Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Standar Pelaporan Kedua Audit Laporan Keuangan

Oleh   /   Senin 19 November 2012  /   Tidak ada komentar

Tujuan standar konsistensi adalah memberikan jaminan bahwa jika daya banding laporan keuangan diantara dua periode dipengaruhi secara material oleh perubahan prinsip akuntansi, auditor akan mengungkapkanperubahan tersebut dalam laporan audit.

keuanganLSM

Standar Pelaporan Kedua Audit Laporan Keuangan

Konsisten Penerapan Prinsip Akuntansi yang Berlaku Umum

“Laporan audit harus menunjukkan keadaan yang didalamnya prinsip akuntansi tidak secara konsisten diterapkan dalam penyusunan laporan keuangan periode sekarang dalam hubungannya dengan prinsip akuntansi yang diterapkan dalam periode sebelumnya”.

Konsistensi merupakan konsep di dalam akuntansi yang menuntut diterapkannya standar secara terus-menerus, tidak diubah-ubah kecuali dengan alasan yang dapat dibenarkan. Perubahan kadang dimungkinkan dan dibenarkan agar laporan keuangan dapat menyajikan posisi keuangan organisasi yang sebenarnya dan untuk menghindari informasi yang menyesatkan.

Tujuan standar konsistensi adalah memberikan jaminan bahwa jika daya banding laporan keuangan diantara dua periode dipengaruhi secara material oleh perubahan prinsip akuntansi, auditor akan mengungkapkanperubahan tersebut dalam laporan audit.

Konsistensi sangat diperlukan untuk mendukung komparabilitas laporan keuangan dari suatu periode ke periode berikutnya. Bila laporan keuangan telah menerapkan konsistensi sebagaimana mestinyamaka laporan keuangan audit tidak perlu menyebutkan frase konsistensi ini.

Penerapan semestinya standar kedua ini menuntut auditor untuk memahami hubungan antara konsistensi dengan daya banding laporan keuangan. Perbandingan laporan keuangan di antara beberapa periode dapat dipengaruhi oleh:

Perubahan Akuntansi

Perubahan dalam prinsip akuntansi meliputi perubahan dalam:

  • Prinsip akuntansi,
  • Estimasi akuntansi,
  • Satuan usaha yang membuat laporan keuangan

Perubahan akuntansi dapat mempengaruhi konsistensi dan sebaliknya. Perubahan akuntansi yang dapat mempengaruhi konsistensi meliputi:

  • Perubahan dalam prinsip akuntansi,
  • Perubahan dalam satuan usaha yang membuat laporan,
  • Laporan setelah terjadi penggabungan kepentingan,
  • Koreksi kesalahan penerapan dalam prinsip,
  • Perubahan dalam prinsip yang tidak dapat dipisahkan dari perubahan dalam estimasi akuntansi,
  • Perubahan dalam prinsip yang tidak dapat dipisahkan dari perubahan dalam penyajian arus kas.

Perubahan akuntansi yang tidak mempengaruhi konsistensi meliputi:

  • Perubahan dalam klasifikasi dan reklasifikasi,
  • Koreksi kesalahan yang tidak melibatkan prinsip akuntansi.

Perubahan akuntansi yang tidak mempengaruhi konsistensi tetapi memerlukan pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan meliputi:

  • Perubahan dalam estimasi akuntansi,
  • Transaksi atau kejadian yang sangat berbeda,
  • Perubahan akuntansi yang diperkirakan baru berdampak matematika di masa yang akan datang.

Kesalahan dalam laporan keuangan yang diterbitkan dalam periode sebelumnya.

Perubahan penggolongan atau reklasifikasi.

Ketidaktepatan estimasi tahun-tahun sebelumnya dengan peristiwa dan kejadian dalam tahun berjalan.

Disarikan dari buku: Audit Sektor Publik, Penulis: Indra Bastian, Akt., M.B.A., Ph.D., Halaman: 245-247.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Lingkup Pekerjaan Pemeriksa Internal (3/4)

Selengkapnya →