Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Internal

Oleh   /   Jumat 18 Desember 2015  /   Tidak ada komentar

Tindak lanjut oleh pemeriksa internal didefinisikan sebagai suatu proses untuk menentukan kecukupan, keefektivan, dan ketepatan waktu dari berbagai tindakan yang dilakukan oleh manajemen.

Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Internal

Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Internal

Pemeriksa internal harus terus-menerus meninjau dan melakukan tindak lanjut (follow up) untuk memastikan bahwa terhadap temuan pemeriksaan yang dilaporkan telah dilakukan tindakan yang tepat.

Pemeriksaan internal harus memastikan apakah suatu tindakan korektif telah dilakukan dan memberikan berbagai hasil yang diharapkan, ataukah manajemen senior atau dewan telah menerima risiko akibat tidak dilakukannya tindakan korektif atas temuan yang dilaporkan.

  1. Tindak lanjut oleh pemeriksa internal didefinisikan sebagai suatu proses untuk menentukan kecukupan, keefektivan, dan ketepatan waktu dari berbagai tindakan yang dilakukan oleh manajemen terhadap berbagai temuan pemeriksaan yang dilaporkan. Suatu temuan dapat mencakup berbagai temuan lain yang relevan yang didapat oleh pemeriksa dan lainnya.
  2. Tanggungjawab untuk melakukan tindak lanjut harus didefinisikan dalam ketentuan yang memuat tujuan, kewenangan, dan tanggungjawab bagian audit internal.
  3. Manajemen bertanggungjawab menentukan tindakan yang perlu dilakukan sebagai tanggapan terhadap temuan pemeriksaan yang dilaporkan. Pimpinan audit internal bertanggungjawab memperkirakan tindakan manajemen yang diperlukan, agar berbagai hal yang dilaporkan sebagai temuan pemeriksaan tersebut dapat dipecahkan secara tepat waktu. Dalam menentukan luas dari tindak lanjut, auditor internal harus mempertimbangkan berbagai prosedur dari hal-hal yang berkaitan dengan tindak lanjut, yang dilaksanakan oleh pihak lain dalam organisasi.
  4. Sebagaimana dinyatakan pada Bab III nomor 6 dari standar profesi manajemen senior dapat menetapkan untuk menerima risiko akibat tidak dilakukannya tindakan korektif terhadap keadaan yang dilaporkan, berdasarkan pertimbangan biaya atau pertimbangan lainnya. Dewan harus diberi laporan tentang seluruh keputusan manajemen senior terhadap berbagai temuan pemeriksaan penting.
  5. Sifat, ketepatan waktu, dan luas tindak lanjut ditentukan oleh pimpinan audit internal.
  6. Berbagai faktor yang diharuskan dipertimbangkan dalam menentukan berbagai prosedur tindak lanjut yang tepat adalah:
  • Pentingnya temuan yang dilaporkan,
  • Tingkat usaha dan biaya yang dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi yang dilaporkan,
  • Risiko yang mungkin terjadi bila tindakan korektif yang dilakukan gagal,
  • Tingkat kesulitan pelaksanaan tindakan korektif, dan
  • Jangka waktu yang dibutuhkan.
  1. Beberapa temuan tertentu yang dilaporkan mungkin sangat penting dan segera memerlukan tindakan manajemen. Kondisi tersebut harus terus dimonitor oleh pemeriksa internal hingga diperbaiki karena berbagai akibat yang mungkin ditimbulkan terhadap organisasi.
  1. Terdapat pula berbagai keadaan di mana pimpinan audit internal menilai bahwa tindakan yang dilakukan oleh manajemen telah cukup, bila dibandingkan dengan pentingnya temuan pemeriksaan. Dalam hal-hal tertentu, tindak lanjut dapat dilaksanakan sebagai bagian dari pemeriksaan yang akan diadakan kemudian.
  1. Pemeriksaan harus memastikan bahwa tindakan yang dilakukan terhadap temuan pemeriksaan memperbaiki berbagai kondisi yang mendasari dilakukannya tindakan tersebut.
  1. Pimpinan unit audit internal bertanggungjawab membuat jadwal kegiatan tindak lanjut sebagai bagian dari pembuatan jadwal pekerjaan pemeriksaan.
  1. Penjadwalan tindak lanjut harus didasarkan pada risiko dan kerugian yang terkait, juga tingkat kesulitan dan perlunya ketepatan waktu dalam penerapan tindakan korektif.
  1. Pimpinan audit internal harus menetapkan berbagai prosedur yang meliputi:
  • Jangka waktu yang disediakan bagi manajemen untuk memberikan tanggapan;
  • Mengevaluasi terhadap tanggapan manajemen;
  • Mengadakan verifikasi terhadap tanggapan manajemen, bila perlu;
  • Pemeriksaan terhadap tindak lanjut, bila perlu;
  • Prosedur laporan kepada tingkatan manajemen yang sesuai tentang tindakan yang tidak memuaskan, termasuk tentang pemeriksaan risiko akibat tidak dilakukannya tindakan korektif.
  1. Berbagai teknik yang dipergunakan untuk menyelesaikan tindak lanjut secara efektif adalah sebagai berikut.
  • Pengiriman laporan tentang temuan pemeriksaan kepada tingkat manajemen yang tepat, yang bertanggungjawab untuk melaksanakan tindakan korektif.
  • Menerima dan mengevaluasi tanggapan manajemen terhadap temuan pemeriksaan selama pelaksanaan pemeriksaan, atau dalam jangka waktu yang wajar setelah laporan hasil pemeriksaan diterbitkan. Tanggapan akan lebih berguna apabila mencantumkan berbagai informasi yang cukup bagi pimpinan audit internal untuk mengevaluasi kecukupan dan ketepatan waktu dari tindakan korektif.
  • Menerima laporan perkembangan perbaikan dari manajemen secara periodik, untuk mengevaluasi status usaha manajemen untuk memperbaiki kondisi yang sebelumnya dilaporkan.
  • Menerima dan mengevaluasi laporan dari berbagai organisasi lain yang ditugaskan dan bertanggungjawab mengenai berbagai hal yang berhubungan dengan proses tindak lanjut.
  • Melaporkan kepada manajemen atau dewan tentang status tanggapan terhadap berbagai temuan pemeriksaan.

Disarikan dari buku: Standar Profesional Audit Internal (Tindak Lanjut Hasil Pemeriksaan Internal), Penulis: Hiro Tugiman, Hal: 75-78.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Lingkup Pekerjaan Pemeriksa Internal (3/4)

Selengkapnya →