Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Target BUMN Naik Jadi Rp 43,73 Triliun

Oleh   /   Senin 3 November 2014  /   Tidak ada komentar

Kenaikan sumbangan dividen itu diputuskan dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama Kementerian BUMN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Keuangan.

Target BUMN Naik Jadi Rp 43,73 Triliun

Target BUMN Naik Jadi Rp 43,73 Triliun

Sumber: Kompas, Selasa, 9 September 2014

Target dividen badan usaha milik negara pada Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Tahun 2015 dinaikkan dari yang semula diusulkan Kementerian BUMN Rp 41,0 triliun menjadi Rp 43,73 triliun. Kenaikan sumbangan dividen itu diputuskan dalam Rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR bersama Kementerian BUMN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, dan Kementerian Keuangan, Senin (8/9), di Jakarta.

Rapat kerja dengan agenda membahas asumsi dasar, pendapatan, defisit, dan pembiayaan itu dipimpin Wakil Ketua Banggar DPR Tamsil Linrung. Sekretaris Menteri BUMN Imam Apriyanto Putro mengatakan, PT Pertamina (Persero) masih menjadi penyumbang terbesar untuk penerimaan negara bukan pajak.

”Kami menargetkan Pertamina menyumbang sekitar 30 persen untuk dividen yang ditetapkan ini,” katanya. BUMN yang lain dinilai belum memiliki potensi sebesar Pertamina. Bahkan, dalam rapat tersebut, sejumlah BUMN menyatakan tidak bisa menyetorkan dividen karena merugi, sedangkan BUMN lainnya lebih fokus mengembangkan bisnis.

BUMN yang tidak menyetorkan dividen itu, antara lain, PT Taspen, PT Jiwasraya, Perum Bulog, PT Hutama Karya, PT Pelni, PT Dirgantara Indonesia, serta PT Perkebunan Nusantara I dan II. BUMN yang merugi, antara lain, PT Krakatau Steel Tbk, PT Merpati Nusantara Airlines, PT Garuda Indonesia Tbk, PT Aneka Tambang, PT Pertani, dan PT Sang Hyang Seri.

Sejumlah anggota Banggar DPR mempertanyakan target dividen yang rendah sebagaimana diusulkan Kementerian BUMN. ”BUMN-BUMN seperti PT Pertani dan PT Sang Hyang Seri seharusnya, kan, tidak merugi. Mereka menerima subsidi untuk produk pupuk dan benih mereka dan mendistribusikannya kepada petani. Namun, itu pun masih rugi,” kata Jhoni Allen Marbun, anggota Banggar DPR.

Banggar DPR sepakat meminta Kementerian BUMN untuk merevisi usulan dividennya agar lebih tinggi. Akhirnya, target dividen BUMN naik Rp 2,73 triliun dari yang diusulkan semula menjadi Rp 43,73 triliun. ”Kita lihat nanti, semoga target itu bisa direalisasikan,” kata Imam. Hingga Agustus 2014, dividen yang telah disumbangkan BUMN sebesar Rp 36 triliun dari yang ditargetkan Rp 40 triliun pada tahun ini.
Target dividen dari sektor perikanan disepakati Rp 250 miliar, sementara dari sektor kehutanan Rp 4,573 triliun. (REK)

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →