Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita Media  >  Artikel saat ini

Spirit Usaha Kaum Muda

Oleh   /   Jumat 7 Desember 2012  /   Tidak ada komentar

Pelatihan, konferensi internasional, hingga seminar lokal yang menghadirkan wirausaha sukses digelar untuk menggalang kewirausahaan, mulai soal kiat sukses hingga skema pembiayaan. Yang disasar adalah kalangan anak muda.

keuangan LSM

Sejak diluncurkan tahun 2007, program KUR mampu menggerakkan 7 juta lebih pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan total kredit Rp 87 triliun.

Sumber: KOMPAS, Kamis, 8 November 2012, Halaman: 17.

WIRAUSAHA

Spirit Usaha Kaum Muda

Pelatihan, konferensi internasional, hingga seminar lokal yang menghadirkan wirausaha sukses digelar untuk menggalang kewirausahaan, mulai soal kiat sukses hingga skema pembiayaan. Yang disasar adalah kalangan anak muda.

Upaya mendukung usaha kecil masyarakat lewat lembaga pembiayaan juga dilakukan. Salah satu contohnya, Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sejak diluncurkan tahun 2007, program KUR mampu menggerakkan 7 juta lebih pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan total kredit Rp 87 triliun.

Kementerian Koperasi dan UKM juga merencanakan dana Rp 78,8 miliar untuk pencetakan wirausaha baru, program pelatihan, pendampingan, and usaha memasyarakatkan kewirausahaan. Tahun ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga menyiapkan Rp 100 miliar untuk proposal mahasiswa wirausaha dan beasiswa dosen ilmu kewirausahaan.

Tuntutan penciptaan lapangan kerja baru bagi kalangan anak muda kian mendesak seiring dengan banyaknya penganggur muda terdidik di Indonesia. Per Februari 2012, berdasarkan data Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, ada 541.955 penganggur berstatus sarjana. Sementara dari total 7,2 persen sarjana sudah bekerja, sebanyak 22,7 persen berstatus setengah menganggur dan pekerja paruh waktu.

Namun, membangun usaha mandiri dengan model wirausaha di kalangan anak muda tak mudah. Hasil survey KOMPAS bulan lalu, sepertiga responden mahasiswa mengaku tak tertarik berwirausaha. Alasannya kebanyakan terkait faktor pengetahuan dan mental, seperti tak mengerti cara berwirausaha, takut rugi, dan merasa belum menemukan waktu tepat untuk memulai usaha.

Sebagian kelompok mahasiswa yang tertarik berwirausaha pun belum total. Sebagian responden (14 persen) mengaku tertarik berwirausaha untuk mengisi waktu luang, mencoba peruntungan, atau menjalankan keinginan orangtua.

Maka, tak heran juga jika data Kementerian Koperasi dan UKM menunjukkan jumlah wirausaha lebih rendah ketimbang UMKM. Tahun lalu, jumlah UMKM baru sepanjang lima tahun terakhir. Sementara itu, jumlah wirausaha per Januari 2012 baru 3,75 juta wirausaha.

Secara keseluruhan, jumlah wirausaha saat ini baru 1,56 persen dari jumlah penduduk. Tahun 2010, jumlah wirausaha ini masih 0,24 persen. Di tingkat regional, Indonesia masih kalah dari Malaysia (5 persen) dan Singapura (7 persen).

Penciptaan wirausaha baru, apalagi hingga sebanyak negara lain, tentu tak bisa tercapai hanya dengan menyusun rencana dan dana. Pengalaman tahun 2010 mencatat, upaya mencetak 5.000 wirausaha baru hanya berjalan 20 persen karena lemahnya pendampingan bagi kelompok ini. (BIMA BASKARA/LITBANG KOMPAS)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →