Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Subsidi Listrik 2015 Rp 68,69 Triliun

Oleh   /   Rabu 29 Oktober 2014  /   Tidak ada komentar

Anggaran subsidi Rp 68,69 triliun tersebut di luar jumlah kurang bayar tahun 2013 yang mencapai Rp 3,73 triliun.
Anggaran subsidi listrik pada APBN Perubahan 2014 sebesar Rp 85,75 triliun. Jumlah itu belum termasuk kurang bayar tahun 2013 yang mencapai Rp 21,79 triliun.

Subsidi Listrik 2015 Rp 68,69 Triliun

Subsidi Listrik 2015 Rp 68,69 Triliun

Sumber: Kompas, Kamis, 18 September 2014

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Komisi VII DPR sepakat mengalokasikan anggaran subsidi listrik tahun 2015 sebesar Rp 68,69 triliun. Alokasi subsidi ini lebih rendah daripada subsidi tahun 2014 yang mencapai Rp 85,75 triliun. Demikian kesepakatan dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR dengan pemerintah, Rabu (17/9), di Jakarta. Hadir dalam rapat tersebut Pelaksana Tugas Menteri ESDM Chairul Tanjung, Wakil Menteri ESDM Susilo Siswoutomo, Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jarman, dan Direktur PT PLN (Persero) Nur Pamudji.

Jarman menyatakan, anggaran subsidi Rp 68,69 triliun tersebut di luar jumlah kurang bayar tahun 2013 yang mencapai Rp 3,73 triliun.
Anggaran subsidi listrik pada APBN Perubahan 2014 sebesar Rp 85,75 triliun. Jumlah itu belum termasuk kurang bayar tahun 2013 yang mencapai Rp 21,79 triliun.

Anggota Komisi VII DPR dari Fraksi Partai Golongan Karya, Satya Widya Yudha, menyatakan, berkurangnya subsidi listrik pada tahun 2015 dibandingkan tahun 2014 disebabkan turunnya porsi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) dalam pemakaian energi bauran. Penurunan itu sekitar 9 persen menjadi 8 persen.

Selain itu, ada kenaikan tarif listrik untuk beberapa golongan pelanggan. ”Ini adalah yang pertama kali dalam sejarah subsidi listrik turun. Hal ini harus terus didorong dengan bauran kebijakan, di antaranya dengan terus menurunkan porsi penggunaan BBM dalam pembangkit listrik. Salah satunya dengan menggunakan batubara dan gas,” kata Satya.

 

Tarif Tidak Naik

Subsidi listrik senilai Rp 68,69 triliun itu dengan sejumlah asumsi antara lain insentif investasi kepada PLN Rp 18 triliun. Selain itu, tidak ada kebijakan kenaikan tarif listrik pada tahun 2015.

Sejak Juli 2014 hingga akhir tahun 2014, tarif listrik untuk enam golongan pelanggan naik setiap dua bulan. Kenaikan tarif itu dapat menghemat subsidi listrik tahun ini hingga Rp 8,51 triliun.

Sebelumnya, Komisi VII dan Kementerian ESDM sudah menyepakati produksi minyak siap jual sebanyak 900.000 barrel per hari dan produksi gas siap jual 1,248 juta barrel setara minyak.

Volume BBM bersubsidi dipatok 46 juta kiloliter (kl). Jumlah itu terdiri dari premium sebanyak 29,48 juta kl, minyak tanah sebanyak 850.000 kl, serta minyak solar dan biodiesel sebanyak 15,67 kl. Adapun volume elpiji 3 kilogram sebanyak 5,76 juta ton. Subsidi biodiesel dipatok Rp 1.500 per liter, sedangkan bioetanol dipatok Rp 2.000 per liter. (LAS)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →