Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita Media  >  Artikel saat ini

SKK Migas Dorong Keterlibatan UKM

Oleh   /   Jumat 22 Desember 2017  /   Tidak ada komentar

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memberikan peluang perusahaan golongan usaha kecil dan menengah (UKM) terlibat dalam industri hulu migas.

SKK Migas Dorong Keterlibatan UKM

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memberikan peluang perusahaan golongan usaha kecil dan menengah (UKM) terlibat dalam industri hulu migas.

“Kami memberikan ruang kompetisi yang terbuka bagi UKM,” kata Kepala Divisi Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa, SKK Migas, Erwin Suryadi, seperti dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (29/11/2017).

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut dihadiri Kontraktor Kontrak Kerja Sama (Kontraktor KKS) dan penyedia barang/jasa yang beroperasi di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

Peningkatan peluang keterlibatan perusahaan lokal dan UKM ini terdapat dalam peraturan yang dikeluarkan SKK Migas, yakni revisi keempat Pedoman Tata Kerja (PTK) 007 mengenai Pengelolaan Rantai Suplai.

Dalam beleid tersebut, proses tender yang hanya dapat diikuti oleh penyedia barang/jasa di provinsi wilayah Kontraktor KKS beroperasi adalah paket tender dengan nilai sampai dengan Rp 10 miliar atau US$ 1 juta.

Untuk tender barang dan jasa dengan nilai lebih dari Rp 50 miliar atau US$ 5 juta, perusahaan yang ikit wajib bekerjasama dengan usaha menengah setempat dengan cara sub kontrak sebagian pekerjaan.

Jenis pekerjaan bagi penyedia barang/jasa di daerah antara lain, sewa kendaraan (mobil, truk, trailer, tronton), penanganan dan pengolahan limbah, program kemasyarakatan pendukung operasi, konsultan media dan komunikasi, bongkar muat, gudang, jasa pengamanan, inspeksi kapal, agen izin pelabuhan, alat tulis kantor, katering, dan sebagainya.

Erwin menjelaskan, SKK Migas berkomitmen meningkatkan penggunaan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) di industri hulu migas. Perhatian besar ini diharapkan tidak membuat pelaku bisnis di Indonesia terlena.

Penyedia barang dan jasa dalam negeri diminta untuk terus berbenah diri,sehingga dapat menghasilkan produk dengan kualitas dan harga yang bersaing dengan produk impor, serta memberikan pelayanan yang optimal bagi para Kontraktor KKS.

“UKM harus meningkatan kompetensi dan profesionalitas agar bisa bersaing. Kami siap memberikan asistensi melalui pelatihan peningkatan kapasitas,” ujar dia.

Dia menuturkan, terciptanya iklim kesetaraan akan membuat industri hulu migas Indonesia menjadi lebih baik dan memberikan multiplier effect bagi para pengusaha golongan UKM.

Sumber: bisnis.liputan6.com.

    Cetak       Email
  • Publish: 1 bulan ago on Jumat 22 Desember 2017
  • By:
  • Last Modified: Desember 21, 2017 @ 10:14 pm
  • Filed Under: Berita Media

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Kreatif, Koperasi di Garut Ini Olah Sampah Plastik Jadi BBM

Selengkapnya →