Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel Terbaru  >  Artikel saat ini

Stakeholders di CSR

Oleh   /   Rabu 5 Februari 2014  /   Tidak ada komentar

Praktik CSR tidak bisa terlepas kaitannya dengan istilah stakeholders atau pemangku kepentingan, karena irisannya besar antara mempengaruhi dan dipengaruhi terkait dengan terpenuhinya kebutuhan masing-masing.

Stakeholders di CSR

Stakeholders di CSR

Dalam melakukan praktik CSR tidak bisa terlepas kaitannya dengan istilah stakeholders atau pemangku kepentingan, karena irisannya besar antara mempengaruhi dan dipengaruhi terkait dengan terpenuhinya kebutuhan masing-masing. Secara sederhana definisi stakeholders adalah kelompok-kelompok yang mempengaruhi dan/atau dipengaruhi oleh organisasi tersebut sebagai dampak dari aktivitas-aktivitasnya (Tanari, 2009).

Jika dilakukan pemetaan, stakeholders dalam entitas perusahaan terbagi ke dalam 7 (tujuh) jenis, diantaranya: pelanggan, masyarakat, karyawan, pemegang saham, lingkungan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan pemerintah. Setiap stakeholders memiliki hasrat dan kebutuhan masing-masing. Di antara hasrat stakeholders adalah sebagai berikut:

a. Pelanggan

  • Berhak atas produk berkualitas
  • Berhak mendapatkan harga yang layak

b. Masyarakat

  • Berhak mendapatkan perlindungan dari kejahatan bisnis
  • Mendapatkan dampak hubungan yang baik dari keberadaan perusahaan

c. Pekerja

  • Mendapatkan jasminan keamanan dalam bekerja
  • Mendapatkan jaminan kesalamatan
  • Mendapatkan perlakuan yang adil dan tidak ada dikriminasi

d. Pemegang Saham

  • Berhak mendapatkan harga saham yang layak dan keuntungan saham

e. Lingkungan

  • Mendapat jaminan terhadap perlindungan alam
  • Mendapatkan hak rehalibitasi

f. Pemerintah

  • Mendapatkan laporan atas pemenuhan persyaratan hukum

g. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM)

  • Menjalankan fungsi control baik terhadap regulasi maupun komitmen perusahaan

Dalam konteks penerapan CSR, stakeholders wajib di rangkul dan dilibatkan baik dalam tahap perencanaan, implementasi dan evaluasi. Jika pun stakeholders tidak dilibatkan dalam proses perencanaan, setidaknya mendapatkan kontribusi positif dari program yang dilaksanakan. Andai terdapat satu stakeholders tidak dilibatkan atau mendapatkan manfaat dari perusahaan, maka akan berpotensi menjadi masalah bagi keberlanjutan perusahaan.

Disarikan dari buku: Panduan Praktis Pengelolaan CSR (Corporate Social Responsibility), Penulis: Rahmatullah, Trianita Kurniati, Hal: 11-12.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Informasi Tambahan dalam Laporan Keuangan menurut IFRS

Selengkapnya →