Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Proses Menyusun Laporan Keuangan

Oleh   /   Senin 5 Mei 2014  /   Tidak ada komentar

Aktivitas pencatatan adalah proses mencatat seluruh transaksi atau kejadian ekonomi yang terjadi di perusahaan. Dalam proses ini, pecatatan dilakukan di dalam media yang disebut sebagai “jurnal”.

KeuanganLSM

Proses Menyusun Laporan Keuangan

Dalam menyusun laporan keuangan, setidaknya ada empat proses yang harus Anda lalui, yaitu aktivitas pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan laporan. Dalam ilmu akuntansi, keempat proses tersebut merujuk pada sebuah siklus yang disebut “siklus akuntansi”.

Aktivitas pencatatan adalah proses mencatat seluruh transaksi atau kejadian ekonomi yang terjadi di perusahaan. Dalam proses ini, pecatatan dilakukan di dalam media yang disebut sebagai “jurnal”. Di dalam jurnal terdapat dua kolom, yakni kolom debit dan kredit. Dari kedua kolom tersebut, jumlah transaksi yang dicatat atau dimasukkan haruslah sama. Dalam artian, jumlah transaksi di kolom debit harus sama dengan jumlah transaksi di kolom kredit, begitu juga sebaliknya.

Selanjutnya, penggolongan adalah proses mengelompokkan atau menggolongkan transaksi  yang mempunyai akun atau rekening yang sama ke dalam satu catatan tersendiri yang disebut sebagai “buku besar”. Misalnya, transaksi yang mempengaruhi dagang, dan seterusnya. Dalam hal ini, buku besar berarti catatan transaksi sejenis, baik debit maupun kredit, yang dimasukkan ke dalam satu buku tersendiri.

Sementara itu, peringkasan adalah proses meringkas atau memasukkan saldo-saldo dari buku besar ke dalam suatu catatan yang disebut sebagai “neraca lajur”. Neraca lajur di sini nantinya difungsikan untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan pencatatan setelah dilakukan penyesuaian yang dilakukan setiap akhir periode. Selain itu, neraca jalur juga difungsikan untuk mempermudah kerja dalam penyusunan laporan keuangan. Sebab, semua nilai dari hasil saldo akan diperlihatkan.

Terakhir, pelaporan adalah proses memindahkan transaksi yang ada di dalam neraca lajur ke dalam “format standar akuntansi” yang berupa laporan laba/rugi, laporan perubahan modal, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan. Terkait (proses) pelaporan ini, akan dijelaskan selengkapnya pada bab selanjutnya.

Keempat proses menyusun laporan keuangan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:

KeuanganLSM

Disarikan dari buku: Cara Praktis Menyusun Laporan Keuangan, Penulis: Akifa P. Nayla, Hal: 11-13.

 

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Lingkup Pekerjaan Pemeriksa Internal (2/4)

Selengkapnya →