Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Artikel saat ini

Titik Berangkat Analisis Rantai Nilai

Oleh   /   Rabu 1 Juli 2015  /   Tidak ada komentar

Titik berangkat Analisis Rantai Nilai ini berbeda dengan kedua kerangka kerja sebelumnya. Jika pada dua kerangka sebelumnya pengukuran adalah pada kekuatan struktur sistem, maka pada analisis rantai nilai pengukuran dilakukan pada praktek yang dilakukan pada setiap rantai.

Titik Berangkat Analisis Rantai NilaiAnalisis Rantai Nilai

Analisis Rantai Nilai adalah tools yang awalnya digunakan dalam analisa bisnis pada tahun 1985[1], kemudian digunakan juga sebagai alat analisis mengenai korupsi pada tahun 2007[2]. Analisis Rantai Nilai digunakan untuk memahami komponen, kegiatan atau proses yang mengandung beberapa sub-komponen, sub-kegiatan atau sub-proses. Analisa Rantai Nilai dalam ASMS ini adalah alat untuk memahami bagaimana kontribusi dari bagian program (program bantuan sosial) terhadap terlaksananya good governance dan tujuan program itu sendiri.

Titik berangkat Analisis Rantai Nilai ini berbeda dengan kedua kerangka kerja sebelumnya. Jika pada dua kerangka sebelumnya pengukuran adalah pada kekuatan struktur sistem (berupa kerangka kebijakan dan mekanisme pelaksanaan), maka pada analisis rantai nilai pengukuran dilakukan pada praktek yang dilakukan pada setiap rantai.

Dalam program bantuan sosial pemerintah, seperti Program BOS (Bantuan Operasional Sekolah). Program Bantuan Pupuk Bersubsidi, Program Raskin (Beras untuk Keluarga Miskin) dan sebagainya, secara garis besar terdapat tiga pelaku yang berinteraksi dengan program itu. Ketiga pelaku tersebut adalah pemerintah, penyedia pelayanan dan masyarakat/pengguna layanan. Dalam pelaksanaan program bantuan sosial, ketiga pelaku tersebut berinteraksi dalam poses transfer. proses distribusi (dana bantuan), pelaporan dan mekanisme komplain. Lihat gambar 2.3 di bawah ini.

Gambar 2.3 Relasi Rantai Nilai

Analisis Rantai Nilai adalah untuk menilai, bagaimana kualitas dari komponen-kornponen proses yang dianggap penting dari pelaksanaan program bantuan sosial pemerintah. Dalam ASMS ini, rantai nilai dari proses pelaksanaan program bantuan sosial pemerintah yang dianggap penting untuk dimonitor terdiri dari: rantai nilai transfer, rantai nilai distribusi, rantai nilai pelaporan dan rantai nilai mekanisme komplain.

Transfer: Proses pengiriman dana pemerintah ke service provider atau pengiriman dana anter pemerintah untuk membiayai program ini. Isu-isu yang diperhatikan dalam proses tersebut di antaranya adalah: ada tidaknya persyaratan yang harus dipenuhi penerima transfer, dan adakah time frame yang jelas untuk transfer.

Distribusi: Proses konversi dana menjadi suatu berduk delivelabtes (barang dan jasa) pada tingkat service provides hingga penyampaian deliverables tersebut pada final beneficiaries yang direncanakan. Proses tersebut dapat meliputi: proses penetapan alokasi belanja barang/jasa (defiverables) oleh service provider, procurement alas baranga/jasa, dan penyampaian deliverables tersebut (dapat berbentuk pengangkutan, pengiriman atau pelayanan). Isu-isu yang menjadi perhatian seperti terjadi proses pengalokasian rencana anggaran yang terdokumentasi (misalnya RKAS). apakah ada rencana anggaran tersebul ditaati dalam proses pengadaan barang/jasa, dan sebagainya.

Pelaporan: Proses pertanggungjawaban dari; service provider kepada pemerintah dan masyarakat (khususnya final beneficiaries) atas penggunaan dana yang dilakukan. Isu-isu yang mendapat perhatian dalam hal ini, dl antaranya adalah: apakah ada kepastian terjadi pelaporan, apakah ada proses validasi atas pelaporan, dan siapa yang dapat terlibat dalam proses pelaporan tersebut.

Mekanisme Komplain: Proses pengaduan dari masyarakat terutama final beneficiaries balk kepada para penyelenggara layanan atau kepada pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat. Isu-isu yang mendapat perhatian dalam hal ini, diantaranya adalah: apakah ada regulasi yang menjamin ruang pengaduan, apakah terdapat unit pengaduan baik di pemerintah ataupun di para penyelenggara layanan, dan apakah ada ruang pengaduan alternatif.

 

Matriks

Matriks ASMS adalah alat untuk mendukung eksplorasi fakta dan penilain atas implementasi program-program bantuan sosial pemerintah. Matriks tersebut digunakan untuk rnembantu para stakeholder peserta diskusi memfokuskan perhatian dalam eksplorasi fakta dan memberi penilaian atas fakta tersebut. Matriks ASMS sebagaimana dalam Gambar 2.4 merupakan hasil penyilangan (crossing) dari dua kerangka kerja, yaitu Kerangka Kerja Integritas dan Akuntabilitas dengan Analisis Rantai Nilai. Indikator dalam kerangka kerja Integritas dan Akuntabilitas, yaitu Eksistensi Kebijakan, Efektivitas Pelaksanaan dan Akses Masyarakat, menjadi header kolom dari matriks tersebut. Sedangkan empat indikator Rantai Nilai dalam implementasi program, program bantuan sosial pemerintah, yaitu: Transfer, Distribusi, Pelaporan, dan Mekanisme Komplain, menjadi header baris dari matriks tersebut.

[1] Michael Porter, Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance, 1985.

[2] J. Edgardo Campos Sanjay Pradhan, “Many Faces of Corruption”, The World Bank, 2007.

Disarikan dari buku: Manual Audit Sosial Multi Stakeholder, Penulis: Ilham Cendekia Srimarga, Muchammad Fahazza, Widi Heriyanto, Hal: 29-32.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

Pajak Penghasilan Pasal 4 Ayat 2

Selengkapnya →