Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Tata cara Penggunaan Faktur Pajak yang Cacat, Rusak, Salah dalam Pengisian atau Salah dalam Penulisan

Oleh   /   Jumat 26 Januari 2018  /   6 Komentar

Pada Faktur Pajak Pengganti sebagaimana dimaksud pada butir 1, dibubuhkan cap yang mencantumkan Kode dan Nomor Seri serta tanggal Faktur Pajak yang dibubuhkan cap yang mencantumkan Kode dan Nomor Seri serta tanggal Faktur Pajak yang diganti tersebut.

keuanganLSM

Tata cara Penggunaan Faktur Pajak yang Cacat, Rusak, Salah dalam Pengisian atau Salah dalam Penulisan

Cara penggantian Faktur Pajak yang cacat, rusak, salah dalam pengisian atau salah dalam penulisan adalah:

  • Atas permintaan Pengusaha Kena Pajak pembeli Barang Kena Pajak atau penerima Jasa Kena Pajak penerima Jasa Kena Pajak membuat Faktur Pajak Pengganti terhadap Faktur Pajak yang rusak, cacat, salah dalam pengisian, atau salah dalam penulisan.
  • Pembetulan Faktur Pajak yang rusak, cacat, salah dalam pengisian, atau salah dalam penulisan tidak diperkenankan dengan cara membuat Faktur Pajak Pengganti sebagaimana dimaksud dalam butir 1.
  • Penerbitan dan peruntukan Faktur Pajak Pengganti dilaksanakan seperti penerbitan dan peruntukan Faktur Pajak yang biasa sesuai dengan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang telah ditetapkan pada Lampiran III Peraturan Direktur Jendral Pajak ini.
  • Faktur Pajak pengganti sebagaimana dimaksud pada butir 1, diisi berdasarkan keterangan yang seharusnya dan dilampiri dengan Faktur Pajak yang rusak, cacat, salah dalam penulisan atau salah dalam pengisian tersebut.
  • Pada Faktur Pajak Pengganti sebagaimana dimaksud pada butir 1, dibubuhkan cap yang mencantumkan Kode dan Nomor Seri serta tanggal Faktur Pajak yang dibubuhkan cap yang mencantumkan Kode dan Nomor Seri serta tanggal Faktur Pajak yang diganti tersebut. Pengusaha Kena Pajak dapat membuat cap tersebut seperti contoh berikut. Kode dan Nomor Seri serta tanggal Faktur Pajak yang diganti dapat diisi dengan cara manual.

keuanganLSM

  • Penerbitan Faktur Pajak Pengganti mengakibatkan adanya kewajiban untuk membetulkan Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai pada Masa Pajak terjadinya kesalahan pembuatan Faktur Pajak tersebut.
  • Faktur Pajak Pengganti dilaporkan dalam Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai pada: (a) Masa pajak yang sama dengan Masa Pajak dilaporkan Faktur Pajak yang diganti, dengan mencantumkan nilai setelah penggantian; dan (b) Masa Pajak diterbitkannya Faktur Pajak Pengganti tersebut dengan mencantumkan nilai 0 (nol) pada kolom DPP, PPN, dan PPnMB , untuk menjaga urutan Faktur Pajak yang diterbitkan oleh Pengusaha Kena Pajak.
  • Pelaporan Faktur Pajak Pengganti pada Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai Masa Pajak sebagaimana dimaksud pada butir 7 huruf a dan b, harus mencantumkan Kode dan Nomor Seri Faktur Pajak yang diganti pada kolom yang telah ditentukan.

Disarikan dari buku: Pelaporan Pajak Pertambahan Nilai & Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Penulis: Assoc.Prof. DR. Gustian Djuanda, Irwansyah Lubis, SE, Msi, Hal: 93-95.

    Cetak       Email

6 Comments

  1. zenny berkata:

    selamat pagi,

    apakah ada batasan waktu untuk membuat faktur pajak pengganti ?
    misalkan.. ada faktur pajak yang salah dalam penulisan nominal nya di bulan maret 2014,
    hal tersebut baru di ketahui di bulan desember 2014.
    apakah masih bisa dibuatkan faktur pajak pengganti nya?
    terimakasih untuk info nya.

  2. Endra M Yusuf berkata:

    Selamat siang
    sodara zenny

    semoga penjelasan ini menarik buat sodara zenny:

    Pada bulan Juli 2012 PT A menerbitkan FP Keluaran dengan nomor 010.000-12.00008280 tanggal 5 Juli 2012 sebesar Rp 1.609.390. Pada bulan Agustus 2012, dikoreksi harganya sehingga FP di atas berubah menjadi nomor 010.000-12.00009980 tanggal 15 Agustus 2012 dengan nominal Rp 604.760.
    Sampai dengan saat ini prosedur pajak yg sudah kami lakukan adalah:

    melaporkan FP nomor 010.000-12.00008280 sebesar Rp 1.609.390 pada SPT Masa Juli 2012
    melaporkan FP nomor 010.000-12.00009980 dengan nominal Rp 604.760 pada SPT Masa Agustus 2012

    salam,
    admin

  3. luhut berkata:

    mba saya mau tanya, saya sudah approve faktur pajak sudah sukses , tetapi saya lihat lg ternyata nomor invoice nya kurang satu nomor, saya input 1510-017, (seharusnya 1510-0017) apakah itu tetap diganti? mohon penjelasannya , terimakasih..

  4. Admin KeuLSM berkata:

    dear saudara luhut,
    Faktur itu sekarang sudah tidak bisa ditentukan, anda dapat nomor faktur pajak langsung dari kpp dengan cara efaktur.
    Jadi kalau dapat nomor faktur ada angka kurang ya kita harus klarifikasi langsung ke klien.
    salam admin keuanganlsm

  5. Mitha berkata:

    Saya mau tanya, jika ada transaksi di bulan desember 2015 belum dibuatkan e faktur tetapi sisa nomor faktur terlanjur dikembalikan ke KPP, apa yang harus dilakukan? dan ketika dibuatkan efaktur dasi sisa jatah nomor faktur yg sudah dikembalikan tersebut Apakah PKP akan dikenakan denda? untuk PPNnya sudah dibayar dibulan Desember 2015.
    Mohon Penjelasaannya. Terima kasih

  6. Admin KeuLSM berkata:

    Selamat Siang,
    Sodari Mitha

    Jadi untuk kasus diatas, sebaiknya memang kita (PKP) membuat faktur pajak baru 2016.. faktur pajak yang dibuat terlambat tetap sah selama keterlambatan tidak melebihi 3 bulan dari saat penyerahan. resiko yang akan ditanggung oleh PKP memang ada karena terlambat membuat faktur pajak, yakni sanksi keterlambatan yakni 2% dari DPP (dasar pengenaan pajak)–> UU NO. 28 tentang KUP pasal 14(4).

    yang sebutkan diatas lebih baik dibandingkan jika kita memaksakan memakai Faktur pajak yang sudah dikembalikan ke KPP. alasannya adalah:
    1. Faktur pajak tidak sah
    2. Pasti bayar surat tagihan pajak
    3. Penerima faktur pajak tidak bisa mengkreditkan PPN nya karena faktur pajak tidak sah.

    Semoga informasi ini bermanfaat

    Salam,
    Admin keuanganLSM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Akuntansi untuk UKM: Tahap-tahap Akuntansi

Selengkapnya →