Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

SMK Didorong Membentuk Koperasi

Oleh   /   Rabu 14 Oktober 2015  /   Tidak ada komentar

Kami berharap bisa meningkatkan lulusan SMK yang berwirausaha hingga 5 persen. Ini dimulai dengan membuat 1.650 SMK rujukan yang salah satunya harus menjalankan pembelajaran berbasis.

SMK Didorong Membentuk Koperasi

SMK Didorong Membentuk Koperasi

Sumber: Kompas, 29 Mei 2015.

Lulusan sekolah menengah kejuruan dari 128 program keahlian mencapai 1,2 juta-1,4 juta orang setiap tahun. Sebanyak 85 persen lulusannya bekerja, 8 persen lulusan melanjutkan kuliah, dan hanya berkisar 1 persen hingga 1,5 persen yang berwirausaha.

Padahal, peluang lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) untuk mandiri lewat wirausaha cukup besar. Itu karena mereka memiliki keahlian memproduksi atau menciptakan produk unggulan yang dapat dipasarkan minimal di daerahnya. Namun, kemampuan berwirausaha siswa SMK belum berkembang, salah satunya terkendala soal bentuk badan usaha yang memungkinkan berkembangnya usaha yang dijalankan siswa dan sekolah.

“Kami berharap bisa meningkatkan lulusan SMK yang berwirausaha hingga 5 persen. Ini dimulai dengan membuat 1.650 SMK rujukan yang salah satunya harus menjalankan pembelajaran berbasis industri untuk pengembangan produk unggulan. Targetnya, tiap SMK memiliki 20 lulusan yang jadi wirausaha,” ujar Direktur Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Mustaghfirin Amin seusai pembukaan SMK Expo Ke-2 di Yogyakarta, Kamis (28/5).

SMK ekspo

SMK ekspo kali ini diikuti 40 SMK terpilih dari berbagai daerah. Kegiatan berlangsung pada 28-31 Mei di Jogja Expo Center. Penyelenggaraannya digagas Dewan Koperasi Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Tiap SMK berkesempatan memamerkan produk-produk unggulan sesuai bidang keahlian yang berpeluang dikembangkan menjadi usaha. Produk unggulan antara lain mobil, batik, seni lukis dan seni pahat, animasi, busana, makanan, hasil-hasil pertanian dan kelautan, hingga batu alam. Ada yang masih dalam skala prototipe, tetapi ada juga yang sudah bermitra dengan dunia usaha untuk pemasaran. Selain itu, ada seminar, lokakarya, dan klinik koperasi sebagai tempat konsultasi siswa SMK dan guru pendamping, tentang tata cara pembentukan koperasi, serta pengelolaan dan pengembangannya.

Adji Gutomo, Ketua Panitia SMK Expo 2015, mengatakan program ini juga untuk mendorong SMK membentuk koperasi. Koperasi akan menjadi sarana untuk mempraktikkan kegiatan bisnis, memproduksi, dan memasarkan produk atau jasa. (ELN)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Sangat Perlu Dukungan Akses Pembiayaan

Selengkapnya →