Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Rekening dan Kode Rekening

Oleh   /   Kamis 11 Desember 2014  /   Tidak ada komentar

Ragam rekening yang dimiliki perusahaan ditentukan oleh jenis industri di mana perusahaan berada, ukuran perusahaan, peraturan pemerintah, dan lain-lain. Perusahaan jasa tidak memiliki rekening persediaan barang dagangan sebagaimana yang dimiliki perusahaan dagang.

keuanganLSM

Rekening dan Kode Rekening

Laporan keuangan merupakan hasil pemrosesan data akuntansi. Data akuntansi yang dimiliki perusahaan merupakan pengembangan dari lima komponen dasar, yakni aset, utang, modal pendapatan, dan beban. Aset, misalnya, terdiri dari kas, piutang dagang, taglhan pada karyawan, barang dagangan, supplies, dan lainnya.

Untuk selanjutnya, data akuntansi disebut akun (account), atau perkiraan, atau rekening. Akun atau rekening merupakan data akuntansi yang akan diproses menjadi laporan keuangan. Aset, utang, modal, pendapatan, dan beban, untuk selanjutnya disebut rekening dasar. Rekening dasar dikembangkan menjadi rekening-rekening sesuai dengan transaksi yang terjadi. Misalnya perusahaan membayar utang, maka data akuntansinya adalah rekening kas dan rekening utang. Setiap transaksi akuntansi melibatkan dua atau lebih rekening.

Ragam rekening yang dimiliki perusahaan ditentukan oleh jenis industri di mana perusahaan berada, ukuran perusahaan, peraturan pemerintah, dan lain-lain. Perusahaan jasa tidak memiliki rekening persediaan barang dagangan sebagaimana yang dimiliki perusahaan dagang. Peraturan pajak pemerintah menyebabkan perusahaan membuka rekening pajak ditangguhkan dan atau beban pajak.

Oleh karena rekening perusahaan sangat banyak, perusahaan biasanya memberikan nomor atau kode untuk setiap rekening. Penomoran atau kode rekening adalah pilihan perusahaan. Kode rekening ini sangat penting, khususnya bagi perusahaan yang mengandalkan teknologi komputer untuk memroses data akuntansinya. Teknologi komputer akan mengenali kode tersebut dan memroses data akuntansi berdasarkan kode tersebut.

Pemberian kode rekening dimulai dari rekening dasar. Kode rekening dapat berupa angka, baik angka Arab, angka Romawi, huruf, atau kombinasi angka dan huruf. Pemberian kode dimulai dari rekening dasar. Misalnya, penomoran rekening dilakukan dengan huruf Arab. Penomoran dimulai dari rekening dasar sebagai berikut.

1. Aset, 2. Utang, 3. Modal, 4. Pendapatan dan 5. Beban

Kode rekening ini menjelaskan bahwa setiap rekening aset memiliki nomor kode 1 (satu), setiap rekening utang memiliki nomor kode 2(dua), setiap rekening modal memiliki nomor kode 3(tiga), dan rekening-rekening pendapatan serta beban memiliki nomor kode 4(empat) dan 5 (lima).

Perusahaan memiliki banyak jenis aset, utang, modal, pendapatan, dan beban. Oleh sebab itu, rekening dasar di atas perlu dikembangkan. Pengembangan rekening mengacu pada nomor rekening dasar. Rekening-rekening aset yang dimiliki perusahaan diberi kode dengan mengembangkan kode dasar menjadi kode dengan beberapa digit.

Pada umumnya SAK mensyaratkan perusahaan mengklasifikasi aset berdasarkan kelompok aset lancar dan aset tidak lancar. Perusahaan juga disyaratkan menyajikan utang menurut klasifikasi utang jangka pendek dan utang jangka panjang. Aturan ini membuat perusahaan perlu mengembangkan rekening aset dan utang menjadi dua bagian besar. Hal ini dilakukan dengan mengembangkan rekening dasar menjadi dua digit, yakni rekening 1.1 untuk aset lancar dan rekening 1.2 untuk aset tidak lancar.

SAK juga mensyaratkan pendapatan dibagi 2, yakni Pendapatan Operasi, dan Pendapatan Non-Operasi. Oleh sebab itu, kode rekening pendapatan juga dikembangkan menjadi dua digit, yakni nomor kode 4.1. untuk Pendapatan Operasi dan nomor kode rekening 4.2. untuk Pendapatan Non-Operasl. Beban dibagi 3, yakni Harga Pokok, Beban Operasi, dan Beban Non-Operasi. Misalkan modal juga perlu dibagi menjadi Modal Saham, Agio Saham, Laba ditahan, dan Pendapatan Comprehensive. Di bawah ini disajikan kode rekening dalam dua digit.

11-3-2014 3-01-27 PM

Kode rekening di atas memudahkan perusahaan dalam membuka sebuah rekening. Bila perusahaan membutuhkan perhitungan mengenai Harga Pokok, perusahaan hanya perlu membuka kode 5.1. Digit pertama angka 5 (lima) menunjukan kode beban dan digit kedua dengan angka 1(satu) menunjukan kode beban sebagai harga pokok. Kode rekening dapat dikembangkan lagi pada digit selanjutnya. Misalnya kode rekening aset dan utang dikembangkan pada digit ketiga untuk nama-nama aset dan utang. Pemilahan tersebut disajikan di bawah ini

11-3-2014 3-02-31 PM

Rekening mesin berdasarkan daftar rekening di atas memiliki nomor 1.2.1. Digit pertama menunjukan rekening dasar, yakni aset. Digit kedua menunjukan klasifikasi mesin sebagai aset tidak lancar. Karena mesin merupakan peralatan dalam perusahaan, maka mesin termasuk dalam klasifikasi peralatan yang memiliki digit bernomor 1(satu).

Apabila suatu saat perusahaan memiliki aset baru yang namanya belum terdaftar pada daftar kode, aset tersebut diberi nomor sesuai dengan Ida-sifikasi kode rekening. Misalkan aset baru tersebut adalah aset lancar, maka nomor kode rekening aset tersebut adalah 1.1.5. Dengan demikian, terdapat fleksibilitas dalam pembuatan kode rekening di atas. Kode rekening dapat dikembangkan lagi dengan membuka digit berikut-nya apabila dibutuhkan. Perusahaan-perusahaan besar adakalanya memiliki daftar rekening hingga 20 digit. Perusahaan perbankan memiliki kode rekening dengan jumlah digit yang sangat detail hingga digit untuk nasabah berdasarkan jenis simpanannya.

Disarikan dari buku: Akuntansi untuk Non-Akuntan, Penulis: Golrida Karyawati P, Hal: 57-61.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Pelaporan Keuangan Harus Mampu Menyediakan Informasi

Selengkapnya →