Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Setahun SBY-JK

Oleh   /   Rabu 23 Maret 2016  /   Tidak ada komentar

Banyak hal yang menjadi penyebab. Ada unsur bad-luck. Sejak SBY-JK memerintah, berbagai bencana di luar kontrol SBY-JK menimpa. Mulai dari bencana alam, bencana penyakit.

Setahun SBY-JK

Setahun SBY-JK

Publik punya impiannya sendiri mengenai pemimpin nasional. Hasil survei menujukan yang diinginkan adalah presiden sebagai strong leader yang membawa perbaikan ekonomi. Publik ingin pemerintahan sekarang seperti Orde Baru tetapi untuk versi yang demokratis.

Di era Orde Baru, memang pertumbuhan ekonomi tinggi dan kewibawaan pemimpin nasional sangat terasa. Impian publik itu memang belum tercapai di tahun pertama pemerintahan SBY-JK. Berdasarkan riset nasional terbaru Lingkaran Survei Indonesia (LSI), mayoritas publik (57%) justru merasa ekonomi saat ini buruk. Citra strong leader yang diimpikan belum terrealisasi.

Banyak hal yang menjadi penyebab. Ada unsur bad-luck. Sejak SBY-JK memerintah, berbagai bencana di luar kontrol SBY-JK menimpa. Mulai dari bencana alam, bencana penyakit, bencana minyak bumi global yang sangat mempengaruhi daya tahan ekonomi Ada pula unsur kelembagaan politik sebagai penyebabnya.

Presiden dipilih langsung dalam sistem multi partai. SBY terpilih namun berasal dari partai kecil. Demi menjaga dukungan di parlemen, presiden melakukan kompromi dan negosiasi dengan aneka bos dan pimpinan partai besar.

Namun kapabilitas pemerintahan sendiri juga menjadi penyebabnya. Perbedaan gaya leadership antara SBY-JK, lemahnya koordinasi kementerian, inkompetensi beberapa menteri dan kecurigaan adanya conflict of interest tokoh pemerintahan, ikut membuat situasi setahun SBY-JK bermasalah. Yang menggembirakan, berdasarkan hasil survei LSI itu, publik masih menaruh harapan besar pada SBY.

Publik percaya pada personaliti SBY walau kecewa dengan kinerjanya. Publik percaya bahwa SBY bekerja keras, jujur, berpihak kepada kepentingan rakyat. Kepercayaan publik yang masih tinggi itu akan berbuah jika SBY didukung oleh team yang kuat. Tahun kedua menjadi momentum SBY memiliki team yang kuat. Aset politik termahal SBY adalah JK sendiri, yang mendampinginya sebagai wakil presiden.

JK bukan politisi biasa. Kelas JK sudah setingkat innovator, tokoh yang berani mengambil kebijakan penting dan beresiko, tetapi dengan kalkulasi rasional. Namun di tahun kedua, JK harus berperan seperti Dick Cheney bagi George Bush. Di tahun pertama, Dick Cheney dikritik telah berperan sebagai the acting president atau the real prime min-ister.

Setelah itu, Dick Cheney lebih berperan di belakang saja dan menumbuhkan kesan bahwa memang George Bush yang memegang kendali pemerintahan selaku presiden. Reshuffle kabinet untuk posisi kunci penting pula dilakukan. Kocok ulang menteri itu menjadi penanda bahwa presiden serius memperbaiki kelemahan pemerintahannya di tahun kedua.

Disarikan dari buku: Para Politisi dan Lagunya, Penulis: Deny J.A, Hal: 19-20.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Tahapan Penyusunan Anggaran Desa

Selengkapnya →