Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Umum  >  Artikel saat ini

Asuransi: Resiko dan Kerugian dalam Asuransi

Oleh   /   Jumat 23 September 2011  /   1 Komentar

Telah dikemukakan bahwa, kerugian yang mungkin timbul pada masa yang akan datang kita alihkan kepada perusahaan asuransi. Jadi resiko atau kerugian yang mungkin timbul, dipindahkan dan menjadi beban perusahaan asuransi.

keuangan LSM

Resiko adalah ketidaktentuan atau uncertainfy yang mungkin melahirkan kerugian (loss).

Telah dikemukakan bahwa, kerugian yang mungkin timbul pada masa yang akan datang kita alihkan kepada perusahaan asuransi. Jadi resiko atau kerugian yang mungkin timbul, dipindahkan dan menjadi beban perusahaan asuransi. Sekarang marilah kita lihat apa yang dimaksudkan dengan pengertian resiko, kemungkinan (probability) rugi dalam asuransi.

Resiko (Risk)

Resiko adalah ketidaktentuan atau uncertainfy yang mungkin melahirkan kerugian (loss). Unsur ketidaktentuan ini bisa mendatangkan kerugian dalam asuransi. Ketidaktentuan dapat kita bagi atas:

  1. Ketidaktentuan ekonomi (economic uncerruinty), yaitu kejadian yang timbul sebagai akibat dari perubahan sikap konsumen, umpama perubahan selera atau minat konsumen atau terjadinya perubahan pada harga, teknologi, atau didapatnya penemuan baru, dan lain sebagainya.
  2. Ketidaktentuan yang disebabkan oleh alam (uncertainty of nature) misal kebakaran, badai, topan, banjir dan lain-lain.
  3. Ketidaktentuan yaig disebabkan oleh perilaku manusia (human uncertainty), umpama peperangan, pencurian, rampokan, dan pembunuhan.

Di antara ketiga jenis ketidaktentuan di atas, yang bisa dipertanggungkan ialah ketidaktentuan alam dan manusia. Sedangkan yang pertama tidak bisa diasuransikan karena bersifat, spekulatif (unsur ekonomis) dan sulit untuk diukur keparaharannya (severity).

Bagi seseorang atau keluarga yang mengalami resiko akibat kehilangan penghasilan, bisa diperkecil dengan jalan asuransi.

Resiko dam diklasifikasi sebagai berikut:

  1. Speculative riks, yaitu resiko yang bersifat spekulatif yang bisa mendatangkan rugi atau laba. Misal: seorang pedagang bisa utang atau rugi dalam usahanya.
  2. Pure risks, yaitu yang selalu menyebabkan kerugian. Perusahaan Asuransi beroperasi dalam bidang pure risk (kematian, kapal tenggelam, kebakaran dan sebagainya).

Selain resiko kita mengenal pula apa yang dinamakan peril.

Peril

Peril adalah segala sesuatu yang bisa menimbulkan karugian. Antara peril dan risk rapat sekali hubungannya.

Hazard

Hazard ialah suatu keadaan yang menambah kemungkinan terjadi peril (kerugian), atau disebut pula “hazard is a condition that increases the chance of loss arising from peril”.

Mengenai hazard dapat kita bagi puIa atas:

  1. Physical hazard, yaitu hazard yang berbentuk fisik dan mengandung umur objektif, misal: kerusakan secara fisik karena terbakar, tabrakan, dan seterusnya.
  2. Moral hazard, yaitu hazard yang menyangkut diri seseorang dan mengandung unsur subjektif, Misal dengan sengaja menubrukkan mobil ke pohon, agar bisa mendapat ganti kerugian.

Morale Hazard

Morale Hazard adalah hazard yang ditimbulkan oleh tindakan yang kurang hati-hati sehingga menimbulkan kerugian. Umpamanya, seseorang mengendrai mobil terlalu cepat  pada waktu hujan lebat. Tindakan ini kurang hati-hati sebab bisa mendatangkan kecelakaan. Jadi hazard dapat menimbulkan kerugian untuk pertanggungan.

Di bawah ini dapat kita lihat pembagian hazard yang dihubungkan dengan resiko.

  • Resiko Pribadi dan Resiko Keluarga (Personal & Family Risk)

Personal dan familya risk dihubungkan dengan “those of loss of income and property” (kehilangan pendapatan dan milik).

a)    Kehilangan pendapatan

Seseorang atau keluarga bisa kehilangan pendapatannya  disebabkan :

  1. Kematian (death). Kematian menimbulkan kehilangan pendaptan pada seseorang atau keluarga tertentu
  2. Cacat pemanen (permanent disability). Artinya seseorang tidak mampu lagi untuk mencari penghasilan; misalnya karena sakit, kecelakan dan lain sebagainya.
  3. Cacat sementara (temporary disability).  Untuk sementara waktu tidak bisa mencari nafkah karena sakit.
  4. Pengangguran (unemployment). Seseorang yang akan menganggur mengakibtkan kehilangan penghasilan.

b)    Kerugian hak milik (loss of property)

Kerugian hak  milik bisa disebabkan hal-hal berikut :

