Loading...
Posisi Anda:  Home  >  Artikel  >  Akuntansi  >  Artikel saat ini

Tujuan Pelaporan Keuangan dan Tanggungjaawab Sosial

Oleh   /   Minggu 22 April 2018  /   Tidak ada komentar

Begitu luasnya para pemakai laporan keuangan yang menunjukkan bahwa akuntansi merupakan aktivitas sosial. Manajemen mempunyai tanggungjawab sosial dalam melakukan aktivitasnya, yang dicatat oleh sistem akuntansi.

keuanganLSM

Tujuan Pelaporan Keuangan dan Tanggungjaawab Sosial

Dalam bab ini akan dibahas mengenai perbandingan tujuan pelaporan keuangan menurut FASB concept No.1, tujuan umum laporan keuangan menurut Prinsip Akuntansi Indonesia 1984, dan tujuan laporan keuangan dalam Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Laporan Keuangan dalam Standar Akuntansi Keuangan Indonesia 1994. Kemudian akan dijelaskan mengenai kesesuaian antara tujuan sosial ekonomik Amerika Serikat dengan tujuan pelaporan keuangan yang ditetapkan FASB dalam SFAC No. 1. Dalam bagian ini akan dijelaskan pula bagaimana FASB mempertimbangkan faktor-faktor lingkungan sosial ekonomik dan hukum yang berlaku di Amerika Serikat diderivasi ke dalam SFAC No. 1. Pembahasan selanjutnya adalah mengenai gambaran ringkas sistem perekonomian Indonesia dan pengaruh serta tuntutan arus globalisasi. Bagian terakhir bab ini menjelaskan mengenai identifikasi tanggungjawab perusahaan di Indonesia sesuai dengan karakteristik sistem perekonomian Indonesia.

Tujuan Pelaporan Keuangan menurut FASB

Menurut FASB dalam SFAC No. 1, tujuan pelporan keuangan ditetapkan berdasarkan manfaat informasi dan pihak yang disetujui oleh informasi keuangan tersebut. Fokus utama informasi keuangan tersebut adalah pihak investor dan kreditor, yang merupakan aspek eksternal pelaporan keuangan. Walaupun demikian, dalam paragraph ke-24 dijelaskan bahwa pemakai pelaporan keuangan dan kepentingannya (potential users and their interest) terdiri dari beberapa pihak/kelompok, bahkan disebut masyarakat luas.

Many people base economic decisions in their relationship to and knowledge about business enterprises and thus are potentially interested in the information provided by financial reporting. Among potential users are owners, lenders, suppliers, potential investor and creditors, employees, management, directors, customers, financial analysts and advisor, brokers, underwriters, stock exchanges, lawyers, economists, taxing authorities, regulatory authorities, legislators, financial press and reporting agencies, labor unions, trade associations, business researcher, teachers and students, and the public.[1]

Begitu luasnya para pemakai laporan keuangan yang tersebut diatas menunjukkan bahwa akuntansi merupakan aktivitas sosial. Manajemen mempunyai tanggungjawab sosial dalam melakukan aktivitasnya, yang dicatat oleh sistem akuntansi. Menurut Dopuch dan Sunders, ada 5 pihak yang terlibat dalam akuntansi sebagai aktivitas sosial:[2]

Accounting is a social activity engaged in by:

  1. Corporate managers who perform in activities that are recorded by accounting systems;
  2. Corporate accountants who gathered the data and compile the reports;
  3. Auditors who scrutinize and attest to the fairness of reports;
  4. Outside government and private agencies, investors, creditors, employees, customers, etc., who read these reports; and;
  5. College and university personal who train students in accounting.

Masing-masing pihak yang berkepentingan terhadap akuntansi/pelaporan keuangan mempunyai tujuan dan motivasi yang berbeda-beda. Kepentingan pihak-pihak tersebut terhadap perusahaan dan pertanggungjawaban manajemen juga berbeda-beda, tergantung sifat hubungannya dengan perusahaan. Di antara kelima pihak tersebut diatas, pihak pemakai eksternal adalah pihak yang paling dominan, yaitu pemerintah, investor, kreditor, pelanggan, karyawan dan siapapun yang membaca laporan keuangan tersebut.

Menurut Dopuch dan Sunders karena begitu luasnya pihak yang berkepentingan dengan akuntansi/pelaporan keuangan, maka tujuan pelaporan keuangan harus dapat diinterprestasikan secara fungsional. Tujuan fungsional pelaporan keuangan adalah:[3]

  1. Meningkatkan lapangan kerja akuntan, auditor, dan pengajar akuntansi
  2. Membantu perusahaan memasarkan sekuritas kepada investor dan kreditor dalam bentuk saham obligasi.
  3. Membantu pihak-pihak luar untuk memantau kinerja manajemen.
  4. Memaksimumkan kekayaan pemilik pada perusahaan.
  5. Meminimumkan pajak penghasilan yang membebani perusahaan.
  6. Membantu pemerintah dalam pengawasan dan pengendalian inflasi.
  7. Mengungkap dampak operasi perusahaan terhadap kualitas lingkungan.
  8. Membantu manajemen menghindari pengambilalihan perusahaan oleh pihak luar (hostile take over)
  9. Mencatat secara sistematis, mengklarifikasi dan melaporkan data mengenai transaksi-transaksi bisnis perusahaan.
  10. Membantu pemerintah dalam pelaksanaan undang-undang anti-trust.

Tujuan fungsional tersebut diatas menunjukkan bahwa akuntansi/pelaporan keuangan tidak hanya bertujuan untuk menyediakan jasa bagi investor dan kreditor saja, tetapi juga bertujuan untuk mengungkap sejauh mana perusahaan bertanggungjawab terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh operasi perusahaan (tanggungjawab sosial). Akuntansi (konteks di Amerika Serikat) disamping mempunyai tugas untuk menyediakan informasi bagi investor dan kreditor dalam pengambilan keputusan ekonomik, juga dituntut untuk dapat menjadi alat bantu dalam pengendalian inflasi, mengungkap dampak operasi perusahaan terhadap kualitas lingkungan dan membantu pemerintah dalam melaksanakan undang-undang anti-trust.

[1] FASB, SFAC No. 1: Objectives of Financial Reporting by Business Enterprises, (Stamford Connecticut 1978), hal. 11.

[2] Nicholas Dopuch dan Shyam Sunders, “FASB’s Statement and Objectives and Elements of Financial Accounting: A Review,” The Accounting Review; (January 1980), hal. 10.

[3] Ibid

Disarikan dari buku: Tujuan Pelaporan Keuangan, Penulis: Suwaldiman, M.Accy., SE., Akt., Hal: 37-39.

    Cetak       Email

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like...

keuanganLSM

Pelaporan Keuangan Harus Mampu Menyediakan Informasi

Selengkapnya →