Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Berita  >  Artikel saat ini

Trainer dan Fasilitator – CEPF (Critical Ecosystem Partnership Fund)

Oleh   /   Selasa 18 April 2017  /   Tidak ada komentar

Lowongan kerja ini meneruskan dari Program CEPF (Critical Ecosystem Partnership Fund).

Program CEPF (Critical Ecosystem Partnership Fund) atau Kemitraan Konservasi Wallacea merupakan program peningkatan kapasitas organisasi masyarakat sipil di kawasan Wallacea yang bertujuan memampukan mereka mengambil peran strategis dalam konservasi keragaman hayati.  Program ini didukung oleh the Critical Eccosystem Partnership Fund (CEPF) dan pelaksanaannya dipimpin oleh Burung Indonesia sebagai Regional Implementation Team (RIT). Sebagaimana dituliskan dalam dokumen “Ecosystem Profile Wallacea Biodiversity Hotspot” tahun 2013, prioritas aksi konservasi di pusat keragaman hayati Wallacea dibagi ke dalam 6 Arahan Strategis sebagai berikut:

  1. Arahan Strategis 1: Tindakan untuk mengatasi ancaman yang spesifik bagi spesies prioritas.
  2. Arahan Strategis 2: Meningkatkan pengelolaan kawasan (KBA=Key Biodiversity Area) baik yang dilindungi maupun yang tidak dilindungi.
  3. Arahan Strategis 3: Mendukung pengelolaan sumberdaya alam berkelanjutan yang dilakukan oleh masyarakat di kawasan dan koridor prioritas.
  4. Arahan Strategis 4: Memperkuat aksi berbasis masyarakat untuk melindungi spesies dan kawasan laut.
  5. Arahan Strategis 5: Melibatkan sektor swasta sebagai peserta aktif dalam konservasi kawasan dan koridor prioritas, di bentang alam produktif, dan di seluruh Wallacea.
  6. Arahan Strategis 6: Peningkatan Kapasitas Organisasi masyarakat sipil agar mampu berperan dalam konservasi keragaman hayati.

Yayasan Penabulu sebagai salah satu mitra CEPF yang mendukung upaya peningkatan kapasitas mitra CEPF menyelenggarakan pelatihan untuk mendukung pencapaian Arahan Strategis yang telah ditentukan.

Salah satu kegiatan yang diselenggarakan untuk mencapai Arahan Strategis 2 adalah Pelatihan Merencanakan dan Menilai Efektivitas Aksi Konservasi di Tingkat Tapak dengan Pendekatan Kolaborasi Para Pemangku Kepentingan.

Target pelatihan, peserta mampu:

  1. Efektivitas aksi konservasi tapak dapat diverifikasi secara objektif: luas dan kualitas habitat yang dilindungi atau dikelola secara berkelanjutan.
  2. Perencanaan pendekatan konservasi yang efektif menjawab tantangan di tingkat tapak sehingga didukung oleh para pihak yang berkepentingan dan menjadi agenda kolaboratif.

Posisi yang dibutuhkan:  Fasilitator dan Trainer untuk tema yang terkait

Metode Pelatihan: Presentasi, Diskusi, Praktik Lapangan.

Topik Pelatihan:

  1. Merumuskan tujuan konservasi
    1. Merumuskan masalah: eksploitasi berlebihan, perambahan, konflik kepentingan,dll
    2. Nilai penting kawasan: keragaman hayati, layanan alam, penghidupan dan tradisi setempat.
    3. Memilih target konservasi dan menentukan indikator keberhasilan (merancang baseline study).
  2. Menyusun pendekatan (strategi) konservasi.
    1. Memilih pendekatan (strategi) konservasi (lewat study kebijakan, literatur,referensi).
    2. Mendeskripsikan indikator perubahan:
      • Luas area perambahan(pemetaan langsung, citra satelit)
      • Populasi jenis terdampak
      • Laju erosi
      • Indeks pencemaran
      • Kualitas&kuantitas
  1. Merencanakan dan melaksanakan aksi konservasi
    1. Diskusi tematik
    2. Pengamatan lapangan
    3. Pembentukan kelompok masyarakat
    4. Pelatihan
    5. Penyusunan rencana kerja
    6. Integrasi rencana kerja ke dalam Program Desa, SKPD, UPT
    7. Legalisasi inisiatif (Perdes, Perbup, dll)
  2. Memonitor dan mengevaluasi hasil
    1. Pengenalan perangkat dan metode monitoring-evaluasi
    2. Praktek perangkat dan metode monitoring-evaluasi

Apabila anda adalah kandidat yang tepat, anda dapat mengirimkan :

  1. Application Letter
  2. Resume / CV
  3. Recent photo (4×6)

Ke Email : riviadian59@gmail.com   sebelum tanggal  15 Mei 2017 sekian.

    Cetak       Email
  • Publish: 2 tahun ago on Selasa 18 April 2017
  • By:
  • Last Modified: April 18, 2017 @ 3:36 pm
  • Filed Under: Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

UMKM Perlu Serap Digital

Selengkapnya →