Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Tindak Lanjut Pasca Ujicoba

Oleh   /   Selasa 24 Juli 2018  /   Tidak ada komentar

Berdasarkan pendekatan-pendekatan tersebut, dipertimbangkan perlunya desain audit yang menyeluruh dan terpadu, komprehensif dan integratif, yang dapat menjadi tools yang bisa digunakan oleh tim pelaksana program di daerah dalam melakukan audit sosial pada ketiga isu tersebut.

keuanganLSM

Tindak Lanjut Pasca Ujicoba

Untuk mengatasi masalah dan kelemahan yang terjadi pada sisi penyediaan (supply side) tersebut, PATTIRO berupaya menguatkan pendekatan dari sisi permintaan (demand side), melalui beberapa upaya sebagai berikut:

  • Memfasilitasi publik monitoring dimana penerima manfaat program didorong untuk meningkatkan partisipasi aktif dalam memonitor proyek-proyek yang dibiayai negara dan mencegah penyalahgunaan dalam implementasi program, khususnya program BOS, Pupuk bersubsidi dan Raskin. Selain itu secara aktif mengumpulkan komplain atau informasi tentang penyalahgunaan program yang bisa digunalcan sebagai bahan untuk mengusulkan perbaikan. Hal ini difasilitasi oleh tim audit sosial.
  • Membangun pusat komunitas di tingkat daerah. Pusat komunitas akan berperan penting dalam mendukung kelompok masyarakat untuk menuntut adanya sistem integritas dan akuntabilitas dalam penyelenggaraan program BOS, Pupuk Bersubsidi dan Raskin. Pendekatan ini akan dilaksanakan melalui beberapa kategori kegiatan, meliputi workshop, pelatihan dan pemberian asistensi (bantuan) teknis.
  • Memfasilitasi Dialog. Hal ini dilakukan untuk memanfaatkan hasil monitoring atau pemantauan sebagai input atau umpan balik dan memastikan bahwa pusat komunitas bisa mempengaruhi pengembangan sistem integritas dan akuntabilitas pada program BOS, Pupuk Bersubsidi dan Raskin. Upaya yang dilakukan dalam hal ini adalah memfasilitasi dialog antar-stakeholders. Dialog antar-stakeholders ini memungkinkan hasil pemantauan oleh publik, serta masukan dari masyarakat, CSO, media massa kepada institusi pelaksana program.

Berdasarkan pendekatan-pendekatan tersebut, dipertimbangkan perlunya desain audit yang menyeluruh dan terpadu, komprehensif dan integratif, yang dapat menjadi tools yang bisa digunakan oleh tim pelaksana program di daerah dalam melakukan audit sosial pada ketiga isu tersebut.

Disarikan dari buku: Manual Audit Sosial Multi Stakeholder, Penulis: Ilham Cendekia Srimarga, Muchammad Fahazza, Widi Heriyanto, Hal: 19-20.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Lingkup Pekerjaan Pemeriksa Internal (2/4)

Selengkapnya →