan hanya investor dan kreditor saja yang dituju oleh pelaporan keuangan. Adanya penyebutan “pihak potential users” menyebabkan lingkup pelaporan keuangan/akuntansi menjadi lebih luas, karena informasi yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan dituntut untuk tidak hanya mengungkap tanggungjawab manajemen kepada investor dan kreditor saja, tetapi juga memungkinkan untuk melaporkan tanggungjawab sosial perusahaan yang lebih luas.

Amerika adalah tempat lahirnya sistem perekonomian mekanisme pasar. Sejak pemikiran perekonomian pasar lahir (oleh Adam Smith/aliran klasik) sampai memasuki abad ke-21 sekarang ini, telah terbukti bahwa perekonomian mekanisme pasar mampu menopang Amerika sebagai negara yang kuat dan relatif stabil perekonomiannya. Hal ini dibuktikan dengan hancurnya Uni Soviet, bersatunya Jerman Timur ke Jerman Barat dan mulai terbukanya RRC bagi perdagangan luar negeri. Mekanisme perekonomian terpusat yang pada mulanya dianggap dapat mewujudkan kesejahteraan secara merata, ternyata justru melahirkan ketidakefisienan dan penderitaan para pelaku ekonominya. Ramalan Karl Marx bahwa akan hancurnya negara kapitalis dan akan jayanya negara komunis ternyata tidak terbukti, yang terjadi justru sebaliknya.

Kesejahteraan sosial merupakan tujuan setiap negara. Amerika Serikat sebagai negara yang menerapkan mekanisme perekonomian pasar tidak meninggalkan aspek sosial ini. Perlindungan terhadap kaum minoritas, kesejahteraan buruh dan karyawan, pajak pengangguran untuk pemberian tunjangan sosial, dan undang-undang antitrust merupakan upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencapai kesejahteraan sosial. Aspek sosial tersebut menjadi tanggungjawab setiap pelaku ekonomi, sehingga setiap perusahaan harus memperhatikan aspek kesejahteraan sosial ini di samping harus mencapai tujuan perusahaan secara individual.

Aspek sosial tersebut juga menjadi pertimbangan dalam pelaksanaan praktik akuntansi, karena tanggungjawab sosial perusahaan merupakan sisi pertanggungjawaban manajemen kepada pihak eksternal. Hal ini melahirkan cabang baru yang disebut dengan akuntansi sosial yang akan menghasilkan laporan pertanggungjawaban sosial perusahaan.

FASB menyatakan bahwa pelaporan keuangan tidak hanya terdiri dari laporan-laporan keuangan (neraca, laba-rugi, dan perubahan posisi keuangan), tetapi juga informasi-informasi yang berhubungan secara langsung maupun tidak langsung dengan informasi yang dihasilkan oleh sistem akuntansi.

Financial reporting includes not only financial statements, but also other means of communicating information that relates, direct, or indirectly to the information provided by the accounting system. News releases, management’s forecasts or other descriptions of its plans or expectations, and descriptions of an enterprise’s social or environmental impact are examples of reports giving financial information other than financial statements.[1]

Pertimbangan aspek sosial ke dalam akuntansi juga dilakukan oleh Trueblood Commite. Trueblood Commite Report yang diterbitkan oleh AICPA pada tahun 1973 mengajukan 12 tujuan laporan keuangan. Tanggungjawab sosial perusahaan tercakup dalam tujuan yang ke-12 berikut:[2]

An objective of financial statements is to report on these activities of the enterprise affecting society which can be determined and described or measured and which are important to the role of enterprises in its social environment.

Tujuan laporan keuangan di atas menunjukkan bahwa laporan keuangan harus pula memberikan informasi tentang aktivitas perusahaan yang mempengaruhi masyarakat, yang dapat ditentukan, digambarkan atau diukur, dan yang penting bagi peranan perusahaan terhadap lingkungan sosialnya.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sebenarnya informasi akuntansi tidak hanya bermanfaat dalam pengendalian sumber daya ekonomik, tetapi juga bermanfaat dalam pengendalian alokasi kemakmuran masyarakat sebagai tujuan sosial ekonomik suatu negara. Badan usaha yang besar cenderung untuk mempengaruhi kehidupan perekonomian dan masyarakat luas, sehingga badan usaha tidak hanya bertanggungjawab kepada investor dan kreditor, tetapi bertanggungjawab pula kepada masyarakat yang lebih luas (public/social responsibility).

Pihak-pihak seperti pemerintah, pemasok, calon investor dan kreditor karyawan, pelanggan, analis keuangan, broker dan penjamin di pasar modal, ahli hukum, ahli ekonomi, otoritas perpajakan, organisasi buruh asosiasi dagang, dan masyarakat luas adalah pihak-pihak yang juga berkepentingan terhadap aktivitas suatu unit usaha dan akan mengambil keputusan ekonomi.[3]

[1] FASB SFAC No.1: Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises, (Stamford Connecticut 1978), hal. 4.

[2] Kenneth S. Most dan Arthur L. Winters, “Focus on Standard Setting: From Trueblood to The FASB,” Journal of Accountancy, (February 1977), hal. 71.

[3] FASB SFAC No.1: Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises, (Stamford Connecticut 1978), hal. 11.

Disarikan dari buku: Tujuan Pelaporan Keuangan, Penulis: Suwaldiman, M.Accy., SE., Akt., Hal: 55-60.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Pelaporan Keuangan Harus Mampu Menyediakan Informasi

Selengkapnya →