Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Umum  >  Artikel saat ini

ADB: Pinjaman dan Pembiayaan Asian Development Bank

Oleh   /   Kamis 8 Desember 2011  /   Tidak ada komentar

Sumber dana dari kegiatan pemberian pinjaman yang umum dilaksanakan, berasal dari sumber dana pinjaman yang diperoleh dari pihak luar atau modal sendiri, yang ditujukan untuk menutupi kebutuhan negara-negara anggota dalam melaksanakan proyek-proyek tertentu.

keuangan LSM

Macam-macam Pembiayaan yang Diberikan, Permohonan Pinjaman

Aktivitas penyaluran dana ADB terbagi dalam 2 kategori utama: pemberian fasilitas pinjaman yang biasa dilaksanakan, dan pemberian fasilitas pinjaman khusus.

Sumber dana dari kegiatan pemberian pinjaman yang umum dilaksanakan, berasal dari sumber dana pinjaman yang diperoleh dari pihak luar atau modal sendiri, yang ditujukan untuk menutupi kebutuhan negara-negara anggota dalam melaksanakan proyek-proyek tertentu, sesuai dengan jenis mata uang yang diperlukan.

Macam-macam Pembiayaan yang Diberikan

Dalam hal memberikan pinjaman, baik sebagai pemberi pinjaman satu-satunya maupun bersama-sama dengan pemilik dana lainnya, dilaksanakan oleh ADB dengan cara-cara berikut ini:

  1. Dengan memberikan pinjaman sebagian dalam mata uang lokal dan sebagian lagi dalam mata uang asing agar kebutuhan biaya-biaya proyek dalam mata uang yang bersangkutan bisa dipenuhi, atau
  2. Dengan memberikan fasilitas untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran lokal suatu proyek, yang dapat dilakukan dengan menyediakan mata uang lokal tanpa harus menjual cadangan emas atau devisa negara yang bersangkutan.

Dalam suatu masalah khusus, yang menurut opini ADB suatu proyek dapat menyebabkan tekanan pada kondisi Neraca Pembayaran suatu negara tempat proyek tersebut dilaksanakan, ADB dapat memberikan pinjaman dalam bentuk mata uang lainnya.

Dalam kasus demikian ini, jumlah pembiayaan yang dijamin oleh ADB untuk tujuan ini tidak boleh melebihi porsi yang wajar dari total pengeluaran lokal yang boleh dilakukan oleh negara peminjam.

Aktivitas penyaluran dana ADB terbagi dalam 2 kategori utama: pemberian fasilitas pinjaman yang biasa dilaksanakan, dan pemberian fasilitas pinjaman khusus.

Permohonan Pinjaman

ADB tidak menstandardisir formulir Permohonan pinjaman ataupun garansi. Dalam memproses aplikasi pinjaman atau garansi, ADB hanya akan berhubungan dengan pemohon atau perwakilan yang berwenang, tidak dengan perantara. Permohonan diajukan secara tertulis, dan mengungkapkan informasi-informasi yang dibutuhkan ADB sebagai berikut:

  • Sejarah, latar belakang usaha, dan kegiatan-kegiatan pemohon, bila permohonan datang dari suatu institusi (bukan pemerintah suatu negara anggota ADB). Selanjutnya permohonan dari institusi kenegaraan harus menjelaskan secara terperinci hubungan finansial dan legal dari institusi tersebut dengan pemerintahnya, nama-nama perusahaan yang menjadi pengurus perseroan, penyokong, kompanyonnya-bila ada-, beserta kepentingan mereka ataupun hubungan kepemimpinan mereka dengan pemohon.
  • Deskripsi secara umum mengenai proyek tersebut.
  • Rencana operasi untuk aktivitas, termasuk informasi menurut:
  1. jenis dan jumlah dari produk-produk serta jasa-jasa yang diberikan,
  2. jenis dan jumlah dari sumber bahan-bahan mentah,
  3. penyediaan transportasi dan sarana-sarana utama lainnya,
  4. proses dan peralatan manufacturing (perpabrikan),
  5. rencana-rencana pelaksanaan, dan
  6. rencana-rencana pengelolaan.
  • Studi kelayakan, survei pre-investasi, dan setiap informasi yang akan membantu menjelaskan kondisi kelayakan ekonomi dan teknis dari proyek yang bersangkutan.
  • Bila seluruh data yang dibutuhkan belum tersedia, pemohon hendaknya memberitahu ADB setiap rencana untuk mendapatkan data-data tambahan yang diperlukan.
  • Total pengeluaran proyek yang diperkirakan, diperinci secara detail; dengan menyertakan daftar terpisah mengenai pengeluaran-pengeluaran dalam mata uang lokal maupun mata uang asing negara yang bersangkutan, dasar-dasar perkiraan biaya, termasuk detail mengenai pos-pos administratif
  • Besarnya pinjaman yang dibutuhkan, tujuan penggunaan pinjaman yang diuraikan secara terperinci, jadwal pelunasan pinjaman, kondisi neraca yang diperkirakan harus dicapai, termasuk besar dan peranan modal dari pemohon itu sendiri.
  • Detail dan hasil dari setiap usaha -bila ada-yang dilakukan untuk memperoleh bantuan pembiayaan atau fasilitas-fasilitas di tempat lain.
  • Laporan-laporan keuangan-bila perlu-untuk periode operasi selama 3 tahun terakhir, termasuk neraca dan laporan laba rugi.
  • Perkiraan mengenai dampak finansial dan cash flow, termasuk pendapatan tahunan, pengeluaran dan keuntungan yang diperoleh dalam 1 tahun pertama operasi atau sampai dengan tahun pertama tingkat operasi sudah sepenuhnya dilaksanakan.
  • Perkiraan volume dan nilai penjualan setiap tahunnya (untuk setiap produk utama maupun setiap jenis produk yang ada) sampai proyek tersebut dapat berjalan secara normal, juga pola sistem distribusi secara terperinci, kontrak penjualan jangka panjang, serta peraturan pemasaran (bila ada).

Disarikan dari buku: Kelembagaan Perbankan, penulis: Dr. Thomas Suyatno, M.M., halaman: 109-111.

    Cetak       Email
  • Publish: 6 tahun ago on Kamis 8 Desember 2011
  • By:
  • Last Modified: Januari 8, 2013 @ 8:47 am
  • Filed Under: Umum
  • Tagged With: ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Laporan Keuangan Desa

Selengkapnya →