Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Siklus Akuntansi Perioda Berjalan

Oleh   /   Senin 22 September 2014  /   Tidak ada komentar

Input akuntansi berupa transaksi (transaction), yaitu peristiwa bisnis yang bersifat keuangan dan yang menyebabkan terjadinya perubahan di elemen-elemen persamaan akuntasi.

keuanganLSM

Siklus Akuntansi Perioda Berjalan

Input akuntansi berupa transaksi (transaction), yaitu peristiwa bisnis yang bersifat keuangan dan yang menyebabkan terjadinya perubahan di elemen-elemen persamaan akuntasi. Peristiwa bisnis yang tidak memenuhi persyaratan sebagai transaksi tidak diproses oleh akuntansi. Oleh karena itu, tahap pertama akuntansi adalah mengidentifikasi apakah suatu peristiwa bisnis merupakan transaksi atau non-transaksi. Selanjutnya, perusahaan mengukur peristiwa bisnis yang diidentifikasi sebagai transaksi menggunakan satuan moneter karena menggunakan satuan moneter (monetary unit) sebagai alat ukurnya. Fungsinya pengidentifikasian dan pengukuran transaksi di atas lazim dikategorikan sebagai aktivitas penyiapan transaksi.

Transaksi yang telah diidentifikasi dan diukur nilai moneternya selanjutnya dicatat melalui 2 fungsi pokok yang dikenal sebagai:

  1. Penjurnalan (journalizing), dan
  2. Pemindah-bukuan (posting).

Aktivitas pencatatan pertama disebut fungsi penjurnalan yang dapat dianalogikan dengan peringkasan transaksi berdasarkan urutan waktu.  Dengan penjurnalan ini perusahaan dapat mengetahui informasi keuangan dalam 1 perioda (bias harian, mingguan, dsb) lebih mudah.  Penjualan transaksi ditampung di media yang disebut buku jurnal.

Contoh Penjurnalan: 16 Jan. PT. IBADAHKITA membayar tunai gaji/honorarium Rp 1.500.000

9-17-2014 1-32-21 PM

 

Selanjutnya perusahaan melakukan pencatatan yang disebut pemindah-bukuan. Fungsi pemindah-bukuan (posting) dapat dianalogikan dengan fungsi pengelompokan atau pengklasifikasian informasi akuntansi berbasis akun. Akun-akun yang merupakan hasil penjurnalan (terdapat di buku jurnal) dipindahkan dan dikelompokkan sesuai akunnya. Media yang berisi kumpulan akun-akun lazim disebut buku besar (ledger). Dengan demikian, akun-akun yang terdapat di buku jurnal dipindahkan keakun-akun yang sama yang terdapat di buku besar. Dengan pemindah-bukuan ini maka perusahaan dapat mengetahui saldo (sisa) nilai rupiah setiap akun dengan cara menghitung selisih antara total sisi debet dan sisi kredit.

9-17-2014 1-33-01 PM

Kedua fungsi penjurnalan dan pemindah-bukuan di atas lazim dikategorikan sebagai aktivitas pencatatan yang merupakan “jantung” akuntansi.

Siklus Akuntansi Akhir Perioda

Pada akhir perioda perusahaan menyusun laporan keuangan (financial statement). Fungsi-fungsi akuntansi pada akhir perioda dilakukan secara berurutan yang dimulai dari penyusunan daftar saldo sebelum penyesuaian sampai dengan pencatatan pembalik. Dari jenis aktivitasnya, fungsi-fungsi akuntansi pada akhir perioda dikategorikan menjadi 2 (dua), yaitu:

  1. Aktivitas pencatatan, dan
  2. Aktivitas penyusunan laporan.

Aktivitas pencatatan (meliputi penjurnalan dan pemindah-bukuan) terdiri dari:

  1. Pencatatan penyesuai (adjusting entries),
  2. Pencatatan pengoreksian (correcting entries),
  3. Pencatatan penutup (closing entries), dan
  4. Pencatatan pembalik (reversing entries).

Aktivitas penyusunan laporan lazimnya menghasilkan laporan berupa:

  1. Daftar saldo sebelum penyesuaian (unadjusted trial balance),
  2. Daftar saldo setelah penyesuaian (adjusted trial balance), dan
  3. Laporan keuangan (financial statements) yang terdiri laporan laba/rugi, laporan perubahan ekuitas, neraca, dan laporan arus kas.

Disarikan dari buku: Akuntansi itu Ternyata Logis dan Mudah, Penulis: Dr. Sony Warsosno, MAFIS, Akuntan, Arif Darmawan, SE, M. Arsyadi Ridha, SE, Hal: 60-62.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Proses SDM Berbelit-Belit

Selengkapnya →