Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Sisa Hasil Usaha Koperasi Rp 15 Triliun

Oleh   /   Rabu 14 Oktober 2015  /   Tidak ada komentar

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah melihat saat ini animo masyarakat untuk berusaha melalui koperasi semakin besar. Secara kuantitatif, jumlah koperasi hingga 2015.

Sisa Hasil Usaha Koperasi Rp 15 Triliun

Sisa Hasil Usaha Koperasi Rp 15 Triliun

Sumber: Kompas, 13 Mei 2015.

Oleh Samuel Oktora dan Dedi Muhtadi

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah melihat saat ini animo masyarakat untuk berusaha melalui koperasi semakin besar. Secara kuantitatif, jumlah koperasi hingga 2015 sudah mencapai 209.488 unit dengan modal sendiri Rp 105,8 triliun yang menghasilkan sisa hasil usaha Rp 14,98 triliun.

Hal itu disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga pada Dies Natalis Institut Koperasi Indonesia di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (12/5).

Menurut Puspayoga, pada 2013, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) juga mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap produk domestik bruto nasional, yaitu 57,56 persen.

“Kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional mencapai 15,68 persen,” ujar Puspayoga.

Walaupun belum terlalu besar, proporsi ini cukup memberikan bukti bahwa dalam pasang surut situasi ekonomi, UMKM masih mampu menyumbang devisa bagi negara. UMKM juga telah teruji sebagai kelompok usaha yang memiliki daya responsif, fleksibilitas, dan adaptasi yang luar biasa terhadap perubahan pasar.

Sementara itu, dalam seminar bertajuk “Kaleidoskop Perkembangan dan Road Map Koperasi Indonesia” yang digelar dalam rangka dies itu, Guru Besar Universitas Indonesia Sri-Edi Swasono, antara lain, menyatakan, tantangan terbesar koperasi untuk berkembang adalah pemerintah cenderung menerapkan sistem ekonomi neoliberal.

Pemerintah lebih mengutamakan pasar yang berdaulat, bukan rakyat yang berdaulat. Koperasi sulit untuk maju jika pemerintah tidak memahami pasal ini.

Edi juga mengingatkan pemerintah untuk memberikan perhatian besar pada koperasi serta UKM. Semangat dunia saat ini mulai beralih pada kerja sama. Hal ini sama dengan semangat dan jiwa koperasi, yaitu kekeluargaan. Perserikatan Bangsa-Bangsa, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), dan Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) merupakan contoh kerja sama, bukan persaingan.

Sisa Hasil Usaha Koperasi Rp 15 Triliun2

Jangan ditakuti

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso Budi Susetyo mengatakan, MEA tak perlu ditakuti.

MEA prinsipnya merupakan kerja sama di kawasan ASEAN yang saling menguntungkan. Namun, kalau dampaknya saling merugikan, pemerintah jangan ragu-ragu untuk menolaknya.

Prakoso juga menyinggung, tahun ini, pemerintah fokus untuk mengembangkan kewirausahaan dari usaha mikro ke usaha kecil. Hal ini diharapkan dapat terus berkembang sehingga bisa mengurangi tingkat pengangguran.

Pelaku usaha mikro akan diberi keterampilan dan pemagangan agar dapat meningkat ke usaha kecil. Pemerintah mengucurkan dana sekitar Rp 80 miliar yang disebar ke semua provinsi untuk pengembangan sektor ini. “Tiap wirausaha yang sudah lolos seleksi diberi modal usaha Rp 25 juta,” ujar Prakoso.

Mantan Menteri Koperasi Subiakto Tjakrawerdaya mengingatkan, semua pelaku ekonomi, baik perusahaan swasta maupun perusahaan negara, harus memiliki spirit kekeluargaan sebagaimana jiwa dan semangat koperasi. Semua pelaku ekonomi juga harus menerapkan kemitraan yang setara.

Di masa Orde Baru, semua BUMN dan swasta diwajibkan mendirikan koperasi karyawan. BUMN dan perusahaan swasta juga harus menjual sebagian sahamnya (minimal 15 persen) kepada koperasi karyawan dan koperasi lain. “Hal ini di masa Orde Baru sudah diterapkan, tapi saat ini dicabut lagi,” kata Subiakto.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →