Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Prinsip-prinsip Biaya dari Sudut Pandang Donor

Oleh   /   Senin 11 Maret 2013  /   Tidak ada komentar

Prinsip-prinsip biaya yang secara umum digunakan donor sebagai dasar kriteria evaluasi anggaran dan realisasinya (allowable costs) adalah Komposisi jumlah biaya. Perbandingan antara biaya langsung dan tidak langsung, atau perbandingan antara biaya program dan biaya pendukung.

keuanganLSM

Prinsip-prinsip Biaya dari Sudut Pandang Donor

Prinsip-prinsip biaya yang secara umum digunakan donor sebagai dasar kriteria evaluasi anggaran dan realisasinya (allowable costs) adalah sebagai berikut: Komposisi jumlah biaya. Perbandingan antara biaya langsung dan tidak langsung, atau perbandingan antara biaya program dan biaya pendukung.

Kriteria biaya yang diperbolehkan (allowable cost).

  • Reasonable costs. Biaya harus relevan dan memiliki alasan yang kuat terkait dengan pelaksanaan program yang telah disetujui.
  • Allocable costs. Biaya harus dapat dialokasikan sesuai dengan proporsi yang wajar.
  • Sesuai dengan standar. Biaya sesuai standar/batas baku (maksimal) yang telah ditetapkan bagi masing-masing jenis biaya.
  • Perhitungan yang konsisten. Biaya dihitung dan diperlakukan secara konsisten dalam sebuah pelaksanaan program.
  • Dibukukan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi umum di Indonesia.
  • Didokumentasikan dengan baik dan didukung oleh bukti-bukti yang memadai.

Kriteria biaya yang diperbolehkan harus reasonable cost, allocable costs, sesuai dengan standar, dihitung secara konsisten, dibukukan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi di Indonesia, didokumentasikan dengan baik dan didukung oleh bukti-bukti yang memadai.

Reasonable Costs. Biaya yang relevan terkait dengan pelaksanaan program adalah jika sifat dan jumlah biaya tidak melebihi nilai wajar yang dikeluarkan oleh organisasi secara hati-hati dan bijaksana dalam situasi yang berlaku pada saat keputusan pembiayaan itu dibuat.

Dalam menentukan kewajaran biaya, keputusan harus mencakup pertimbangan:

  1. Apakah biaya tersebut merupakan jenis biaya yang bersifat umum dan benar-benar diperlukan untuk pelaksanaan program tertentu,
  2. Apakah biaya tersebut memenuhi persyaratan yang berlaku umum (hukum dan peraturan, serta syarat dan kondisi hibah),
  3. Apakah biaya tersebut dikeluarkan dengan mempertimbangkan aspek konflik kepentingan (conflict of interest),
  4. Apakah individu yang bersangkutan, yang terkait dengan pengeluaran biaya tersebut, telah bertindak dengan kehati-hatian dalam situasi di mana biaya tersebut terjadi, mengingat tanggung jawab mereka terhadap organisasi, anggotanya, karyawan dan  masyarakat pada umumnya,
  5. Pertimbangan khusus pada penyimpangan signifikan dari praktek-praktek organisasi dibandingkan dengan standar yang berlaku umum.

Allocable costs. Biaya harus dapat dialokasikan sesuai dengan proporsi yang wajar. Beberapa jenis alokasi biaya:

  1. Biaya khusus bagi program tersebut, dialokasikan sepenuhnya ke program tersebut,
  2. Biaya yang memiliki manfaat, baik bagi program itu sendiri maupun, program/kegiatan lain. Biaya dapat didistribusikan/dialokasikan dalam proporsi yang wajar, sesuai dengan besar manfaat yang diterima oleh masing-masing program,
  3. Biaya yang diperlukan untuk operasi organisasi keseluruhan, meskipun hubungan ke masing-masing biaya program tertentu bersifat tidak langsung. Biaya dialokasikan menggunakan kebijakan organisasi.

Pengalokasian biaya berdasarkan prinsip-prinsip ini, tidak dapat dilakukan untuk tujuan mengatasi kekurangan anggaran/dana, atau untuk menghindari pembatasan tertentu dari ketentuan masing-masing pemberi dana.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Membuat SDM Dihargai

Selengkapnya →