Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Issu Transparansi dan Akuntabilitas  >  Artikel saat ini

Seberapa Memadai Akuntabilitas LSM?

Oleh   /   Rabu 18 September 2013  /   Tidak ada komentar

LSM-LSM mencatat skor sangat tinggi dalam hal indeks kepercayaan, hanya diunguli oleh “angkatan bersenjata”. Para aktivis memfokus (dengan gembira) pada peringkat rendah kepercayaan terhadap dunia bisnis.

keuanganLSM

Seberapa Memadai Akuntabilitas LSM?

Harus dikatakan bahwa banyak hal dari yang sudah berlalu dalam akuntabilitas komunitas LSM memang tidak memadai. Sebuah survei baru-baru ini oleh Envirocs International menyoroti rendahnya tingkat kepercayaan publik terhadap dunia bisnis dan pemerintahan. LSM-LSM mencatat skor sangat tinggi dalam hal indeks kepercayaan, hanya diunguli oleh “angkatan bersenjata”. Para aktivis memfokus (dengan gembira) pada peringkat rendah kepercayaan terhadap dunia bisnis dalam survei ini dan survei-survei serupa lain. Yang menyedihkan, beberapa pihak telah mempertanyaan basis yang digunakan LSM-LSM untuk menetapkan daftar popularitas atau menanyakan apakah posisi semacam itu bisa dijamin atau berkelanjutan.

Memang benar bahwa perusahaan-perusahaan (terutama yang terdaftar secara publik) dan bahkan lebih-lebih begitu banyak pemerintah (terpilih) memiliki lebih banyak mekanisme terstruktur akuntabilitas di banding kebanyakan LSM, sekalipun jika kita merasa yakin bahwa mekanisme ini mendatangkan hasil akhir yang tidak tepat. Jawaban LSM terhadap perbandingan begini ialah seringkali adalah bahwa nilai-nilai dan lingkungan mereka merupakan basis memadai untuk akuntabilitas. Faset-faset LSM ini tentu saja penting tetapi representasi mereka dalam perdebatan ini mengelirukan akuntabilitas individual dan organisasi: orang datang dan pergi dan pandangan mereka berubah-ubah selalu, sementara akuntabilitas organisasi perlu dilekatkan pada aturan tetap organisasi, norma dan standar yang dipakai. Selanjutnya, pandangan ini menyajikan secara salah manfaat tujuan-tujuan yang dipahami bersama sebagai ganti memadai untuk akuntabilitas kinerja dan hasil akhir.

Segelintir LSM secara wajib atau sukarela memilih penerbitan akuntabilitas sistematik, kinerja mereka diaudit secara eksternal (meskipun inilah yang diserukan LSM-LSM untuk yang lain). Anggota senior manajemen dan dewan pengurus mereka jarang mendapat tantangan dari para pendukung (bahkan para anggota, itu pun kalau ada), dan hampir tidak pernah menghadapi pemilihan atau bentuk lain pemeriksaan luar kecuali terdapat penyelewengan finansial yang belum dicakup. Akuntabilitas terhadap para penerima manfaat cenderung bersifat informal – mereka diberdayakan untuk berpartisipasi tetapi dalam beberapa keadaan diberikan hak-hak atas sumber daya di luar yang sudah dialokasikan untuk mereka. Akuntabilitas bagi kepentingan pendanaan sering terlalu birokratis dan sangat bersifat pribadi dan kaku, dengan terlalu sering sumber-sumber daya dialokasikan dengan basis relasi dan mode bukannya pada fakta-fakta obyektif tentang kinerja masa lalu dan masa depan.

Disarikan pada buku: Peluang dan Tantangan Akuntabilitas LSM, Pengarang: Zaim Saidi, Hal: 4-5.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

16 Prinsip Kode Etik Konsil LSM Indonesia

Selengkapnya →