Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita Media  >  Artikel saat ini

Suku Bunga KUR Bisa Turun

Oleh   /   Jumat 5 Oktober 2012  /   1 Komentar

Suku bunga kredit usaha rakyat berpeluang turun meskipun sedikit. Turunnya suku bunga yang seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi Indonesia itu akan dibahas lebih dulu dengan perbankan. Alasannya, kredit usaha rakyat merupakan dana pihak ketiga perbankan.

keuangan LSM

Berdasarkan data BI, suku bunga rata-rata kredit usaha mikro, kecil, dan menengah per Juli 2012 sebesar 13,8 persen.

Sumber: KOMPAS, Kamis, 4 Oktober 2012.

Jakarta, Kompas – Suku bunga kredit usaha rakyat berpeluang turun meskipun sedikit. Turunnya suku bunga yang seiring dengan membaiknya kondisi ekonomi Indonesia itu akan dibahas lebih dulu dengan perbankan. Alasannya, kredit usaha rakyat merupakan dana pihak ketiga perbankan.

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Syarifuddin Hasan menyampaikan hal itu dalam jumpa pers acara Pasar Indonesia yang diselenggarakan Bank Mandiri, di Jakarta, Rabu (3/10). Ia menjawab pertanyaan tentang kemungkinan turunnya suku bunga kredit usaha rakyat (KUR).

Menurut Syarifuddin, variabel penentu tingkat suku bunga KUR di antaranya suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) dan suku bunga perbankan yang dipengaruhi efisiensi perbankan.

”Kami akan bersinergi lebih dulu dengan perbankan, sejauh mana efisiensinya, sehingga bunga bisa turun. Kami juga tidak ingin merugikan perbankan,” kata Syarifuddin.

Suku bunga KUR atau mikro umumnya lebih tinggi dibandingkan suku bunga kredit lain karena perlu tambahan biaya dan tenaga untuk pengucuran kredit ini, misalnya untuk mendatangi calon nasabah kredit mikro.

Syarifuddin berdalih, dari komunikasinya dengan penerima KUR, masalah utama sebenarnya adalah akses. Suku bunga merupakan hal kesekian setelah kemudahan mengakses KUR. Oleh karena itu, akses KUR akan dipermudah sehingga penyerapannya lebih maksimal. ”Suku bunga penting, tetapi bukan prioritas,” tutur Syarifuddin.

Hingga saat ini, nilai kumulatif KUR mencapai Rp 85 triliun, dengan Rp 23 triliun di antaranya disalurkan sepanjang tahun 2012. Target Rp 30 triliun pada tahun 2012 diyakini Syarifuddin akan tercapai sehingga nilai kumulatif KUR per akhir tahun 2012 sebesar Rp 100 triliun.

Suku bunga dasar kredit

Sejak 31 Maret 2011, Bank Indonesia (BI) mewajibkan bank dengan aset Rp 10 triliun atau lebih mengumumkan suku bunga dasar kredit (SBDK). Tujuannya, bank lebih efisien.

Dengan SBDK, pasar persaingan suku bunga korporasi, ritel, dan konsumer yang diumumkan itu menjadi lebih terbuka. Suku bunga bisa turun.

Perihal penerapan hal serupa pada kredit usaha mikro, Kepala Biro Hubungan Masyarakat BI Difi Ahmad Johansyah yang ditanya Kompas mengatakan, BI sedang mengkaji kemungkinan itu. ”Tidak tertutup kemungkinan ada SBDK dikembangkan ke arah kredit mikro,” kata Difi.

Penerapan SBDK untuk kredit mikro dapat menjadi acuan bank. Persaingan kredit mikro dapat lebih transparan.

Berdasarkan data BI, suku bunga rata-rata kredit usaha mikro, kecil, dan menengah per Juli 2012 sebesar 13,8 persen. Rasio kredit bermasalah 3,8 persen. Suku bunga KUR ritel sekitar 14 persen, sedangkan KUR mikro sekitar 22 persen. (IDR)

    Cetak       Email

1 Comment

  1. Koperasi berkata:

    Saya mendapatkan informasi bahwa di tahun 2016 ini pemerintah membuat program KUR dengan cara bekerjasama dengan beberapa bank nasional. dan bagi yang ingin mengajukan KUR, syarat-syaratnya :

    1. mempunyai usaha berjalan min 1 th
    2. wni usia 21-60 th.
    3. fc ktp, kk, pas photo
    4. sku (surat keterangan usaha)
    5. fotocopy kepemilikan agunan (bpkp & sertifikat/ajb)

    Bunganya kecil Min, cuma 0.4%. Sebagai informasi saja loh min.. 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →