Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Teknik Pencatatan Debet-Kredit

Oleh   /   Selasa 16 Desember 2014  /   Tidak ada komentar

Transaksi akuntansi yang telah djelaskan pada bagian dua bab ini mengubah data akuntansi pada jumlah yang sama. Pembukuan akan mencatat dan memroses data akuntansi menjadi laporan keuangan. Sistematika pencatatan dalam akuntansi saat ini dikenal dengan nama sistem debet-kredit.

keuanganLSM

Teknik Pencatatan Debet-Kredit

Transaksi akuntansi yang telah djelaskan pada bagian dua bab ini mengubah data akuntansi pada jumlah yang sama. Pembukuan akan mencatat dan memroses data akuntansi menjadi laporan keuangan. Sistematika pencatatan dalam akuntansi saat ini dikenal dengan nama sistem debet-kredit. Pada Bab III telah dijelaskan persamaan akuntansi, yakni:

11-7-2014 10-49-29 AM

Dari persamaan di atas dapat dilihat bahwa kenaikan atau penurunan nilai aset menyebabkan kenaikan atau penurunan nilai utang atau modal, atau keduanya, dengan jumlah yang sama. Bila aset bertambah Rp200 juta, misalnya, maka utang atau modal, atau kombinasi keduanya akan bertambah Rp200 juta. Misalkan utang berkurang Rp300 juta, dan modal bertambah Rp400 juta, maka aset akan bertambah Rp100 juta. Bila penambahan utang lebih kecil dari pengurangan modal, aset akan berkurang.

Rekening aset berbeda posisi atau berbeda tanda dengan rekening utang dan modal. Rekening utang dan modal memiliki tanda atau posisi yang sama. Secara konvensional, rekening aset disebut bersaldo debet. Sedangkan rekening utang dan rekening modal bersaldo kredit. Dengan demikian, persamaan yang terjadi adalah seperti ini.

11-7-2014 10-50-12 AM

Berdasarkan persamaan di atas diketahui bahwa:

  • Aset adalah bersaldo debet. Namun jika aset mengalami pengurangan, aset bisa saja dikredit.
  • Utang dan modal ‘adalah bersaldo kredit. Apabila utang dan modal berkurang, utang dan modal harus didebet.

Bab II telah menjelaskan bahwa laporan neraca dan laporan laba rugi berhubungan dalam rekening modal. Modal perusahaan meningkat jika perusahaan menghasilkan laba. Sementara laba adalah pendapatan dikurangi beban. Semakin besar pendapatan dan atau semakin kecil beban akan meningkatkan laba dan modal perusahaan. Dapat disimpulkan sebagai berikut.

  • Pendapatan memiliki sifat searah atau sama dengan modal. Karena modal bertanda “kredit”, maka pendapatan juga bersaldo “kredit”. Jika pendapatan berkurang, saldonya dibalik menjadi “debet”.
  • Beban memiliki sifat yang berlawanan dengan modal. Bila modal disebut bersaldo kredit, itu berarti beban bersaldo “debet”. Namun jika beban berkurang, artinya saldonya di- “kredit”.

Disarikan dari buku: Akuntansi untuk Non-Akuntan, Penulis: Golrida Karyawati P, Hal: 61-62.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

SDM sebagai Gerbang Terakhir

Selengkapnya →