Memuat...
Anda di sini:  Beranda  >  Artikel  >  Audit  >  Artikel (di bawah) ini

Subsequent Events

Oleh   /   Senin 13 Mei 2013  /   Tanggapi?

Subsequent Events adalah peristiwa atau transaksi yang terjadi setelah tanggal neraca tetapi sebelum diterbitkannya laporan audit yang mempunyai akibat yang material terhadap laporan keuangan dan memerlukan penyesuaian atau pengungkapan dalam laporan tersebut.

Subsequent Events

Subsequent Events

1. Pengertian

Subsequent Events adalah peristiwa atau transaksi yang terjadi setelah tanggal neraca tetapi sebelum diterbitkannya laporan audit yang mempunyai akibat yang material terhadap laporan keuangan dan memerlukan penyesuaian atau pengungkapan dalam laporan tersebut.

Terdapat 2 jenis subsequent eventmerujuk pada PSAK no. 46, yakni:

  1. Peristiwa yang memberikan tambahan bukti yang berhubungan dengan kondisi yang ada pada tanggal neraca dan berdampak terhadap taksiran yang melekat dalam proses penyusunan laporan keuangan,
  2. Peristiwa yang menyediakan tambahan bukti yang berhubungan dengan kondisi yang tidak ada pada tanggal neraca, namun kondisi tersebut ada sesudah tanggal neraca.

Menurut Sukrisno Agoes (2004:138), subsequent event yang harus di audit oleh akuntan publik adalah:

1. Subsequent Collection

Penagihan sesudah tanggal neraca, sampai mendekati selesainya pekerjaan lapangan/audit field work, dan dilaksanakan dalam pemeriksaan piutang, dan barang dalam perjalanan

2. Subsequent Payment

Pembayaran sesudah tanggal neraca sampai mendekati selesainya audit field work, dan dilaksanakan pada saat pemeriksaan hutang dan biaya yang masih harus dibayar.

2. Tujuan Pemeriksaan Subsequent Event

Subsequent event harus dilakukan pemeriksaan dengan tujuan:

1. Menentukan keberadaan kejadian penting sesudah tanggal neraca yang membutuhkan penyesuaian terhadap laporan keuangan atau memerlukan pengungkapan dalam catatan atas laporan keuangan agar tidak menyesatkan pengguna laporan keuangan

2. Menentukan kemungkinan tertagihnya piutang

3. Memastikan bahwa “barang dalam perjalanan” yang tercantum di neraca per tanggal neraca, masih di perjalanan

Saat membayar uang muka pembelian (L/C) perusahaan mencatat:

Barang dagang dalam perjalanan xxx
Kas xxx

Saat penerimaan barang sebelum tanggal neraca, perusahaan mencatat:

Persediaan xxx
Hutang dagang xxx

Akibatnya per tanggal neraca tetap terlihat saldo barang dalam perjalanan dan terjadi dua kali pencatatan hutang dagang :

Persediaan xxx
Barang dalam perjalanan xxx

4. Untuk memastikan kewajiban dan beban yang masih harus dibayar yang tercantum di neraca per tanggal neraca, merupakan kewajiban perusahaan yang akan dilunasi pada saat jatuh temponya (sesudah tanggal neraca)

5. Memastikan bahwa tidak ada kewajiban perusahaan yang belum dicatat per tanggal neraca

1. Prosedur Pemeriksaan Subsequent Event

Prosedur pemeriksaan subsequent event terdiri dari beberapa langkah, yakni:

  1. Periksa pengeluaran dan penerimaan kas sesudah tanggal neraca, sampai mendekati tanggal selesainya audit field work,
  2. Periksa bukti pengeluaran dan penerimaan barang sesudah tanggal neraca, sampai mendekati tanggal selesainya audit field work,
  3. Periksa cut-off pembelian dan penjualan,
  4. Review laporan keuangan interim untuk periode sesudah tanggal neraca,
  5. Minta copy notulen rapat direksi, dewan komisaris, pemegang saham, periksa apakah ada commitment dari perusahaan yang baru dipenuhi pada periode sesudah tanggal neraca,
  6. Lakukan tanya jawab dengan pejabat perusahaan yang berwenang, mengenai:
    1. Ada/tidaknya contingent liabilities
    2. Ada/tidaknya perubahan dalam modal saham, kewajiban jangka panjang atau kredit modal kerja dalam periode sesudah tanggal neraca
    3. Ada/tidaknya kejadian penting sesudah tanggal neraca yang memerlukan adjustment terhadap laporan keuangan atau penjelasan catatan laporan keuangan
  7. Kirim konfirmasi ke penasihat hukum perusahaan,
  8. Analisa perkiraan profesional fees,
  9. Dapatkan surat representasi klien (client representation letter)

2. Penyelesaian Pemeriksaan Akuntan

Beberapa hal yang harus dilakukan akuntan publik, sebelum suatu pemeriksaan akuntan dinyatakan selesai:

  1. Seluruh kertas kerja pemeriksaan harus diparaf oleh pembuatnya dan direview oleh atasannya.
  2. Hasil review harus didokumentasikan dalam suatu review notes dan harus dijawab oleh staf yang direview (reviewee) secara tertulis
  3. Daftar audit adjustment harus disusun, lengkap dengan index working papernya, diskusikan dengan klien
  4. Audit adjustment yang sudah disetujui klien harus diposting ke masing-masing kertas kerja yang berkaitan
  5. Draft report disusun oleh auditor in-charge (pimpinan tim audit), direview oleh audit manager dan audit partner
  6. Sebelum kertas kerja pemeriksaan dan draft report di review oleh audit manager dan audit partner, maka audit supervisor harus menyusun notes to PPM (catatan untuk Partner, Principal dan Manager)
  7. Setelah draft report direview dan disetujui PPM, diskusikan dengan klien. Jika klien setuju, buat final audit report.
  8. Sebelum laporan audit diserahkan kepada klien, auditor harus meminta Surat Pernyataan Langganan dari klien. Tanggal surat harus sama dengan tanggal selesainya audit field work dan tanggal laporan audit.
  9. Auditor membuat draft management letter, setelah direview dan disetujui PPM, diskusikan dengan klien. Klien setuju, buat management letter final untuk klien
  10. tahap akhir, selesaikan urusan pelunasan audit fee (ditambah 10% PPN, dikurangi PPh 23 7,5%)
  11. Dalam audit working papers, cantumkan “catatan untuk audit tahun berikutnya”.
  12. Opini yang diberikan, tergantung hasil pemeriksaan
  13. Dalam mereview kertas kerja pemeriksaan, KAP sebaiknya mempunyai daftar “Audit Working Papers Review Guide”
    Cetak       Email
  • Terbit 1 tahun lalu pada Senin 13 Mei 2013
  • Oleh:
  • Last Modified: Mei 13, 2013 @ 4:55 pm
  • Filed Under: Audit
  • Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Anda Mau Membaca Ini, Mungkin?

KeuanganLSM

Account Receivable

Lanjutkan membaca →