Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Rasio Profitabilitas untuk Mengontrol Penerimaan

Oleh   /   Rabu 13 Mei 2015  /   Tidak ada komentar

Tingkat laba yang tinggi menunjukkan kinerja dan penggunaan aktiva yang baik. Waspadalah jika aktiva tetap usaha Anda menyusut sangat cepat atau terdapat banyak pendapatan atau pengeluaran yang tidak biasanya.

keuanganLSM

Rasio Profitabilitas untuk Mengontrol Penerimaan

Rasio profitabilitas mengukur dan membantu mengontrol penerimaan.

Rasio laba bersih mengukur keefektifan manajemen dalam menjalankan tugasnya. Menyaring atau menyeleksi berbagai pengaruh dari hutang dan pajak sangat berguna untuk dua hal. Pertama, pajak mungkin dapat meningkat atau berkurang karena adanya berbagai kegiatan lain diluar kegiatan operasional bisnis. Kedua, pembayaran hutang yang tinggi, sebagaimana terjadi pada bisnis yang baru dimulai, dapat memperkecil pendapatan, sehingga tidak akan seimbang jika dibandingkan dengan perusahaan lainnya.

5-8-2015 1-42-47 PM

Rasio yang rendah tidak baik karena menunjukkan bahwa pengeluaran terlalu besar jika dibandingkan dengan volume penjualan.

Rasio yang tinggi dapat diartikan bahwa pengeluaran berkurang atau perusahaan dapat memperoleh uang diluar aktiva dan hutangnya.

Tingkat laba atas penjualan mengukur seberapa banyak laba bersih yang dapt dihasilkan setiap nilai penjualan. Nilai ini dapat memberikan gambaran mengenai cakupan biaya tetap perusahaan. Selain itu juga dapat menunjukkan apakah biaya telah dapat dikurangi atau belum.

5-8-2015 1-43-28 PM

Tingkat laba atas penjualan yang rendah tidak terlalu buruk jika industri Anda beroperasi dengan margin keuntungan yang rendah namun volume penjualan tinggi.

Tingkat laba yang tinggi umumnya baik jika segala hal lain berjalan sesuai jika pembayaran lunas, aktiva dapat diganti, dan pengeluaran lainnya dapat terpenuhi.

Tingkat laba atas investasi mengukur seberapa banyak laba bersih yang dapat dihasilkan dari para pemegang saham perusahaan.

5-8-2015 1-43-47 PM

Tingkat laba atas investasi yang rendah berarti investasi lainnya mungkin lebih baik. Nilai tersebut juga dapat menunjukkan bahwa manajemen kurang efisien atau perusahaan terlalu monoton sehingga tidak dapat mencapai keuntungan sehingga tidak dapat mencapai keuntungan potensial.

Tingkat laba yang tinggi menunjukkan bahwa sebagian besar modal diperoleh dari pinjaman, atau manajemen sangat efisien, atau perusahaan tersebut kurang modal.

Tingkat laba atas aktiva mengukur keuntungan yang dihasilkan dari aktiva dalam usaha.

5-8-2015 1-44-07 PM

Tingkat laba atas aktiva yang rendah menunjukkan kinerja yang buruk atau pemanfaatan aktiva yang buruk oleh manajemen.

Tingkat laba yang tinggi menunjukkan kinerja dan penggunaan aktiva yang baik.

Waspadalah jika aktiva tetap usaha Anda menyusut sangat cepat atau terdapat banyak pendapatan atau pengeluaran yang tidak biasanya.

Disarikan dari buku: Dasar-Dasar Analisis Keuangan, Penulis: James O. Gill, Hal: 13-14.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Karakteristik LSM

Selengkapnya →