  1. Kebakaran (fire)
  2. Kilat (lighting)
  3. Angin Badai (windstorm)
  4. Air Bah (water leakage)
  5. Gempa Bumi (earthquakes)
  6. Kaca Pecah  (glass breakage)
  7. Ledakan (explotion)
  8. Huru-hara (riot and civil cammotion)
  9. Perampokan, pencurian (burglary, theft, or robbery)
  10. Pemalsuan surat tangan Penggelapam  (forgery)
  11. Hujan Es (fraud)
  12. Hujan es (hail)
  • Resiko Perusahaan (Business Risks)

Resiko yang dihadapi perusahaan terdiri dari :

  1. Perils of transportation of good on land sea. Kerugian yang terjadi pada waktu mengangkut barang-barang di darat atau di laut. Pada umumnya ditutup dengan “Asuransi Pengangkutan”. Untuk angkutan laut diasuransikan pada “Marine Insurance”
  2. Hail (Angin panas), frost (udara rendah) dan kasus lain yang merusak terhadap tanaman. Contoh tersebut di atas di Negara kita belum begitu berkembang, yang ada hanya asuransi terhadap hasil-hasil pertanian (misalnya asuransi tebu).
  3. Dishonesty of employees (Ketidak jujuran pegawai). Umpamanya : melarikan uang, korupsi, serta penggelapan.
  4. Failure of contracts to fulfill contract (Kegagalan dalam memenuhi kontrak). Contoh : pemborong harus memenuhi suatu kontrak. Jika pekerjaannya tidak selesai pada waktunya maka perusahaan meminta ganti kerugian pada perusahaan asuransi (denda). Perusahaan asuransi akan membayar denda tersebut (persentase tertentu)
  5. Strikes (Pemogokan), menyebabkan kerugian terhadap perusahaan.

Kerugian yang terjadi yang disebabkan oleh kehilangan pendapatan dan milik bisa dipertanggungkan. Bagi seseorang atau keluarga yang mengalami resiko akibat kehilangan penghasilan, bisa diperkecil dengan jalan asuransi.

Contoh :

  1. Kematian (death) Kematian disebabkan adanya resiko perseorangan dan famili, orang berusaha untuk menutupi resiko tersebut dengan membeli asuransi jiwa.
  2. Tidak mampu selamanya (permanent disability) Ini ditutup dengan asuransi sakit atau kecelakaan. Demikian pula mengenai temporary disability bisa ditutupi dengan asuransi sakit.
  3. Pengangguran (unemployment) Bila terjadi penganguran biasanya pertanggungan dijamin oleh Negara. Ini menjadi resiko pemerintah, pada Negara-negara yang telah maju.
  4. Hak milik (property)  diasuransikan pada “ Asuransi Kerugian “ atau Asuransi Umum.

 Asuransi dan Perjudian (Insurance vs Gambling)

Asuransi bertujuan untuk memindahkan resiko individu kepada perusahaan asuransi. Tujuan pertanggungan terutama untuk mengurangi resiko-resiko yang kita temui dalam masyarakat.

Sedangkan gambling (penjudian) tidak mengurangi resiko melainkan menciptakan resiko. Akan tetapi, sungguhpun demikian, antara asuransi dan penjudian terdapat persamaan dalam hal-hal tertentu.

Pada asuransi dan penjudian, besarnya jumlah uang yang akan kita terima tidak sama besarnya dengan uang yang kita keluarkan pada saat sekarang ini.

Disamping itu terdapat banyak perbedaan, yakni :

Asuransi

  1. Asuransi terutama bertujuan untuk mengurangi resiko yang sudah ada dalam masyarakat, dengan jalan mempertanggungkan pada Perusahaan Asuransi (reducing of risks).
  2. Asuransi mempunyai siat social terhadap masyarakat, berarti dari resiko-resiko yang ada akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Dengan adanya asuransi akan memberikan keuntungan-keuntungan tertentu pada masyarakat umumnya (jaminan hari tua, pendidikan anak-anak dan sebagainya).
  3. Besarnya resiko (kerugian) yang timbul bisa kita ketahui mengenai kerugian yang diderita, dalam arti diukur (degree of risks) atau bisa kita tentukan resiko tersebut.
  4. Kontrak asuransi dibuat secara tertulis dan mengikat fihak-fihak yang mengadakan perjanjian.

Penjudian

  1. Pada penjudian mula-mula resiko belum ada, setelah penjudian terjadi timbulah resiko (kalah). Artinya resiko yang tadinya belum ada sekarang menjadi ada (creating of risks).
  2. Penjudian bersifat “tidak sosial”, bisa mengacaukan rumah tangga dan keuangan rumah tangga (a-moral). Degree of riks pada gambling sulit untuk diketahui (diukur)
  3. Kontrak pada gambling tidak mengikat, dan tidak tertulis (lisan)

Disarikan dari buku: Asuransi dan Manajemen Resiko, halaman: 3-5.

    Cetak       Email
  • Publish: 6 tahun ago on Jumat 23 September 2011
  • By:
  • Last Modified: Januari 8, 2013 @ 11:47 am
  • Filed Under: Umum
  • Tagged With:

1 Comment

  1. tanya asuransi berkata:

    Saya kira kerugiannya itu kerugian ketika daftar asuransi. Trnyata kerugian dalam definisi yg berbeda . Thx

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Akuntansi Desa, Keuangan Desa dan Pengelolaan Keuangan Desa

Selengkapnya →