Memuat...
Anda di sini:  Beranda  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel (di bawah) ini

Standar Akuntansi Aktiva Tetap (Aset Tetap)

Oleh   /   Selasa 20 Agustus 2013  /   3 Tanggapan

Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk disewakan ke pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan diharapkan akan digunakan lebih dari satu periode.

keuangan LSM

Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa

Tulisan ini akan membahas standar akuntansi bagi aktiva (aset) tetap dengan urutan penyajian sebagai berikut : definisi, pengakuan awal, pertukaran aset, pengeluaran setelah pengakuan awal, pengukuran, penyusutan, metode penyusutan, penghentian pengakuan, pengungkapan.

Disarikan dari SAK ETAP Bab 15 tentang ASET TETAP.

Definisi

Aset tetap adalah aset berwujud yang:

  • dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk disewakan ke pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan
  • diharapkan akan digunakan lebih dari satu periode.

Pengakuan Awal

Pada saat pengakuan awal, aset tetap harus diukur sebesar biaya perolehan, yang meliputi unsur biaya:

  • harga beli, termasuk diantaranya pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan, setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan lainnya;
  • biaya-biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan;
  • estimasi awal biaya pembongkaran aset, jika aset tersebut selama periode tertentu digunakan bukan untuk menghasilkan persediaan.

Tanah dan bangunan adalah aset yang dapat dipisahkan dan harus dicatat secara terpisah, meskipun tanah dan bangunan tersebut diperoleh secara bersamaan.

Pertukaran Aset

Jika aset tetap diperoleh melalui pertukaran dengan aset nonmoneter atau kombinasi aset moneter dan aset nonmoneter, maka biaya perolehan diukur pada nilai wajar, kecuali jika transaksi pertukaran tidak memiliki substansi komersial, atau nilai wajar aset yang diterima tidak dapat diukur secara andal, maka biaya perolehan diukur pada jumlah tercatat aset yang diserahkan.

Pengeluaran Setelah Pengakuan Awal

Pengeluaran setelah pengakuan awal suatu aset tetap yang memperpanjang umur manfaat atau yang kemungkinan besar memberi manfaat ekonomi di masa yang akan datang, harus ditambahkan pada jumlah tercatat aset tetap tersebut.

Aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa, untuk disewakan ke pihak lain, atau untuk tujuan administratif; dan diharapkan akan digunakan lebih dari satu periode.

Pengukuran

Aset tetap harus diukur pada biaya perolehan dikurang akumulasipenyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.

Biaya pemeliharaan dan reparasi sehari-hari (cost of day-to-day servicing) dari aset tetap sebagai bebandalam laporan laba rugi pada periode terjadinya.

Penilaian kembali atau revaluasi aset tetap pada umumnya tidak diperkenankan karena SAK ETAP menganut penilaian aset berdasarkan biaya perolehan atau harga pertukaran.

Penyusutan

Beban penyusutan harus diakui dalam laporan laba rugi. Jumlah aset yang dapat disusutkan harus dialokasikan secara sistematis selama umur manfaatnya. Penyusutan dimulai ketika suatu aset tersedia untuk digunakan. Penyusutan dihentikan ketika aset dihentikan pengakuannya. Penyusutan tidak dihentikan ketika aset tidak digunakan atau dihentikan penggunaan aktifnya, kecuali aset tersebut telah disusutkan secara penuh.

Metode Penyusutan

Metode penyusutan harus dipilih dengan mencerminkan ekspektasi dalam pola penggunaan manfaat ekonomi masa depan aset. Beberapa metode penyusutan yang mungkin dipilih, antara lain metode garis lurus (straight line method), metode saldo menurun (diminishingbalance method), dan metode jumlah unit produksi (sum ofthe unit of production method).

Penghentian Pengakuan

Penghentian pengakuan aset tetap harus dilakukan pada saat:

  • dilepaskan; atau
  • ketika tidak ada manfaat ekonomi masa depan yang diekspektasikan dari penggunaan atau pelepasannya.

Keuntungan atau kerugian atas penghentian pengakuan aset tetap harus diakui dalam laporan laba rugi ketika aset tersebut dihentikan pengakuannya. Keuntungan tersebut tidak boleh diklasifikasikan sebagai pendapatan.

Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap ditentukan dengan menghitung perbedaan antara hasil penjualan neto (jika ada) dan jumlah tercatatnya.

Pengungkapan

Kelompok aset tetap harus diungkapkan dengan:

  • dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukan jumlah tercatat,
  • metode penyusutan yang digunakan,
  • umur manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan,
  • jumlah tercatat dan akumulasi penyusutan pada awal dan akhir periode,
  • rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periode yang menunjukkan penambahan dan pelepasan,
  • keberadaan dan jumlah pembatasan atas hak milik, dan aset tetap yang dijaminkan untuk utang,
  • jumlah komitmen kontrak untuk memperoleh aset tetap.
    Cetak       Email

3 Tanggapan

  1. Mustofa Murtaji R mengatakan:

    jika aset tetap berupa bankas, standar masa penyusutannya berapa tahun ya? harga Rp. 14 .000.000,-

  2. Eko Kurniawan Komara mengatakan:

    Mas Mus, masa penyusutannya sebenarnya terserah kebijakan organisasi mas. Tapi jika kita melihat aturan perpajakan, maka pilihannya adalah masuk ke kategori ‘harta berwujud bukan bangunan’ yang memiliki masa manfaat 4, 8 atau 16 tahun.

    Jika dilihat dari kelaziman, maka biasanya peralatan kantor disusutkan dengan masa manfaat 4 tahun saja mas. Mungkin jika dirasa masih bisa digunakan lebih lama, bisa dipilih opsi masa manfaat 8 tahun mas.

  3. Feri Yeti mengatakan:

    seandainya kami sdh mempunyai cad.untuk beli gedung 70jt (posisi di pasiva sbg modal cadangan gedung70jt), sedangkan harga gedung itu 100jt ,bagaimana ya jurnalnya ….(biar dlm neraca nanti tertera nom.gedung 100jt)

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Isian wajib ditandai *

Anda dapat memakai tag dan atribut HTML ini: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Anda Mau Membaca Ini, Mungkin?

KeuanganLSM

Jenis – Jenis Transaksi

Lanjutkan membaca →