Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Sarana, Wahana dan Perangkat Penyebaran

Oleh   /   Senin 5 Oktober 2015  /   Tidak ada komentar

Berbagai bentuk wahana keuangan rahasia dapat dikombinasikan dengan bentuk-bentuk, struktur serta jenis cara-cara yang memungkinkan hasil yang optimal.

Sarana, Wahana dan Perangkat Penyebaran

Sarana, Wahana dan Perangkat Penyebaran

Walaupun lalu lintas dana keuangan rahasia internasional sulit diukur namun paling tidak dimungkinkan untuk diketahui atau dilacak melalui sarana, wahana yang dipakai atau dimanfaatkan untuk penyebarannya. Walaupun tradisi lama yang menyangkut kerahasiaan masalah keuangan yang a.I. meliputi masalah sistem, mekanisme ataupun prosedur yang komplek dan ketat namun masih tetap sulit untuk menghindarkan masuknya sumber keuangan rahasia tersebut dan melakukan pelacakan sehingga kemungkinan untuk menguak masalah penyebarannya melalui sarana atau wahana yang tersedia di masing-masing negara-negara masih tetap sulit.

Transaksi secara tunai apalagi dalam jumlah dan dengan memakai pecahan-pecahan besar dapat menimbulkan kecurigaan, demikian pula apabila transaksi dilakukan dengan mempergunakan valuta asing akan sangat menarik perhatian dan mudah dicurigai pihak otiritas. Demikian pula misalnya penawaran berbagai jenis barang seperti emas, perak, koleksi barang-barang seni yang ditawarkan dengan harga relatif rendah juga sangat menarik perhatian dan mencurigakan. Demikian pula apabila transaksi menggunakan alat-alat pembayaran yang likuid seperti cek, wesel yang belum jatuh tempo ditawarkan dengan harga yang tidak wajar serta masih banyak surat-surat berharga lain yang memiliki karakter serupa yang sifatnya dapat menimbulkan kecurigaan.

Secara historis hal tersebut merupakan tradisi yang berkembang sejak lama dilingkungan lembaga keuangan terutama perbankan dan pada hakekatnya masalah tersebut juga tidak terlepas dari hubungan khusus antara bank dengan nasabahnya. Dapat dicatat bahwa masalah kerahasiaan pada hakekatnya merupakan aspek atau sebagai manifestasi dari kebebasan individu, agama atau kebebasan berbicara dan juga merupakan hak politik setiap warga negara.

Namun demikian dewasa ini telah berkembang kondisi atau wacana yang dianut oleh sebagian besar negara didunia dimana umumnya telah mengambil sikap yaitu apabila kepentingan negara memerlukan maka kepentingan individu dapat dikesampingkan. Masalah dibuka dan dikecualikan dari peraturan. Memang terdapat perbedaan mengenai tingkat kerahasiaan atas rekening-rekening nasabah yang diterapkan masing-masing negara terutama yang terkait dengan masalah perpajakan. Negara seperti Swedia misalnya menerapkan peraturan cukup ketat dimana pihak otoritas perpajakan memiliki kewenangan dan akses untuk memeriksa semua rekening yang terkait dengan informasi keuangan baik individu maupun organisasi bisnis.

Kondisi serupa juga terjadi di Perancis, Spanyol, Denmark, Inggris dan Amerika Serikat. Tidak demikian dengan di Jerman dimana situasi dan kewenangannya lebih terbatas dimana otoritas pajak tidak secara otomatis dapat memperoleh informasi yang dikehendaki dan memiliki akses ke semua wajib pajak tetapi hanya dapat dilakukan dengan pembatasan serta dengan prosedur khusus.

Kondisi serupa juga terjadi di negeri Belanda sementara yang dianggap paling dan sangat terbatas adalah Australia dan Switzerland dimana hubungan antara bank dengan nasabahnya dianggap hal yang paling utama dan perlu dijaga sebaik-baiknya walaupun terjadi masalah penghindaran pajak sekalipun oleh nasabah namun masalah penghindaran pajak sekalipun oleh nasabah namun masalah kerahasiaan tetap akan dipegang teguh. Dapat disimpulkan bahwa tingkat kerahasiaan bank di masing-masing negara berbeda, demikian pula akses pihak ketiga terhadap informasi keuangan juga tidak sama.

Berbagai bentuk wahana keuangan rahasia dapat dikombinasikan dengan bentuk-bentuk, struktur serta jenis cara-cara yang memungkinkan hasil yang optimal. Dapat disimak bahwa semakin komplek masalah yang akan dihadapi para calon pengguna jasa maupun pemakai dana/uang rahasia tersebut, maka lazimnya akan terkait dengan masalah resiko, biaya maupun prosedur yang semakin rumit dan besar bebannya namun pada saat yang sama diharapkan berbagai upaya optimal yang dilakukan pihak-pihak yang dapat meminimalkan hasil yang memadai atau mampu mengurangi resiko serta berbagai biaya yang ditimbulkan.

Disarikan dari buku: Sumber Keuangan Rahasia dan Seluk Beluknya, Penulis: Rijanto Sastroadmodjo, Hal: 17-19.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Lingkup Pekerjaan Pemeriksa Internal (3/4)

Selengkapnya →