Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Praktik tata pengurusan internal lembaga anggota Konsil LSM Indonesia

Oleh   /   Jumat 22 Agustus 2014  /   Tidak ada komentar

Dalam praktik berorganisasi, ke-18 LSM tersebut mengembangkan tata pengurusan internalnya dengan cara yang beragam.

KeuanganLSM

Praktik tata cara pengurusan internal lembaga anggota konsil LSM Indonesia

Ke-18 lembaga yang menjadi bahan analisis dan contoh dalam tulisan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

Sebanyak 50% berbentuk yayasan, 39% berbentuk perkumpulan dan 11% berbentuk lainnya. Dari segi usia, 72,2% organisasi berusia lebih dari 10 tahun, dan 27,8% kurang dari 10 tahun. Kesemuanya tersebar di sepuluh provinsi di Indonesia (lihat Diagram 1).

Ke-18 lembaga tersebut mewakili dua kategori tingkat penerapan Kode Etik; sembilan lembaga termasuk kategori scaur (compliant) dan sembilan lembaga termasuk kategori belum sesuai (non-compliant). Pengambilan dua kategori sebagai sampel bertujuan untuk meihat apakah ada perbedaan dalam tata pengurusan organisasi berkorelasi dengan tingkat akuntabilitas mereka (kesesuaian dengan Kode Etik).

Dalam praktik berorganisasi, ke-18 LSM tersebut mengembangkan tata pengurusan internalnya dengan cara yang beragam. Keragaman tersebut menjadi pembahasan sebagai berikut.

KeuanganLSM

Lokasi dan Jumlah Anggota dan Sampel Analisis

Disarikan dari buku: Jurnal Akuntabilitas Organisasi Masyarakat Sipil, Penulis: Lili Pulu, Hal: 37-38.

 

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pengertian & Ruang Lingkup Akuntansi Publik

Selengkapnya →