Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak

Oleh   /   Kamis 8 Januari 2015  /   Tidak ada komentar

Dalam hal terjadi pembatalan transaksi penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak-nya telah diterbitkan, maka Faktur Pajak tersebut harus dibatalkan. Pembatalan transaksi harus didukung oleh bukti atau dokumen yang membuktikan bahwa telah terjadi pembatalan transaksi.

 

keuanganLSM

Tata Cara Pembatalan Faktur Pajak

Cara pembatalan Faktur Pajak adalah:

  • Dalam hal terjadi pembatalan transaksi penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak-nya telah diterbitkan, maka Faktur Pajak tersebut harus dibatalkan.
  • Pembatalan transaksi harus didukung oleh bukti atau dokumen yang membuktikan bahwa telah terjadi pembatalan transaksi. Bukti dapat berupa pembatalan kontrak atau dokumen lain yang menunjukkan telah terjadi pembatalan transaksi.
  • Pengusaha Kena Pajak Penjual yang melakukan pembatalan Faktur Pajak harus memiliki bukti dari Pengusaha Kena Pajak pembeli yang menyatakan bahwa transaksi dibatalkan.
  • Faktur Pajak yang dibatalkan harus tetap diadministrasi (disimpan) oleh Pengusaha Kena Pajak penjual yang menerbitkan Faktur pajak tersebut.
  • Pengusaha Kena Pajak penjual yang membatalkan Faktur Pajak harus mengirimkan surat pemberitahuan dan kopi dari Faktur pajak yang dibatalkan ke kantor Pelayanan Pajak tempat Pengusaha Kena Pajak penjual dikukuhkan.
  • Dalam hal Pengusaha Kena Pajak penjual belum melaporkan Faktur Pajak yang dibatalkan di dalam surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai, maka Pengusaha Kena Pajak penjual harus tetap melaporkan Faktur Pajak tersebut dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai dengan mencantumkan nilai 0 (nol) pada kolom DPP, PPN dan PPnBM.
  • Dalam hal Pengusaha Kena Pajak penjual telah melporkan Faktur pajak tersebut dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai sebagai Faktur Pajak Keluaran, maka Pengusaha Kena Pajak penjual harus melakukan pembetulan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak yang bersangkutan, dengan cara tetap melaporkan Faktur Pajak yang dibatalkan tersebut dan mencantumkan nilai 0 (nol) pada kolom DPP, PPN atau PPN dan PPnBM.
  • Dalam hal Pengusaha Kena Pajak pembeli telah melaporkan Faktur Pajak yang dibatalkan tersebut dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai sebagai Faktur Pajak Masukan, maka Pengusaha Kena Pajak pembeli harus melakukan pembetulan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak yang bersangkutan, dengan cara tetap melaporkan Faktur Pajak yang dibatalkan tersebut dengan mencantumkan nilai 0 (nol) pada kolom DPP, PPN atau PPN dan PPnBM.

Disarikan dari buku: Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai & Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Penulis: Assoc.Prof. DR. Gustian Djuanda, Irwansyah Lubis, SE, Msi, Hal: 97-98.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Tahapan Penyusunan Anggaran Desa

Selengkapnya →