Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Referensi  >  Referensi Buku  >  Artikel saat ini

The Microfinance Revolution

Oleh   /   Selasa 25 Januari 2011  /   Tidak ada komentar

Volume 2, Pelajaran dari Indonesia (Lessons from Indonesia), mengevaluasi berbagai pelajaran berharga dari sejarah panjanjang Indonesia di dunia keuangan mikro.

keuangan LSM

The Microfinance Revolution

Marguerite S. Robinson
Penerjemah: Pasha Agoes
Editor: Selvy Monalisa, SE. Ak, MBA
Penerbit: Salemba Empat
The World Bank, Washington, D.C.
Open Society Institute, New York
2004

Di seluruh dunia, sebuah revolusi keuangan sedang terjadi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Revolusi keuangan mikro adalah penyediaan jasa keuangan kepada Rakyat berpenghasilan rendah yang efektif secara ekonomi melalui lembaga-lembaga yang bersaing dan Mandiri. Ini sudah terjadi di beberapa Negara, walaupun belum semuanya. Munculnya industri keuangan mikro ini memiliki dampak sosioekonomi yang mendalam. Untuk pertama kalinya dalam sejarah, model dapt terjadi sesuatu yang demokratis.

Revolusi Keuangan Mikro, yang terdiri dari tiga volume, ditujukan untuk berbagai kalngan pembaca-ekonomi, banker, pembuat kebijakan, donor, dan ahli sosial; praktisi keuangan mikro, specialis keuangan lokal, pedesaan, dan perkotaan; serta pembaca umum yang tertarik dalam bidang ini. Volume 1, yaitu Pelayanan Keuangan Yang Berkembang bagi Rakyat Miskin (Sustainable Finance for the Poor), berfokus pada perubahan dari sistem kredit yang disubsidi pemerintah dan donor menjadi lembaga keuangan mikro yang Mandiri. Lembaga tersebut memberikan pelayanan simpanan sukarela dan pinjaman.

Volume 2, Pelajaran dari Indonesia (Lessons from Indonesia), mengevaluasi berbagai pelajaran berharga dari sejarah panjanjang Indonesia di dunia keuangan mikro. Pelajaran yang ada berkisar dari stabilitas, daya jangkau, dan keuntungan, bahkan di saat krisis yang parah. Volume ini juga berfokus pada Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Desa, yaitu sebuah sistem perbankan mikro yang berkesinambungan dan berdasarkan di dunia. Volume 3, Industri yang Bangkit (The Emerging Industry), yang sebagian besar ditukis bersama-sama dengan Peter J. Fidler, mempelajari keuangan mikro komersial di seluruh dunia serta memberikan gambaran dunia tersebut di tahun 2025.

Volume 2 ini berfokus pada Indonesia, yaitu Negara pertama yang berkembang keuangan mikro secara besar-besaran. Bab 8 memperkenalkan Indonesia hingga pertengahan tahun 2001, sedangkan Bab 9 merupakan sebuah tinjauan dan kritik mengenai perkembangan pedesaan serta perkembangan lembaga keuangan pedesaan di Indonesia. Kedua bab ini menyajikan sebuah latar belakang untuk memahami keuangan mikro Indonesia di masa kini. Bank Dagang Bali (BDB), bank swasta tertua yang berfokus pada keuangan mikro di Indonesia, dibahas pada Bab 10.

Perkembangan dan pertumbuhan sistem perbankan mikro BRI Unit Desa dari tahun 1970-96 dibahas pada Bab 11-15. Bab 11 mempelajari Unit Desa seiring dengan perkembangan menjadi program kredit pedesaan yang sangat besar dan bersubsidi, dan akhirnya gagal (1970-83). Bab 12-14 mempelajari transformasi Unit Desa menjadi sebuah sistem perbankan mikro komersial yang ada di selutuh penjuru tanah air (1984-96). Topik yang dicakup diantaranya adalah isu-isu kebijakan, pinjaman, simpanan, dan revormasi organisasi. Bab 15 mendokumentasikan dan menganalisis stabilitas Unit Desa yang mengagumkan hingga tahun 2001 – dengan sekitar 20 juta nasabah dan lebih dari 15 tahun menghasilkan keuntungan. Bab ini juga mempelajari lembaga keuangan mikro komersial lainnya selama masa krisis Indonesia baru-baru ini.

    Cetak       Email

About the author

Yudhis adalah salah satu pengelola keuangan LSM, aktif di Yayasan Penabulu sebagai program officer.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Akuntansi Desa

Selengkapnya →